Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Acara Ospek : Mengapa Harus Minta Ijin Orangtua?

Acara Ospek : Mengapa Harus Minta Ijin Orangtua?

Sekarang ini musimnya OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) yaitu sebuah acara yang digelar oleh semua perguruan tinggi yang dilaksanakan pada awal tahun bagi mahasiswa baru sebelum memasuki masa perkuliahan. Acara ini sesungguhnya baik dan perlu juga dilaksanakan, sebab mahasiwa baru memang harus diperkenalkan pada lingkungan perkuliahan yang tentu sudah berbeda suasananya dibanding saat masih belajar di bangku sekolah dasar dan menengah.

Tapi kenyataan yang sering terjadi, acara ospek telah bergeser dari tujuan semula yaitu menjadi ajang balas dendam para senior kepada yuniornya, sebab dulu ketika para senior masih berstatus mahasiswa baru, diperlakukan yang sama oleh para seniornya. Sudah banyak berita miring seputar pelaksanaan ospek diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang pada akhirnya justru persoalannya berpindah ke ranah hukum, dengan terjadinya penyiksaan fisik dan pelecehan, bahkan menimbulkan korban meninggal dunia.

Tak ingin terjadi hal yang sama, saya menulis artikel ini setelah saya mengetahui adanya kondisi dimana sebelum dilaksanakan acara ospek, para mahasiswa baru harus meminta ijin tertulis dari orangtua masing masing.

Tentu ini hal ini terasa ada yang aneh dan menimbulkan pertanyaan mendasar. Bila memang acara ospek adalah wajib diikuti oleh semua mahasiswa baru, lalu apa perlunya harus meminta ijin tertulis dari orangtua /wali mahasiswa ? Bila tidak diijinkan lalu bagaimana ?

Apakah perguruan tinggi akan menolak mahasiswa baru yang orangtuanya tidak mengijinkan anaknya mengikuti acara Ospek ?

Apakah acara ospek sudah disetarakan dengan pendidikan militer sehingga harus meminta ijin dari orang tua ?

Tentu yang terpikirkan oleh orang tua sebelum menandatangani surat ijin tersebut adalah ada acara apa gerangan pada saat dilangsungkannya acara ospek ? Hal ini tentu mambuat was was didalam hati setiap orangtua, jangan jangan nanti akan terjadi kegiatan fisik diluar kemampuan mahasiswa atau hal hal lain misalnya pelecehan seksual atau merendahkan martabat orang lain ?

Siapapun orangtua yang anaknya sedang mengikuti acara ospek, tentu saja berharap agar semuanya berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi anaknya menjelang perkuliahan di perguruan tinggi. Tapi dengan adanya persyaratan harus memberi ijin kepada anaknya untuk mengikuti acara ospek, maka hal ini tentu akan menimbulkan keresahan dikalangan orang tua.

Oleh sebab itu, tulisan ini sekaligus ditujukan kepada para Rektor dan Dekan Fakultas masing masing Universitas dan Perguruan Tinggi agar meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan ospek agar terlaksana dengan baik tanpa menimbulkan persoalan baru yang menyangkut masalah hukum.

Saya menghimbau kepada para mahasiswa senior yang tergabung didalam organisasi kemahasiswaan (BEM/SEMA) yang menjadi panitia penyelenggara OSPEK, agar benar benar mampu mengendalikan diri dan menghidari semua kagiatan yang mengarah kepada penggunaan kemampuan fisik yang berlebih-lebihan, sebab mereka para mahasiswa baru bukanlah dipersiapkan untuk itu, dan tujuan mereka memasuki perguruan tinggi adalah semata-mata untuk melanjutkan studi di jenjang lebih tinggi.

Demikianlah semoga dapat menjadi perhatian.

Salam

foto : http://1.bp.blogspot.com/-dDcUYXFnXGg/UiViNWkGwRI/AAAAAAAAA8s/ikkYaT8D508/s1600/Ospek+Downest.jpg

surat3

Facebook Comments

About Juru Martani

4 comments

  1. tulisan yang menarik ;) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. Kegiatan ospek bukanlah ajang balas dendam…..setuju sekali :)

  3. Right kak :)
    Jangan sampai kekerasan fisik dalam ospek, menjadi kebiasaan/tradisi https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif ..

  4. Betul… Memprihatinkan juga ketika kita menyadari bahwa ospek yg diadakan oleh beberapa kampus di Indonesia terkesan seperti memperlihatkan senioritas dengan juniornya. Mahasiswa baru seperti dilatih untuk terbiasa menjadi ‘budak’ yg nurut/patuh/takut pada ‘tuannya’, apalagi masih banyak kampus yg mengadakan ospek dengan cara dulu; maba disuruh memakai atribut dan pakaian aneh, penampilannya dibikin seperti orang ‘yang jauh dari kalangan intelek’. Padahal saya rasa seharusnya di dalam Masa Orientasi ini setiap kegiatannya juatru dapat menekankan mmahasiswa baru untuk menjadi lebih aktif, berjiwa pemimpin, berwawasan luas, dan berpola pikir cerdas. Bukan malah merasa d’budakkan’.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif