Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sastra » Puisi adalah Ungkapan Kejujuran Hati

Puisi adalah Ungkapan Kejujuran Hati

poems

I don’t think you get to good writing unless you expose yourself and your feelings. Deep songs don’t come from the surface; they come from the deep down. The poetry and the songs that you are supposed to write, I believe are in your heart. — Judy Collins

Benar apa yang diungkapkan oleh Judy Collins, dalam penulisan, khususnya penulisan puisi memang pasti situasi kejujuran hati terlibat di dalamnya.  Pada umumnya penulisan puisi pasti  ungkapan keresahan perasaan penulisnya sesuai dengan tema  puisi yang ia tulis.

Puisi cinta biasanya terlahir dari penulis yang sedang mengalami jatuh cinta dan kerinduan yang mendalam terhadap orang yang dicintainya. Jika tidak, minimal ia biasa bergaul dengan kalangan orang muda yang sedang dalam taraf mencari pasangan hidupnya. Pilihan-pilihan diksi yang indah akan mengalir dengan lancar karena semuanya sedang mewarnai suasana hatinya . Cermati penggalan puisi berikut ini.

kucelupkan pena asmara dalam tinta nurani

kutuliskankan kangen sua dalam puisi hati

walau waktu merayap bak siput

yakin jua hasrat kita bersambut lembut

Kegundahan hati juga bisa melahirkan puisi tentang kegundahan, nuansa kegundahan sangat terasa dalam penggalan puisi ini.

kukatakan jingga engkau tak percaya

kuceritakan ungu engkaupun meragu

kuungkapkan putih engkau anggap hanya dalih

kunyatakan hitam engkau menjadi geram

kusiratkan kuning engkau anggap aku sinting

kuucapkan biru engkau anggap aku palsu

kusampaikan merah engkau marah

Untuk mengungkapkan keprihatinan terhadap situasi sekelilingnya seorang penulis puisi dapat mengungkapkannya dalam puisi yang sarat dengan ungkapan jujur apa yang ada di hatinya, seperti dalam penggalan  puisi ini .

kami sungguh tak habis pikir

di tempat ini kami lahir

kehidupan telah bertahun kami ukir

sekarang kami sadis diusir

salahkah kami berbeda pemikiran

tentang memaknai Tuhan

mengapa kami disingkirkan

sedang Dia selau memberi kebebasan

Seperti itulah sedikit contoh sederhana yang biasanya muncul dalam puisi. Ungkapan kejujuran yang mengalir dengan jernih. Dalam memaknai puisi juga diperlukan kejujuran hati, tak boleh dengan kemarahan. Seperti di era pemerintahan negara ini dimasa lalu. Banyak penulis maupun penyair kritis yang dipenjarakan hanya karena menulis keprihatinan yang terjadi di masyarakat secara kritis, pemerintah tersinggung. Bukankah pemikiran mestinya dibalas dengan pemikiran; tulisan dibalas dengan tulisan. Bukan dengan kekerasan. Beruntung  generasi masa kini sudah mengalami kebebasan dalam berekspresi. Maka sebaiknya gunakan media penulisan  untuk menyampaikan ungkapan kejujuran hati.

Sering terungkap mereka yang belum mulai mencoba menulis puisi mengatakan bahwa mereka menyukai puisi dan ingin menulis puisi takut puisinya jelek. Sesungguhnya tidak ada puisi yang jelek. Semuanya tergantung yang memaknainya. Kunci utamanya adalah seperti yang diungkapkan oleh Judy Collins – kejujuran hati. Ungkapkan apa adanya yang ada dalam hati dalam karya puisi.

Demikianlah ini sekedar berbagi pengalaman dalam proses kreatif penulisan puisi. Selamat berkarya.

Salam damai penuh cinta.

***

Solo, Kamis, 28 November 2013

Suko Waspodo

 

Facebook Comments

About Suko Waspodo

One comment

  1. tttoooooosssssss…nice post, mas Suko.
    salam…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif