Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Tour Wisata Melihat Neraka, Mau Ikut?

Tour Wisata Melihat Neraka, Mau Ikut?

gambaran-pintu-neraka

u1win1687.wordpress.com

Pernah suatu ketika saya sedang melamun sendiri. Saya biarkan imajinasi di benak saya terbang kemanapun yang dia mau. Ternyata saya sedang membayangkan sebuah kejadian yang mungkin sangat extrim bila terjadi dimuka bumi dan sangatlah sulit untuk diterima akal sehat.

Yah.. namanya juga sedang berimajinasi, apapun kita bisa ciptakan sendiri dan kemudian menjadi seperti apa, tergantung kehendak kita juga bukan ?

Kisah yang hanya terjadi didalam benak saya itu adalah suatu saat dimana seluruh penduduk di Indonesia ini, baik yang kaya atau miskin, usia tua atau muda, berpendidikan tinggi atau rendah, pejabat tinggi atau rakyat jelata, pokoknya semuanya tanpa kecuali secara serentak dan bersama sama berhenti menjalankan aktifitas apapun juga.

Mereka semua telah diperintah oleh Tuhan untuk masuk kedalam suatu kendaraan, katakanlah seperti sebuah bis pariwisata yang telah disediakan tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Bisa dibayangkan bila penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai sekitar 250 Juta jiwa, sedangkan sebuah bis hanya mampu mengangkut 50 penumpang, maka dibutuhkan sebanyak 5 juta bis untuk mengangkut seluruh penduduk Indonesia secara bersama-sama, serentak dan sekaligus.

Wow.. sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, kira kira perusahaan otobis mana yang sanggup menyediakan armada sebanyak itu ? Entahlah, saya juga malas memikirkannya.

Tetapi fokus cerita saya bukanlah pada banyaknya bis yang digunakan, namun tujuan mereka yaitu sedang mengikuti tour semalam untuk menikmati sebuah pemandangan selama dalam perjalanan. Seperti haalnya bila kita pernah berkunjung ke Taman Safari, dimana kita bersama seluruh anggota keluarga berada didalam sebuah bis pariwisata dapat menyaksikan betapa indahnya suasana alam di kompleks Taman Safari, terlebih dengan adanya beraneka satwa liar yang bisa kita amati dari jarak yang teramat dekat, melalui jendela kaca bis pariwisata. Dari dalam bisa kita bisa bergembira dan bercanda bersama seluruh anggota keluarga tercinta.

Demikian juga yang akan dialami oleh seluruh rakyat Indonesia yang sedang berada didalam bis wisata masing masing. Sebanyak Lima Juta bis berangkat bersama sama, beriring-iringanan, menuju sebuah lokasi dinegeri entah berantah, tapi yang jelas tempat tujuan mereka adalah ingin menyaksikan pemandangan alam di Taman Neraka Jahanam !.

Sesaat kemudian, rombongan bis wisata sudah mulai mendekat kearah pintu masuk kompleks Taman Neraka Jahanam. Suhu udara dalam ruang bis mulai terasa panas. Semua wajah peserta tour mendadak pucat dan penasaran terhadap pemandangan apa yang bakal mereka lihat. Tiba tiba bis yang mereka tumpangi mendadak berhenti. Ada sekawanan makhluk yang mencegat perjalanan mereka.

Orang orang pun bertanya, “Siapa gerangan makhluk yang menghalangi jalan ?”.

Seorang diantaranya menjawab, “Kami adalah anggota dari malaikat Zabania, yang dipimpin oleh malaikat Malik. Kami ditugaskan untuk menjaga pintu masuk Neraka Jahanam !!”

Sekejab kemudian, masing-masing bis sudah terisi satu malaikat yang berperan sebagai ‘guide’ (penunjuk jalan) sekaligus akan menjelaskan secara detail setiap peristiwa yang terjadi disepanjang perjalanan mereka mengelilingi Taman Neraka Jahanam.

Selama perjalanan, semua orang tak mampu lagi berkata kata, bahkan sudah banyak yang sampai pingsan karena tak sanggup lagi menyaksikan penderitaan manusia yang sungguh menyayat hati.

Namun taklama kemudian perjalanan terpaksa dihentikan, sebab tak ada satupun yang sanggup menahan hancurnya perasaan mereka. Mereka meraung raung minta segera kembali pulang. Seluruh rombongan kemudian berbalik arah dan  menuju  ke rumah masing masing di dunia.

Begitu bis berhenti didepan rumah, mereka semua segera berlompatan turun dan langsung berlutut mencium bumi. Airmata mereka mengalir begitu deras dan tiada henti hentinya mereka mengucap syukur kepada Tuhan, sebab atas ijinNya mereka bisa kembali menjalankan kehidupan didunia.

Sesaat kemudian mereka berlari menuju ke rumah peribadatan, untuk menjalankan sesuai tuntunan agama masing masing.

Hari hari berikutnya yang terjadi adalah mereka begitu khusyuk melakukan ibadah dan tak ada satupun yang berani menundanya. Sebuah pemandangan yang sungguh luar biasa, yang tak pernah terlihat dimuka bumi manapun.

Tak ada lagi orang yang berbuat iri dengki atau merugikan orang lain. Yang ada justru sebaliknya,  saling mengasihi antar sesama, saling tolong menolong dan mambantu yang sedang dilanda kesusahan.

Tak ada lagi pejabat yang malakukan korupsi dan menyalahgunakan kekuasaannya. Lembaga lambaga pemberantasan korupsi pun segera ditutup. Tak ada lagi Polisi yang mengejar ngejar penjahat. Pintu pintu penjara dibuka lebar  dan membiarkan semua narapidana menghirup udara bebas.

Tak ada lagi rasa takut bagi perempuan untuk berjalan sendiri dimalam hari, sebab para lelaki yang melihatnya justru tergerak hatinya untuk mengantar kemanapun arah yang dituju hingga selamat tanpa ada kekuarangan suatu apa.

Saya pun terlarut dalam suasana bahagia, serasa hidup di dunia lain yang jauh berbeda kondisinya dengan yang pernah ada. Dalam hati tak henti hentinya saya memohon kepada Tuhan, agar damai yang tercipta ini akan dapat berlangsung selama lamanya, meski  hanya terjadi didalam imajinasi saya sendiri.

Tiba tiba saya terjaga, dan kembali berada didalam kehidupan nyata. Saya menangis tersedu menyaksikan dunia yang semakin tua dan buruk rupa.

Ditengah malam saya bersimpuh dan berdoa, semoga Tuhan masih berkenan melindungi perjalanan saya di dunia, hingga akhir menutup mata.

.oOo.

Facebook Comments

About Doni Bastian

2 comments

  1. katedrarajawen

    agama.kompasiana.com/2010/12/06/tamasya-ke-alam-surga-dan-neraka-323588.html , ini saya tambakan lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif