Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Sosial Budaya » Menjaga Laut Dengan Kapal Perpustakaan

Menjaga Laut Dengan Kapal Perpustakaan

kapal perpustakaanIndonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara tetangga, diantaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, India, Thailand, Australia, dan Palau. Hal ini tentunya sangat erat kaitannya dengan masalah penegakan kedaulatan dan hukum di laut, pengelolaan sumber daya alam serta pengembangan ekonomi kelautan suatu negara.

Kompleksitas permasalah di laut akan semakin memanas akibat semakin maraknya kegiatan di laut, seperti kegiatan pengiriman barang antar negara yang 90%nya dilakukan dari laut, ditambah lagi dengan isu-isu perbatasan, keamanan, dan kegiatan ekonomi. Dapat dibayangkan bahwa penentuan batas laut menjadi sangat penting bagi Indonesia, karena sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga di wilayah laut.

Batas laut teritorial diukur berdasarkan garis pangkal yang menghubungkan titik-titik dasar yang terletak di pantai terluar dari pulau-pulau terluar wilayah NKRI. Berdasarkan hasil survei Base Point atau titik dasar untuk menetapkan batas wilayah dengan negara tetangga, terdapat 183 titik dasar yang terletak di 92 pulau terluar, sisanya ada di tanjung tanjung terluar dan di wilayah pantai.
Kapal Perpustakaan Keliling yang berlayar di pulau-pulau terpencil dan berbatasan langsung dengan negara lain merupakan salah satu upaya membangun kejayaan maritim sekaligus untuk menghilangkan ekonomi, pendidikan maupun pembangunan di segala bidang kehidupan.

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Sri Sularsih hingga 2013, Perpusnas terus memberikan bantuan stimulasi kepada daerah-daerah terpencil di kepulauan, pesisir, dan perbatasan. Menurut Sularsih, sudah tujuh kapal perpustakaan keliling yang diberikan kepada daerah-daerah, yang secara geografis membutuhkan, dan kepala daerahnya mampu menyiapkan anggaran operasional per tahun. Daerah yang sudah mendapatkan bantuan kapal perpustakaan keliling di antaranya Bengkalis, Bintan, Selayar, Pangkep, Morowali, Wakatobi, dan Ternate. (www.pnri.go.id)

Meskipun daerah-daerah tersebut dikeliling oleh lautan luas, kesempatan untuk belajar tetaplah ada dan terbuka sangat luas, karena masalah geografis bukanlah halangan untuk memperoleh ilmu, informasi dan pengetahuan lainnya. Walau harus menerjang ombak, kapal perpustakaan keliling harus tetap ikut memberdayakan kepulauan terpencil.

Kapal perpustakaan keliling ini panjangnya 15,5 meter, dengan 2 mesin berkekuatan 100 tenaga kuda, yang bisa menampung 2000 buku dan bisa menampung pembaca didalam ruang bacanya sebanyak 20 orang. Kapal juga dilengkapi dengan AC, audio video untuk multimedia, dan sarana pendukung lainnya. Kapal Perpustakaan seharga 1,65 miliar dari fibreglass berisi empat awak, dua diantaranya adalah pustakawan yang ditugaskan bergilir dari Kantor Perpustakaan Kabupaten/Kota setempat.

Kapal Perpustakaan Keliling merupakan sarana yang tepat untuk membangun budaya literasi di daerah kepulauan terpencil. Seperti di dua belas pulau terluar:
Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Nipa, Pulau Sekatung, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Fani, Pulau Fanildo, Pulau Bras, Pulau Batek, Pulau Marampit, dan Pulau Dana.
Untuk membumikan literasi, kapal perpustakaan keliling harus difungsikan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM ini adalah wadah bagi masyarakat untuk melakukan berbagai proses kegiatan kreativitas, inovasi dan aktualisasi diri masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan dan kebaikan. PKBM adalah rumah kebaikan bagi anak-anak, remaja, perempuan, bahkan manula sekalipun untuk melakukan olah karya, olah karsa, dan olah rasa.

PKBM ini harus dijadikan pusat kegiatan aneka komunitas. Komunitas remaja, komunitas anak-anak, komunitas perempuan, maupun komunitas wirausaha. Acara bedah buku, pelatihan menulis, dan pelatihan ketrampilan dapat dipusatkan di kapal perpustakaan keliling ini.. Memindahkan aktivitas yang biasa dilakukan di “perpustakaan darat” ke “perpustakaan terapung”.

Untuk menambah jumlah kapal perpustakaan keliling ini, TNI AL bisa memfungsikan kapal perang/patroli yang dimilikinya sebagai kapal perpustakaan keliling. Jadi, disamping memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar kepulauan terpencil juga mampu memberikan fungsi edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat melalui koleksi buku yang tersedia di kapal perpustakaan keliling.

Biaya untuk mengadakan kapal perpustakaan keliling memang tidak murah. Untuk itu, TNI AL bisa bekerjasama dengan perusahaan BUMN maupun swasta agar mau menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) untuk mengadakan kapal perpustakaan keliling ini. Sehingga disamping mencari keuntungan dari masyarakat, perusahaan juga merupakan mitra masyarakat guna meningkatkan kesadaran literasi masyarakat. Hal ini sekaligus untuk mengatasi ketertinggalan masyarakat di daerah terpencil agar bisa berdiri sejajar dengan masyarakat yang tinggal “di darat”.

ilustrasi-admin : www.perpusmasda.com

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

2 comments

  1. katedrarajawen

    Ide yang bagus sesuai dengan keadaan negeri kita sebagai negeri maritim dan akan sinkron dengan proyek tol laut ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif