Home » POLITIK » Politik » SURAT UNTUK calon PRESIDENKU

SURAT UNTUK calon PRESIDENKU

 

Dear  (Calon) Presiden,

Surat ini saya tulis khusus untuk calon presiden yang terpilih 22 juli mendatang. Perkenalkan nama saya Fakhlul (Fahris Jr.), salah satu mahasiswa aktif (masih menjadi mahasiswa) di salah satu universitas di indonesia ( bukan Universitas Indonesia ). Bukan maksud untuk bergaya dengan perkenalan ini, tapi inilah wujud tanggungjawab saya sebagai seorang penulis dengan cantuman identitas yang gamblang.

Kemarin saya sudah memilih salah satu dari kalian wahai calon pemimpin, saya harap siapapun yang terpilih adalah suara hati para rakyat di Indonesia. Oh iya, saya melupakan salam yang bijak untuk calon pemimpin negeri, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar bapak calon pemimpin negara? Sepertinya saya kurang tepat, bagaimna kalau pemimpin negeri? Apa lagi itu, pemimpin rakyat yang benar. Ya, kenapa saya lebih membenarkan pemimpin rakyat, pasalnya anda dipilih oleh rakyat, kalau anda dipilih oleh hewan pasti saya menyebutnya pemimpin hewan. Sudah saatya saya mengirimkan sebuah tinta untukmu wahai calon pemimpin. Kami adalah rakyat, dengan ini menyatakan sejumlah keluh kesah dari kepemimpinan yang telah lalu. Kami memang belum pernah menjadi seorang presiden, namun setidaknya kami pernah menjadi seorang pemimpin, entah itu pemimpin kelompok, organisasi, keluarga atau bahkan yang paling kecil adalah pemimpin diri sendiri.

Bapak,

Sebelumnya saya minta maaf apabila saya menulis surat ini mendadak dan dengan bahasa yang ambur-adul ala cukur sendiri, maklumlah saya juga manusia menjadi sebuah maklum apabila saya salah. Begitu pula dengan bapak kan? Tentu bapak juga seorang manusia yang tidak luput dengan sebuah kesalahan, dari kedua calon yang ada, saya melihat kekurangan anda dari pendukung kalian pula (saya hanya mengikuti berita). Saya tahu, berita kadang memang sangat membarikan manfaat ketika kita hendak mengetahui sebuah informasi, namun kadagkala kita juga harus hati-hati, ada pula berita yang justru memBODOHi kami. Saya tidak mau menuduh berita yang mana, tapi itu semua memang benar. Saya pribadi tidak suka semerta menangkap berita secara mentah, saya olah dengan segala bumbu fariasi yang memungkinkan dan dengan referensi yang ada, sehingga jadilah informasi yang saya yakini. Namun tidak pula saya semerta-merta mengimani berita yang saya yakini, berita update kadang lebih meyakinkan otak ini, sehingga kadang saya merasa dibodohi dengan kinerja syaraf sensori ini. Bapak calon presiden, saya mau tanya kepada bapak. Saya terlalu terombang ambing dengan segala berita yang ada, pendukaung anda seklian sangat fanatik, hingga hati ini kadang memilih A dan lanjut memilih B, dan bahkan saking bingungnya, saya malah mengharapkan kalian bersatu menjadi pilihan saya. Tetapi itu tidaklah mungkin, sekarang sudah harus menunggu hasil akhir.

Oh ya bapak, saya terpaku dengan hasil di layar kaca telivisi kemarin, kenapa yah banyak pendukung bapak yang fanatik dengan segala info yang kadang mencengangkan para penikmat berita recehan itu? Bapak tidak pernah memberitahukan kah? Atau justru bapak yang menyuruh dengan segala kegembiraan dan lapang dada? Saya amat sangat menangis pak, kenapa sekarang pemilu seperti ini ya? Apa karena hanya terdapat 2 calon pasang kandidat, dan semuanya bisa seenaknya mengadu domba dan menyalahkan kesalahannya kepada pendukung atau bahkan calon pemimpin yang lain. Saya sedih sangat pak, kalau memang bapak adalah calo yang benar-benar mempunyai akhlaq yang baik, tolonglah pak sadarkan para pendukung bapak, pimpin mereka dahulu agar bapak tidak kaget dengan kepemimpinan bapak nantinya. Bisa dilihat kok pak, kalau andai saja bapak mempimpin negeri ini dilandaskan dengan sebuah kedustaan. Bapak bakalan kualahan, dan yang paling parah adalah tanggung jawab bapak kepada sang Pencipta pak. Alangkah malunya, apabila bapak hendak memimpin rakyat seluruh Indonesia, tapi memimpin pendukung saja tidak becus. Maaf ya bapak, padahal saya hanya ingin bertanya sama bapak, tapi malah merogoh hal-hal yang tidak patut saya singgung, iya benar saya tidak patut.

Bapak, saya bertanya, tapi menyinggung pribadi bolehkah? Tidak berat kok pak pertanyaan saya. Seperti ini pak, kalo semisal bapak keberatan menjawab pertanyaan ini saya rasa tidak apa-apa pak, tapi kalau seandainya bapak sudi membalas surat ini, saya sangat beruntung loh pak, karena tentunya tidak semua orang bisa menulis surat untuk bapak calon presiden dan di jawab pula. Wah-wah ini nih pak saya bertanya. Maukah bapak menjadi imam dimasjid diwaktu subuh selama bapak menjabat sebagai presiden? Cukup dijawab mau atau tidak, jawaban bapak dipertanggung jawabkan kepada Allah, bukan kepada kami.

Terimakasih pak. Saya Fakhlul (Fahris Jr.), beserta kerabat meminta maaf apabila ada salah kata. Akhirul kata. Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Batang, 20 Juli 2014

Facebook Comments

About Dhaniel De Jhoanes

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif