Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Introspeksi » Bapak itu Menolak Bermain Dengan Sang Anak !

Bapak itu Menolak Bermain Dengan Sang Anak !

bermainTadi pagi ketika mengantar anak-anak bermain di GOR Diponegoro Sragen, banyak terlihat anak  yang bermain dengan ditemani orang tuanya.  Tanpa sengaja kulihat sebuah adegan nyata yang membuatku prihatin sekali.

“Bapak, ayo bermain jungkitan ! “pinta Sang Anak penuh harap

“Yaa, main sendiri dong, “jawab Sang Bapak dengan aura penuh rasa lelah.

Menjadi orang tua, kata John Lenon adalah pekerjaan yang mahaberat. Mungkin inilah yang dirasakan oleh Bapak tadi. Merasa berat bermain walau dengan anaknya sendiri. Padahal bermain dengan anak itu sangat penting bagi kesehatan ruhani Sang Anak. Mendekatkan hati antara orang tua dan anak.

Bermain itu  berarti berteman ! Sungguh ironis, jika ada orang tua yang menolak berteman dengan anaknya sendiri. Berteman dengan anak adalah salah satu fungsi orang tua yang diamanahkan oleh Tuhan. Jika anak sudah berteman dengan orang tua, maka dia tidak terlalu sibuk untuk mencari teman di sosial media. Dia juga tidak akan curhat di sosial media, tetapi dia akan curhat kepada orang tuanya. Sehingga anak akan merasa betul-betul memiliki orang tua fungsional bukan biologis belaka. Jangan sampai secara biologis itu memang anak kita, tetapi secara fungsional bukan anak kita. Jangan sampai jiwa anak-anak kita direbut oleh dunia maya, sosial media atau pertemanan lain yang kurang manfaat. Mari kita rebut hati anak kita !

Bermain dengan anak sesungguhnya akan memudahkan fungsi pengasuhan dan pendidikan. Dua fungsi yang harus dijalankan oleh orang tua. Mengasuh tanpa rasa berteman hanya akan melahirkan hubungan transfer ekonomi belaka. Orang tua membiayai hidup anak, lalu selesai!

Mendidik tanpa rasa berteman juga hanya melahirkan pengajaran belaka sebagaimana banyak terjadi di sekolah-sekolah kita. Sekolah-sekolah kita hari ini sebagian besar baru memberikan pengajaran belaka bukan pendidikan.

Semoga kita diberi petunjuk oleh Tuhan untuk menjadi orang tua yang baik yang kelak akan melahirkan anak-anak yang terbaik pula untuk berbakti kepada negeri tercinta ini.

Sumber gambar :ariessurveyor.blogspot.com

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif