Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Pentingnya Bimbingan Karir

Pentingnya Bimbingan Karir

Education-CousellingSaya sering memulai tulisan dengan kata ‘dulu’. Dulu begini dan dulu begitu. Saya menyadari bahwa ini adalah jebakan rutinitas untuk gaya penulisan. Bagaimana dengan pembaca? Saya sendiri bosan, semuanya serba dulu dan dimulai dengan kata dulu. Seperti dongeng, ..dahulu kala…. Kurang kreatif! Tapi saya berpikir tentang manfaatnya, yaitu sharing pengalaman dan kejadian yang terjadi dimasa lalu. Hal – hal yang saya alami sendiri dan ingin saya sampaikan hikmah apa yang terangkum. Siapa tahu peristiwa – peristiwa itu dapat menjadi bahan refleksi orang lain. Buat saya sendiri menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Lama saya bekerja di departemen bimbingan dan penyuluhan sebuah sekolah, guidance dan counseling. Bukan sebagai counselor karena latar edukasi saya bukan psikologi, namun sebagai asisten counselor. Setidaknya saya melihat bagaimana departmen ini berjalan dan mengayomi para siswa. Awalnya saya tidak ngeh, apakah jaman sekolah dulu saya juga memiliki guru pembimbing atau counselor? Setelah saya runtut dan tarik garis sendiri, saya baru sadar. Rasanya ini adalah depatmen BK alias bimbungan karir. Saya lupa nama guru BK semasa SMA. Tetapi saya ingat betul, orangnya masih muda, lesu, gak semangat dan selalu memberikan catatan melalui papan tulis. Waktu itu saya heran, apa sih gunanya BK? Kok ada pelajaran semacam ini? Mana gurunya seperti hilang ruh. Pelajaran kok isinya mencatat saja dan rasanya nggak ada nilainya.

Setelah saya bekerja di sebuah institusi pendidikan yang super borjuis, saya baru mengerti bahwa di tempat mereka guru BK itu punya peran penting sekali. Dan namanya bukan guru BK tetapi counselor atau pembimbing. Pembimbing ini juga ada dua jenis bimbingan yang dapat dilakukan, yaitu akademik dan personal. Bimbingan akademik tentunya selaras dengan pemantauan pada nilai – nilai akademik. Sementara bimbingan personal atau psikologi lebih kepada kehidupan pribadi atau personal siswa. Bisa jadi ada masalah seperti trauma dalam keluarga, pergaulan remaja yang salah, kesedihan yang berlarut karena ada anggota keluarga yang meninggal. Pokoknya hal – hal yang menyangkut urusan pribadi dan menjadi perhatian sekolah, maka fungsi guru pembimbing sangat penting. Sampai disini saya garuk – garuk kepala. Apa yang dulu dilakukan guru BK saya? Iya,..cuma mencatat di papan tulis!

Jaman lulus SMA, saya dan ibu tidak mengerti bahwa saya seharusnya mengikuti test psikologi untuk minat dan bakat. Tanpa test, sesungguhnya saya mampu meraba – raba bahwa kira – kira saya akan menyukai empat bidang yaitu: sastra Inggris, jurnalistik, psikologi dan design interior. Tetapi seperti yang pernah saya ungkapkan. Saya menurut pilihan ibu : pilih jurusan ekonomi akuntansi karena cepat bekerja dan baik masa depannya. Nyatanya….Teeeeeett-toooooooooot! Jawaban yang salah untuk pilihan karir. Nyasar sudah jauh, amburadul dan nggak karuan. Hal – hal yang tidak saya sukai namun terpaksa saya kerjakan; membuat saya seperti robot hidup. Saya tidak sanggup menjadi zombie. Lagi – lagi saya mengutuk guru BK saya, damned it! Coba kalau dulu ia lebih menjalankan fungsinya dengan baik. Coba kalau dulu ia lebih mempunyai metode dan sistem untuk membimbing karir murid – murid, daripada hanya sekedar mencatat! Tapi saya yakin ia juga salah penjurusan. Kurang pas rasanya menjadi guru BK. Tetapi ada pula teman – teman saya yang sukses, tidak nyasar penjurusan sekolahnya. Saya kira peran dukungan orang tua juga berpengaruh!

Bimbingan karir penting sekali untuk anak – anak dan remaja. Mengapa? Karena orang – tua dan guru seperti komandan dan kapten bagi prajurit – prajurit muda yang nantinya akan berlaga di medan tempur kehidupan. Tanpa bimbingan karir yang tepat ibarat maju perang tanpa strategi, hanya bermodalkan percaya diri saja. Atau jika beruntung orang tuanya mampu menyekolahkan ke sekolah termahal dan memberi modal besar untuk memulai usaha. Kehidupan masa dewasa yang baik, tetapi tetap saja kosong tanpa ‘ruh’. Anak – anak dan remaja hanya tahu jika sudah dewasa bekerja untuk dapat duit dan gaji. Untuk kasih makan anak dan istri serta membalas budi orang tua. Bimbingan karir membuat strategi yang sangat efisien, melebihi sekedar hidup yang ‘menjiplak’ hidup semua orang. Dengan bimbingan karir anak – anak dan remaja dapat diteliti lebih lanjut. Mana – mana ketrampilan dan kecintaan yang dimiliki pada suatu bidang sehingga akan memampukannya maju pesat.

patternsKalau hanya sekedar bersekolah semua orang bisa menjalaninya. Kalau ingin jadi dokter semua juga boleh bercita – cita semacam itu. Tetapi belajar dengan tujuan menjadi chef khusus masakan vegetarian, ingin menjadi dokter theraphis yang merawat anak – anak autis? Itu adalah bidang – bidang khusus yang dapat dibidik sejak dini dengan bantuan bimbingan karir. Beberapa minggu lalu saya mengajarkan putri saya tentang geography. Saya menjelaskan padanya tentang suhu di suatu tempat. Bagaimana suhu itu dapat berubah – ubah. Dan bahwa suhu dapat dicatat per-jam, per-hari, per-bulan. Lalu dapat dibuat suhu rata – rata harian, bulanan dan tahunan. Dapat pula dibuat catatan mengenai selisih suhu tertinggi dan terendah dalam suatu masa. Dengan keahlian khusus mereka dapat melihat perubahan drastis pada iklim dan atmospher bumi. Saya mengatakan pada putri saya bahwa ada orang yang bekerja pada bidang ilmu tersebut, meteorologist. Ada yang khusus meteorologi bidang iklim, ada profesor pengajarnya, ada ahli penyiaran meteorologist. Mungkin ada yang kerjanya khusus mencatat iklim per jam dari setiap wilayah?

Saya dan putri saya lalu berpandangan dengan wajah tak tahan, eeeuuughhh…. Yup, … kami berdua membayangkan betapa membosankannya bekerja sebagai pencatat temperature suhu udara! Tapi ada bidang ilmu ini, pasti ada pekerjanya dan mungkin ada orang yang akan sangat bangga ketika ia mampu meramalkan angin torpedo atau badai topan yang akan muncul melanda suatu wilayah. Yup,….me and my daughter jelas – jelas aliran ‘anak sos’ tidak bakalan tahan berjumpa dengan segala jenis aliran ‘science’. Semua bidang science terpaksa kami pelajari hanya sebagai syarat lulus sekolah. Seandainya kurrikulum lebih merangkul siswa dan bukannya menjerat, seandainya belajar itu selalu nikmat dan bukannya sekedar maklumat, maka label siswa akan menjadi utuh. Maka dari itu peran bimbingan karir sangatlah penting. Setidaknya pada level akhir pendidikan yang diambil sudah sangat sesuai minat dan bakat sehingga tidak membuang waktu, salah pilih jurusan. Dan yang parah, bingung, … mau sekolah apa ya? Mau jadi apa ya? Semua cita – cita lalu dibuat seragam : menjadi orang yang berguna bagi keluarga, nusa, bangsa dan agama… Can you be more specific please?Okay, like..ingin jadi bakul jamu gendhong khusus varian temulawak saja. Temulawak asem manis, temulawak pegel linu, temulawak bugar seger…. Piss!

foto : aarohangroup.com, www.harborcityschool

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. Anita Godjali

    Klo gitu saya mau “temu lawak” projeck Pop, standup comedy, srimulat….hahaha…..itulah kemajuan zaman, apalagi ketika saya sekolah guru BP hanya diperlukan bagi anak yang bermasalah bagi kita yang biasa-biasa saja ya gak pernah berhubungan dengan BP. Jadi ya harus menentukan sendiri karier apa yang kebetulan nyangkut saja gak peduli dengan latar belakang pendidikan. hehehe….

    • josephinewinda

      bahasa inggrisnya “sing penting slamet donya akherat” hihihi…mau dibimbing guru BP atau guru killer..masa bodoh hihihi..itulah pendidikan jaman bahuela…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif