Home » POLITIK » Survey Kompas Terbaru: Ahok-Djarot Teratas, AHY-Sylvi Buncit

Survey Kompas Terbaru: Ahok-Djarot Teratas, AHY-Sylvi Buncit

PILKADA DKI – Ahok-Djarot berada di urutan teratas dengan 36,2%, dalam survey terbaru yang dilakukan Litbang Kompas. Survey sendiri dilakukan 28 Januari – 4 Februari dengan totoal 840 responden. Berada dibawah Ahok-Djarot pasangan Anies-Sandi dengan 28,5%. Bersaing ketat dengan Agus-Sylvi dengan 28,2%.

Survey sendiri dilakukan secara tatap langsung  yang dipilih secara acak terhadap penduduk DKI dari semua wilayah. Tidak ketinggalan pula Kepulauan Seribu.Tentu saja responden yang diambil adalah mereka yang sudah memiliki hak pilih.

 

 

Posisi Ahok-Djarot cukup mengejutkan karena dalam 3 bulan terakhir mereka dalam situasi yang cukup kritis akibat maraknya aksi-aksi demo yang dimotori oleh FPI. Namun sejak acara debat dimulai sepertinya mereka mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat Jakarta. Terbukti memang di dalam debat hanya Ahok-Djarot saja yang gamblang memaparkan hasil dan rencana kerja mereka.

Debat akhirnya menjadi senjata paling ampuh untuk merobohkan opini-opini dan agitasi yang sebelumnya sangat marak beredar terutama via media sosial. Masyarakat dibukakan kembali mata mereka bahwa sejauh ini Ahok dan Djarot memang sukses membangun DKI.

sumber Kompas

Blunder AHY dan Anies

Masyarakat sendiri akhirnya menyadari bahwa AHY dan Anies jelas belum melakukan apa-apa. Memilih mereka sebenarnya ibarat membeli kucing dalam karung saja. Masyarakat Jakarta yang melek informasi mulai melihat bahwa propaganda dan isu-isu agama ternyata hanya sebuah alat untuk kepentingan politik pihak tertentu.

Apa yang dilakukan baik AHY maupun Anies dengan mencari sokongan ke FPI akhirnya menjadi blunder sendiri. Cukup aneh mengapa FPI yang identik dengan kekerasan dan menentang Ahok jauh sebelum kasus penistaan agama bergulir dijadikan sekutu oleh AHY dan Anies.

Khususnya Anies, ia yang dulu dikenal sebagai sosok yang santun dan mengedepankan kebhinekaan malah merangkul FPI. Sikap Anies yang secara frontal menyerang Ahok dalam sebuah debat semakin menunjukan sifat aslinya sendiri.

Anies Basweldan yang dulu pernah berseberangan dengan Prabowo ternyata seperti menelan ludahnya sendiri. Demi kekuasaan Anies menjadi bagian dari kelompok yang dulu pernah ia kritik. Sungguh menarik jika melihat tingkah laku Anies setelah dipecat Jokowi.

Hasrat Anies untuk menjadi gubernur dengan bergabung dengan Gerindra jelas menyiratkan sikap berseberangan dengan Presiden Jokowi yang mendukung Ahok. Walau dalam setiap kesempatan Jokowi menegaskan bahwa ia netral dalam Pilkada DKI.

Publik sepertinya melihat ada dendam di hati Anies kepada Jokowi yang ingin ia lampiaskan lewat Ahok. Ini bukan sesuatu yang bagus karena publik Jakarta sendiri masih menganggap bahwa Jokowi punya kinerja yang luar biasa sebagai presiden.

Pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa jika ingin ia maju capres 2019 maka rakyat Jakarta harus memilih Anies adalah sebuah blunder juga. Rasanya sulit untuk membendung Jokowi untuk menduduki kursi kepresidenan selama 2 periode.

Sedangkan nilai minus yang didapat AHY selain karena ikut mendekat FPI, juga karena blunder SBY sendiri. kicauan SBY di media sosial tidak menaikan popularitas AHY tetapi malah menenggelamkannya. Rakyat sudah bosan dengan cara play victim yang memang sudah menjadi trade-mark SBY.

Kicauan SBY malah menjadi bulan-bulanan netizen. Sikap SBY yang kekanak-kanakan menjadi obrolan dunia maya sampai warung kopi pinggir jalan. Benar-benar tidak menolong AHY yang juga tam;pil buruk selama acara debat.

Jika dalam waktu dekat Rizieq Shihab dijadikan tersangka dalam berbagai kasus maka akan semakin tamat pula riwayat 2 pasangan calon gubernur DKI tersebut. Rakyat sudah sadar bahwa agama telah dijadikan media untuk meraih kekuasaan semata. Mereka-mereka yang selama ini tampil sebagai panutan ternyata orang-orang yang bermasalah. Kasus para pentolan FPI seperti Rizieq Shihab, Munarman, atau Bachtiar Nasir akan membuat ANies maupun AHY semakin merosot dimata masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum menentukan pilihan.

Sepertinya Ahok-Djarot akan memetik buah dari kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pasangan lain. pendukung FPI sendiri dibuat bingung harus memilih siapa. AHY atau Anies? Ini yang membuat suara mereka terpecah. Kasihan juga….

Facebook Comments

About Editor

Mencintai Indonesia lewat kata

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif