Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Tiga Kendala Perpustakaan Sekolah

Tiga Kendala Perpustakaan Sekolah

Pertama, kualitas perpustakaan sekolah sangat bergantung kepada kebijakan dan perhatian kepala sekolah. Jika kepala sekolah mencintai dan menganggap bahwa perpustakaan itu penting, maka akan ada jaminan kualitas perpustakaan sekolah akan selalu meningkat.

perpus sekolahSebaliknya, jika kepala sekolah sekedar ”mengaku cinta buku tetapi tidak cinta perpustakaan”, hampir dapat dipastikan kualitas perpustakaan sekolah akan jalan di tempat. Perpustakaan adalah jantungnya pendidikan. Jadi dalam kondisi ini pendidikan di sekolah akan berjalan tanpa ”jantung”.
Dalam catatan penulis, kepala sekolah dasar memiliki perhatian yang jauh lebih baik daripada kepala sekolah menengah pertama maupun atas. Hal ini terasa cukup ironis, mengingat SMP maupun SMA sebenarnya memiliki sumber daya yang jauh lebih baik daripada SD.

Kedua, koleksi perpustakaan. Koleksi perpustakaan sekolah belum sebanding dengan jumlah peserta didik yang ada. Dalam SNI (Standart Nasional Indonesia) disebutkan bahwa pengembangan koleksi diarahkan pada rasio satu murid sepuluh judul buku. Angka penambahan koleksi buku per tahun sekurang-kurangnya 10% dari jumlah koleksi.

Alasan klasik adalah ketiadaan dana untuk membeli koleksi buku baru. Padahal, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan mengamanahkan bahwa setiap satuan pendidikan wajib mengalokasikan minimal 5 % dari APBS khusus untuk perpustakaan sekolah.

Saat ini masih cukup banyak sekolah yang alpa dalam menjalankan kewajiban ini. Seandainya ada, baru sebatas formalitas. Perpustakaan sekolah belum memiliki kewenangan penuh untuk membelanjakan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.

Ketiga, layanan perpustakaan. Selama ini ada satu berhala besar dalam layanan perpustakaan sekolah, yaitu perpustakaan sekolah hanya membuka layanan pada saat jam istrirahat. Jadwal istirahat sekolah adalah dua kali selama 15 menit. Jadi, peserta didik hanya diberi kesempatan selama 30 menit untuk menikmati sajian dari gudang ilmu ini.

Kebiasaan ini perlu diubah. Perpustakaan dapat menambah jam layanan 30 menit sebelum jam masuk dan 1 jam atau lebih setelah bel tanda belajar selesai berbunyi.

ilustrasi : perpustakaan.baliprov.go.id /admin

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

2 comments

  1. wah.. bener banget pak..
    di sekolah saya pun demikian, jadi kalau pas pulang sekolah, ga bisa ke perpus untuk sekadar buat tuga sambil pinjem buku

  2. katedrarajawen

    Perpustakaan sekolah merupakan sarana yang penting tapi pada intinya kurang terkelola bahkan jadi sarana apa adanya,,miris ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif