Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sragen Impianku : Sragen Kabupaten Literasi

Sragen Impianku : Sragen Kabupaten Literasi

perpusragen

Saat ini perpustakaan di tanah air termasuk di Kabupaten Sragen dihadapkan pada sebuah tantangan yang sangat besar. Budaya membaca yang masih sangat rendah dipaksa untuk bertarung dengan budaya internet dan android yang datang bak air bah.

Kalau di negara-negara maju banjir internet datang ketika budaya baca sudah membumi sehingga dampak negatif internet bisa diminimalkan. Di tanah air, badai internet datang ketika budaya baca masih rapuh. Akibatnya, internet hanya dipergunakan untuk kegiatan yang tidak produktif.

Indonesia sampai saat ini masih tercatat sebagai negara dengan pengakses video porno terbesar di dunia. Bahkan tidak hanya itu, manusia di negeri ini juga memiliki hobi baru yaitu mengunggah video porno khas Indonesia. Selain itu berita manusia hilang karena facebook sudah menjadi konsumsi harian.
Perpustakaan sebagai garda terdepan dalam budidaya membaca harus berbenah diri untuk menghadapi tantangan ini. Salah satunya, menjalin kemitraan dengan berbagai komunitas yang ada di masyarakat. Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan salah satu jenis perpustakaan yang berbasis komunitas. Perpustakaan ini sudah lama menjalin kemitraan dengan berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Sragen. Baik komunitas formal maupun komunitas informal.

Komunitas formal adalah Forum Komunikasi Perpustakaan Desa, Forum Komunikasi Perpustakaan SD/MI, Forum Komunikasi Perpustakaan SMP/MTS, dan Forum Komunikasi Perpustakaan SMA/SMK/MA. Selain itu juga bekerjasama dengan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia), HIMPAUDI (Himpuna Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia), IGRA (Ikatan Gura Raudhatul Athfal), PGRI, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Komunitas informal terdiri dari komunitas remaja, komunitas wirausaha, dan komunitas perempuan. Komunitas remaja “SI BAIM” resmi dideklarasikan pada tanggal 23 Februari 2014 di Aula Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Remaja-remaja yang tergabung dalam komunitas ini rutin melakukan kegiatan di perpustakaan. Selain itu, Forum Anak Kabupaten Sragen juga telah memutuskan untuk bermarkas di perpustakaan.

Komunitas wirausaha adalah KAMI (Keluarga Migran Indonesia) yang terdiri dari para mantan TKI dan TKW di luar negeri. Ketika pulang kampung mereka terjun bebas menjadi wirausaha. Pada tanggal 19 Maret 2014, komunitas ini dideklarasikan secara resmi di Aula Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen.
Komunitas perempuan terdiri dari PKK baik yang ada di kabupaten, kecamatan, maupun desa. Selain itu, juga ada komunitas Wanita Mandiri yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan.

Perpustakaan masa kini adalah rumah bersama bagi semua komunitas untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Perpustakaan merupakan wadah terbuka bagi semua orang untuk membaca serta mengaktualisasikan informasi, pengetahuan, dan wawasan menjadi sebuah karya nyata.
Selama tahun 2013, Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen telah mengadakan 49 kegiatan untuk komunitas baik berupa pelatihan, seminar, sarasehan, promosi, maupun lomba yang melibatkan kurang lebih 4500 orang. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan sehingga angka kunjungan meningkat menjadi 250 – 300 orang setiap hari.

Pembinaan dan komunikasi kepada komunitas juga berlangsung di dunia maya melalui facebook perpustakaan daerah yang sudah memiliki 2787 pertemanan dan blog perpustakaan yang sudah dikunjungi lebih dari 1 juta pengunjung.

Komunitas merupakan sarana untuk menumbuhkan karakter cinta buku di kalangan anggota sekaligus memberikan daya ungkit ke masyarakat luas. Mendakwahkan cinta membaca melalui kegiatan komunitas merupakan pendekatan aplikatif untuk membuktikan bahwa membaca akan membawa manfaat bagi hidup dan kehidupan pembacanya.

Pemberdayaan komunitas ini didorong ke arah aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh dari buku-buku maupun layanan internet gratis di perpustakaan. Aneka pelatihan ini penting untuk dilakukan agar manfaat perpustakaan dan membaca dapat dirasakan secara nyata. Selain itu, agar terasa konsep ilmu pengetahuan yang ada di buku bukan sekedar uraian huruf dan angka. Melainkan membawa manfaat nyata bagi hidup dan kehidupan pembacanya.

Selain berbasis komunitas, Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen juga telah menjelma menjadi perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini, cukup banyak remaja kita yang membawa laptop ke perpustakaan untuk menikmati layanan WIFI yang disediakan oleh perpustakaan. Pelatihan teknologi informasi di BLC (Broadband Leraning Center), saat ini sudah dimanfaatkan kurang lebih 649 orang dari berbagai komunitas.

Perpustakaan berbasis komunitas yang sudah diaplikasikan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen inilah yang nanti akan ditularkan di perpustakaan binaan. Saat ini sudah ada 2 unit perpustakaan kecamatan dan 24 unit perpustakaan desa yang sudah memiliki modal kerja untuk didesain menjadi perpustakaan berbasis komunitas.

Impian penulis, kelak Sragen bisa menjadi kabupaten literasi, yang warganya gemar membaca dan menulis. Seperti Surabaya yang sudah meraih gelar kota literasi dengan meraih “Socrates Award 2014” untuk kategori “Innovative City of the Future” yang diberikan oleh lembaga Europe Business Assembly (EBA) karena memiliki 972 perpustakaan dan taman bacaan yang memang sengaja didirikan kurang lebih dua tahun terakhir ini.

Jika perpustakaan bertebaran di dua puluh kecamatan dan 207 desa/kelurahan di Kabupaten Sragen, maka peluang Sragen untuk menjadi kabupaten literasi terbuka lebar. Apalagi jika ditambah dengan 853 perpustakaan sekolah yang memberikan layanan kepada warga sekolah maupun luar sekolah.
Semoga impian ini bisa menjadi kenyataan ! Amin

Artikel ini meraih Juara III LOmba Artikel Hari Jadi Sragen ke 268

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif