Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Problem Operasional Perpustakaan

Problem Operasional Perpustakaan

perpusneh
1. Sumber Daya Manusia

Pustakawan merupakan ujung tombak bagi keberhasilan suatu Perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Tetapi profesi ini ternyata belum memperoleh perhatian yang layak dari pemerintah (terutama pemerintah daerah). Pada setiap rekrutmen CPNS, tak satupun pemerintah daerah di Indonesia yang mengajukan formasi CPNS untuk jabatan fungsional pustakawan untuk para lulusan Sarjana dan Diploma III Perpustakaan. Padahal hingga saat ini jumlah pustakawan di kabupaten/kota di Indonesia masih sangat sedikit. Formasi CPNS pustakawan memang ada, tetapi untuk Perpustakaan Perguruan Tinggi.

Kebutuhan akan tenaga pustakawan sesungguhnya sama besar dengan kebutuhan tenaga guru untuk institusi pendidikan. Guru adalah motor penggerak dunia pendidikan, begitu juga pustakawan merupakan motor penggerak untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Namun kedua profesi ini tidak memperoleh perlakuan yang sama. Diskriminasi ini terjadi karena pustakawan masih dipandang sebagai “profesi kelas dua”, yang kehadirannya tidak mutlak harus ada.

Kondisi Perpustakaan sekolah yang memprihatinkan, akan sedikit teratasi jika pemerintah mau mengangkat pustakawan PNS/kontrak untuk masing-masing sekolah. Memang pengangkatan pustakawan ini tidak serta merta menyelesaikan permasalahan Perpustakaan sekolah, karena sumber masalah perpustakaan sekolah sangat kompleks. Tetapi dengan adanya pustakawan, perpustakaan sekolah akan lebih terurus dan berpeluang untuk mencuri perhatian pihak sekolah untuk menghadirkan Perpustakaan sekolah yang “qualified”.

2. Gedung/Ruang Perpustakaan

Gedung / ruang perpustakaan belum memperoleh tempat yang terhormat di lingkungan pemerintah kabupaten, sekolah, maupun desa. Gedung/ruang perpustakaan pada umumnya berada dalam keadaan yang memprihatinkan dan terletak di tempat yang “terbelakang”, “tersembunyi”, dan tidak strategis. Bahkan di beberapa kabupaten / kota kualitas bangunan gedung perpustakaan umum kalah telak dengan kualitas bangunan gedung PKK. Begitu pula letaknya, kalah strategis dengan letak gedung PKK.

Ruang perpustakaan sekolah biasanya hanya memanfaatkan “ruangan sisa” yang ada dilingkungan sekolah. Jika ada perluasan kelas, boleh jadi “ruangan sisa” inipun akan digusur. Jarang sekali dijumpai perpustakaan sekolah ditempatkan di bagian depan sekolah sebagai suatu symbol kebanggaan bahwa institusi pendidikan tersebut peduli pada budaya membaca. Demikian pula ruang perpustakaan desa identik dengan kumuh, tidak terawat,

Hal ini merupakan potret umum perpustakaan di tanah air, walaupun tidak berlaku untuk sebagian kecil perpustakaan umum kabupaten/kota, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan sekolah misalnya, terkadang tidak mendapatkan tempat/ruang yang memadai di lingkungan sekolah. Bahkan kadang-kadang di gusur untuk perluasan kelas.

3. Koleksi Bahan Pustaka Yang Terbatas

Kelemahan utama perpustakaan daerah selama ini adalah minimnya pengadaan bahan pustaka baru setiap tahun. Pengadaan bahan pustaka baru sangat berguna untuk menyegarkan koleksi bahan pustaka yang ada, sekaligus untuk menggantikan bahan pustaka yang sudah kadaluwarsa untuk distock opname. Ibarat kolam, untuk menjaga kesegaran perlu aliran air yang baru serta membuang sebagian air yang sudah kotor. Begitu juga perpustakaan, aliran bahan pustaka baru yang memadai, akan menyebabkan masyarakat akan betah berada di perpustakaan.Sebaliknya dengan aliran bahan pustaka baru yang terbatas akan menyebabkan masyarakat enggan berada di dalamnya.

Kondisi tersebut di atas mengakibatkan koleksi bahan pustaka yang ada tidak memadai untuk mencukupi kebutuhan minat baca masyarakat, apalagi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Pada titik ekstrim hal ini menyebabkan perpustakaan justru dijauhi oleh masyarakat penggunanya dan menimbulkan frustasi di kalangan pengelola perpustakaan. Yang berarti kontraproduktif bagi perpustakaan untuk menggapai tujuannya.

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif