Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sosial Budaya » Jatuhnya Harga Diri Anak Negeri

Jatuhnya Harga Diri Anak Negeri

boss-pengemis

gizanherbal.wordpress.com

Saya begitu terkejut ketika membaca running text di Metro TV tentang penangkapan seorang pengemis di Mampang, Jakarta Selatan yang membawa uang tunai Rp25 juta. Memang gossip tentang penghasilan para pengemis yang mencapai jutaan itu sudah sering terdengar. Apa yang dilakukan oleh pengemis ini bukan mencuri, sehingga uang yang mereka miliki ini dengan sendirinya termasuk uang yang halal karena orang memberikan dengan suka rela. Walau demikian tetap ada hal yang cukup menggelitik di hati saya.Apa yang dipikirkan orang-orang tersebut ketika melaksanakan aksinya atau dengan bahasa kerennya melaksanakan profesinya? Saya berpikir mereka itu telah membuang jauh dengan apa yang disebut harga diri. Harga diri atau kesadaran seseorang untuk menilai dirinya telah dilupakan. Orang-orang tersebut tidak lagi mampu menjaga kehormatannya karena telah merendahkan dirinya sendiri. Mereka tidak lagi malu dan merasa terhina atau terganggu ketika kehormatannya diinjak orang.

Fenomena pengemis ini memang terjadi hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Mereka perlu penanganan yang serius. Peristiwa di Mampang ini tentu hanya sebagian kecil contoh permasalahan yang sedang dihadapi oleh kota-kota besar. Dengan bermodalkan tampang memelas para pengemis akan mengharapkan simpati dari para pengguna jalan raya. Mereka dengan gampang mampu mengumpulkan uang hingga mencapai puluhan juta. Apalagi dengan maraknya pemberitaan di media massa, peristiwa ini akan semakin memacu orang-orang yang malas bekerja untuk mengemis. Mereka akan lebih memilih mengemis daripada bekerja keras tetapi penghasilan kecil.

Permasalahan ini, tentu tidak lagi hanya menjadi permasalahan Dinas Sosial. Hal ini kini telah menjadi permasalahan yang kompleks. Bahkan sebenarnya peristiwa ini juga perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Permasalahan psikologis dan mental anak bangsa. Peristiwa ini juga bisa menjadi salah satu tolok ukur tingginya angka kemiskinan di negeri ini. Pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengembalikan harga diri anak-anak bangsa yang kian terpuruk ini.

Penanganan terhadap para pengemis ini tentu harus menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Memang kemunculan mereka karena beberapa faktor sosial yang tak bisa kita mungkiri. Masalah kemiskinan, kebodohan, lemahnya iman, dan rendahnya mental menjadi penyebabnya. Penanganan terhadap mereka tentu perlu keseriusan dan berkesinambungan.
Pemerintah memang perlu memberikan pelatihan kepada para pengemis yang terjaring dan memang sudah sering dilakukan. Akan tetapi tentu mereka akan kembali ke pekerjaan semula menjadi pengemis yang hasilnya lebih besar daripada bekerja yang hasilnya belum tentu. Dengan demikian apa solusinya? Tentu pemerintah perlu mencari solusi baru yang lebih jitu. Masyarakat pun harus ikut berpartisipasi dengan tidak memberikan uang kepada pengemis. Memang kemiskinan secara struktural yang terjadi di negeri inilah yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu dalam menyelesaikan masalah ini juga harus terstruktur dan penekanan kesadaran perorangan sangat penting.

Penyadaran akan harga diri seseorang menjadi sangat penting. Ketika seseorang memiliki harga diri yang tinggi tentu akan sangat menghargai kehormatannya. Mereka tentu tidak akan menodai dengan perbuatan yang memalukan. Perbuatan tercela dengan menjadi seorang pengemis tentu akan mengusik hati nuraninya.

Secara moral mereka harus disadarkan tentang makna kehidupan. Manusia harus tahu caranya agar hidup ini lebih bermakna dan mampu berdampak bagi sesama. Semakin besar dampak yang bisa diberikan bagi khalayak ramai, berarti hidup lebih baik dan berkualitas. Bukan sekadar mengumpulkan materi tetapi dengan cara menjadi parasit yang berarti juga menggambarkan ketamakan.

Memang dalam kehidupan kita perlu mengusahakan kesejahteraan, tetapi tentunya harus melalui cara-cara yang terhormat dan menghargai diri. Hal ini sungguh penting karena diri manusia merupakan bait Tuhan. Dengan manusia merendahkan diri berarti juga merendahkan Tuhan. Oleh karena itu point penting yang harus kita lakukan adalah mengembalikan harga diri. Baik harga diri perorangan maupun harga diri sebagai anggota masyarakat dan anak bangsa. Inilah yang menjadi tugas berat kita kalau ingin tatap dihargai oleh bangsa lain.

Salam Ketikers-Anita Godjali

Facebook Comments

About Anita Godjali

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif