Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Inovasi » Halte Kota Yang Ramah Informasi

Halte Kota Yang Ramah Informasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, halte adalah tempat pemberhentian kereta api, trem, atau bus (biasanya mempunyai ruang tunggu yang beratap, tetapi lebih kecil daripada stasiun).

Dalam sistem transportasi kota, halte yang merupakan tempat pemberhentian angkutan transportasi umum memiliki peran strategis. Halte mempertemukan dua kepentingan sekaligus, yaitu kepentingan publik dan pelaku bisnis transportasi.

Halte yang baik harus dapat mengakomodasi kepentingan publik dan pelaku bisnis transportasi. Untuk itu, diperlukan desain halte yang ramah informasi.

Selama tiga bulan mengakrabi Semarang, penulis memperoleh kesan bahwa halte yang ada di kota metropolis ini kurang ramah informasi. Selain itu, halte kota juga terkesan kotor dengan sebagian besar tempat duduk mengalami kerusakan.

Halte kota yang ramah informasi setidaknya dilengkapi dengan tiga informasi, pertama, informasi jalur angkutan kota maupun bis kota. Informasi ini sangat bermanfaat bagi publik terutama bagi warga pendatang baru maupun warga kota yang belum terbiasa menggunakan jasa angkutan umum.

Dengan informasi ini, seseorang tidak perlu banyak bertanya jika akan bepergian ke suatu tempat menggunakan jasa angkutan umum. Agar makin informatif, tarif resmi angkutan umum sebaiknya juga dicantumkan agar diketahui masyarakat.

Kedua, informasi berupa peta Kota Semarang. Dora The Explorer memberikan pelajaran yang sangat berharga betapa penting arti sebuah peta. Peta akan sangat membantu publik dalam memahami Kota Semarang yang semakin kompleks.

Ketiga, informasi berupa nomor telepon penting. Informasi nomor telepon penting sangat diperlukan oleh masyarakat. Seperti nomor telepon kantor polisi, pemkot, rumah sakit, terminal, stasiun, PMI, dan perpustakaan.

Di Kota Solo, halte-halte sudah dilengkapi dengan nomor telepon penting. Langkah ini perlu dicontoh oleh Pemkot Semarang guna mewujudkan halte yang ramah informasi.

Keempat, informasi pengetahuan. Di dekat lokasi halte dapat disediakan papan koran tempel. Sambil menunggu bis kota datang. calon penumpang dapat mengisi waktu dengan membaca koran.

Selain Pemkot Semarang, media massa cetak yang terbit di Semarang dapat mengisi ruang ini. Mereka dapat menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Dengan keempat informasi tersebut, nilai guna sebuah halte akan meningkat. Bukan sekedar tempat pemberhentian angkutan umum melainkan juga sebagai sarana untuk mencerdaskan masyarakat.

Tulisan ini telah dimuat di Kompas Jateng, 6 Februari 2007

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif