Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sosial Budaya » 4 Jenis Pria yang Biasanya Berpoligami

4 Jenis Pria yang Biasanya Berpoligami

cerita-poligamiPoligami, cq poligyni, adalah hal yang jamak dilakukan pria di Indonesia, terutama bagi yang beragama Islam. Landasannya adalah sunnah Nabi SAW.

Terlepas dari sikap kontra yang ditunjukkan sementara pihak, secara umum kami memandang sebenarnya ada empat pihak yang biasanya melaksanakan pernikahan dengan dua sampai empat orang istri itu.

Adapun keempat pria itu adalah :

1.Pemimpin/pejabat.

Adalah wajar jika seorang lelaki yang menjadi pemimpin atau pejabat negara untuk melakukan poligyni. Setelah ia lelah berfikir dan berbuat untuk orang banyak, tentu sepulang ke rumah ia membutuhkan hiburan-hiburan yang dapat melepaskan segenap kepenatan yang ia alami sepanjang hari. Dan hiburan yang terbaik buat seorang lelaki adalah perempuan. Dan beberapa perempuan adalah lebih baik daripada hanya seorang sahaja.

Banyaknya istri, pada hakikatnya tidaklah punya hubungan langsung dengan terjadinya perbuatan korupsi, seperti yang didengung-dengungkan oleh para penentang praktek poligyni. Semua itu terpulang kembali kepada hakikat hati, jiwa dan iman seseorang. Beberapa istri yang qonaah dan menjaga kehormatan suami mereka, tentu akan bisa menjadi pendinding yang ampuh antara suami mereka dengan perbuatan nista itu.

2.Pria kaya.

Seandainya semua pria kaya di Indonesia menikahi empat orang perempuan, maka pemerataan peri kehidupan akan menjadi lebih baik. Tentu saja para pria kaya itu hendaknya menikahi para janda penanggung yatim, dan perawan tua yang kebetulan jauh jodohnya, dari keluarga yang kurang mampu.

Para istri yang ikhlas berbagi rejeki dan berbagi suami, adalah sebuah pemandangan yang luar biasa indahnya. Istri-istri yang saling mendukung dan menjaga, menyayangi satu sama lain, sungguh mereka adalah pencapai puncak gunung yang diidam-idamkan oleh para mukhlisin.

3. Pria yang alim lagi abid.

Sejak dahulu, para orang tua ‘menyerahkan’ anak gadisnya untuk dinikahi oleh para ulama. Sampai mereka melihat bahwa sang ulama sudah beristri empat orang.

Tak lain tak bukan, tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan seorang atau beberapa cucu yang baik asal usulnya, baik perangainya, tinggi ilmunya dan rajin beribadah. Karena mereka tahu, bahwa buah itu tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Dari ayah seorang ulama, akan didapat anak-anak yang kelak akan menjadi ulama juga.

Bayangkan, seorang ulama itu, setelah matinya saja masih dapat memberikan pertolongan kepada 40 orang muslim yang kebetulan menjadi tetangganya di alam barzakh, di area pekuburan. Apalagi ketika ia masih hidup. Begitulah besarnya manfaat seorang ulama, dan inilah yang diharapkan oleh para orang tua yang menyerahkan anak gadisnya itu.

***

Nah, jika ada seorang lelaki yang pejabat bukan, orang kaya bukan, alim ulama juga tidak, tetapi nekad juga berpoligyni, maka ia masuk kepada golongan yang keempat, yakni :

4.Orang gila.

Yang satu ini sepertinya tak perlu dijelaskan lagi.

 

 

ilustrasi : http://ldiisurabaya.org/wp-content/uploads/2012/03/cerita-poligami.jpg

Facebook Comments

About bang pilot

5 comments

  1. semoga aku menjadi istri pertama dan terakhir…. btw btw itu kategori terakhir bikin nyengir :D

  2. katedrarajawen

    Wah sayang sepertinya saya belum bakat jadi poligamiwan nih Bang:)

  3. Vivi Tirta Wijaya

    yang terakhir, kayaknya nggak ada yang mau sama orang gila deh, hehe :D

  4. belum masuk kriterianya..hehe… tapi yg no.4 itu bikin ngakak..hahahahha https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif