Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Introspeksi » “Profesi Ibu” Sebuah Renungan

“Profesi Ibu” Sebuah Renungan

ibu

lasoanto.deviantart.com

Seorang pemuda yang tampan dan gagah bekerja pada sebuah perusahaan terkenal. Karena ketampanannya, banyaklah wanita yang mengaguminya. Akhirnya jatuhlah pilihan pada seorang wanita yang cantik dan berlatar belakang keluarga yang kaya raya. Tentu banyak pula pria yang menginginkan wanita idaman seperti ini. Hingga akhirnya tibalah waktunya si pemuda harus melamar wanita tersebut.

Akan tetapi, pada saat lamaran tersebut berlangsung, si wanita barulah mengetahui profesi ibu pemuda tampan itu. Demi menjaga harga diri dan kehormatan keluarga wanita, mereka membuat kesepakatan. Wanita itu memberikan syarat, agar pada saat resepsi pernikahan ibu pemuda itu tidak menghadirinya.

Pada mulanya si pemuda menyetujui persyaratan tersebut. Akan tetapi, tentu saja keputusannya ini menjadikannya tidak tenang. Maka, pemuda itu segera menemui seorang guru spiritual untuk meminta pendapat. Sang Guru yang bijaksana tidaklah langsung memberikan saran dan jawaban. Katanya, “Apa pekerjaan ibumu anak muda?”

“Saya sudah ditinggalkan ayah semenjak umur satu tahun. Ayah kala itu meninggal dalam sebuah kecelakaan. Semenjak itu ibu bekerja sebagai tukang cuci untuk menghidupiku dan membiayai pendidikanku hingga menjadi sarjana.” Jawab pemuda itu jujur.
“Baiklah anak muda, kalau begitu hari ini kau pulanglah. Temui dulu ibumu dan cucilah tangannya! Setelah itu esok hari kau kembali ke sini!”, kata sang guru.

Sesampai di rumah pemuda tadi segera menemui ibunya. Didekatilah ibunya dan ia mulai memperhatikan tangannya. Saat itu ia baru menyadari betapa tangan ibunya sangat kasar. Bahkan ada beberapa bekas luka dan kulit tangan yang mengelupas karena bekerja sangat keras.Pemandangan itu membuat hatinya hancur. Seketika itu pemuda tadi mencucurkan air mata. Ia baru menyadari betapa ibunya telah bekerja dengan sangat keras tanpa mempedulikan lagi rasa sakit dan penampilan.Tanpa menunggu hari esok, ia menemui sang guru dan ia berkata,

“GURU, SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGORBANKAN IBUKU DEMI SIAPA PUN!”

Saudara, tak jarang di antara kita sering melupakan begitu saja jasa baik ibu, karena orang-orang terkasih di keliling kita. Kita lupa bahwa ada kasih yang tak akan pernah terbalas sepanjang hidup kita, yaitu “KASIH IBU”. Oleh karena itu, saatnya kita mencuci tangan ibu yang senantiasa membelai dan membersihkan kita dengan penuh kasih. Ingatlah, suatu saat tangan itu akan pergi meninggalkan kita selamanya. Janganlah menjadi penyesalan, karena bersama perginya tangan itu berarti kita kehilangan “ticket” masuk surga.

Disarikan dari sebuah renungan yang dikirim oleh teman melalui email. Salam Ketikers-AST

Facebook Comments

About Anita Godjali

9 comments

  1. ibu.. orang yang paling aku kagumi… karenanya aku jadi seperti inihttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

  2. tjiptadinata effendi

    Tulisan yang sangat inspiratif mbak Anita…tanpa ibu,kita tidak pernah ada di dunia ini…salute untuk tulisannya…salam hangat

  3. Sangat inspiratiiff mbak anita… jadi nyesel, kadang kala masih suka ngedumel ke ibu…. wuaaahhhh…. :(https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif

  4. katedrarajawen

    ibu memang spesial, ada khusus hari ibu, tak terhitung lagu khusus tentang ibu. Luar biasa https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif