Home » POLITIK » Politik » Pria Berseragam Baret

Pria Berseragam Baret

Wah, membicarakan pria! Ehm,… Apalagi membicarakan pria berseragam. Siapa? Supir taksi? PNS? Atau apa? Saya jarang banget memperhatikan pria berseragam. Bahkan saya agak menentang tentang seragam. Bagaimana dapat dibedakan? Bagaimana akan terlihat jika orang dipaksa menggunakan seragam? Apanya yang beda? Begitu pakai seragam semuanya terlihat sama persis. Maka saya agak menentang penggunaan seragam. Bahkan pernah ada masanya saya malas melamar pekerjaan ke suatu perusahaan jika disebut bahwa perusahaan tersebut menerapkan penggunaan seragam. Saya tidak suka.

PicsArt_1406146308337

Panglima TNI dan Kepala Angkatan

Dulu, ayah saya anggota KKO, angkatan laut. Mungkin itu sebabnya saya tidak suka pria berseragam. Tidak pernah dirumah. Rumah tangga seperti apa ini? Ayah seperti apa ini? Saya kurang dapat mengerti esensi ‘man in uniform’ alias pria berseragam. Jadi jauh-jauh saya coret semua pria berseragam dalam jarak lima puluh meter. Akhir-akhir ini karena heboh pilpres dan ramainya kabar angin yang menimbulkan cemas, mau tak mau saya ikut-ikutan melihat apa kira-kira yang dilakukan TNI kita? Gimana ini sudah lama nggak berperang, apa masih dapat mempertahankan keamanan? Syukurlah melihat sepintas, ditambah penjelasan dua jendral yang satu macho dan lainnya manis berwibawa, Moeldoko dan Sutarman. Lumayan, tenang. Ucapan mereka: dijamin AMAN!

Saking tidak tahunya masalah man in uniform. Saya tidak tahu bahwa TNI sudah dipisah dengan kepolisian. Jgheeeer! Saya pikir kepolisian masuk dalam TNI. Pokoknya agak bingung. Sepintas saya tangkap, Panglima TNI punya tiga angkatan andalan dibawahnya, darat, laut dan udara. Masing – masing dikepalai oleh kepala staf sedangkan kepolisian bergerak sendiri. Ini artinya panglima TNI dan Kapolri kekuasaannya sama? Ini kesimpulan orang awam yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang militer di tanah airnya sendiri. Memalukan ya! Jadi selama ini menganggap pria berseragam tidak ada gunanya. Kemudian ketika muncul perkara yang menyangkut keamanan negara baru mengerti esensinya. Salut! Untuk keluarga prajurit yang ditinggalkan dan selalu mendukung ayah/suaminya berbakti untuk negara.

Salah satu capres yang diunggulkan dalam pilpres 2014, berasal dari sebuah kesatuan elit, kopassus. Bagus, artinya memang biasa hidup keras, siap perang dan sebagainya. Tetapi apakah kita menginginkan perang? Tentu tidak. Kita ingin hidup aman, damai dan bahagia. Tapi benar, kita membutuhkan pihak yang mampu menjaga keamanan kita. Ternyata ya mereka, tentara, polisi! Mosok pedagang bakso? Salut untuk pria dan juga wanita yang muncul dalam seragam kesatuan untuk menjaga tanah air. Sementara kadang rakyat yang awam, seperti saya menganggap tentara tidak usah nampak. Hanya menimbulkan galau. Ternyata peran mereka sangat besar di dalam menjaga dan memelihara stabilitas negara.

Satu hal yang sangat sulit tentang pria (dan wanita, jangan lupa ada wanita-nya) berseragam adalah pola keragaman dan ketaatan yang tinggi. Membuat mereka terlihat kaku dan barangkali sulit membaur dalam kehidupan masyarakat sipil. Saya tidak mengatakan semua, mungkin hanya sebagian saja. Contohnya, mengenakan seragam bapak bangsa dan berpeci. Apakah otomatis akan dianggap sama persis sebagai bapak bangsa? Hidup bukan hanya dalam seragam saja, terlebih dalam hati dan pikiran. Seragam adalah simbol penugasan, tetapi hati dan pikiran adalah simbol pribadi yang akan lebih menonjol. Maka sekedar masuk dalam kesatuan dan selalu mengikut perintah atau memerintah tanpa mengedukasi/mengembangkan pribadi diri, akan sia-sia saja.

Tahukan Anda, bahwa pramuka lebih ‘garang’ dari TNI? Ini rahasianya. Tentara ada yang memakai baret miring kiri dan kanan. Sedangkan Pramuka selalu menggunakan baret miring ke kanan. Mengapa? Pengggunaan baret miring kiri artinya adalah menjaga keamanan/penegakan hukum digunakan oleh brimob, polisi militer dan reserse. Sisanya memang baret miring ke kanan alias pasukan siap tempur dan maju perang. Pramuka selalu menggunakan baret miring ke kanan karena pada jaman dahulu pramuka adalah pasukan cadangan dalam perang! Artinya mereka siap perang! Tak heran pramuka banyak menggali keahlian tentara. Nah, bangga kan jadi pramuka? Mengapa menuliskan tentang ini? Karena putri semata-wayang saya kini akan resmi menjadi pramuka! He-he,…

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Gimana tuh dengan pria berseragam baret yang ketangkap di Bandara? Kalau pramuka sewaktu sekolah saya malah jarang ikut kegiatannya hehhe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif