Home » POLITIK » Politik » Menggugat Kebenaran

Menggugat Kebenaran

truth2Membaca tulisan Desi Anwar disebuah media internasional beberapa waktu lalu, tidak bisa dipungkiri bahwa saya sangat setuju dengan beliau. Mengapa? Karena seperti itu pulalah pemikiran saya, bahwa gugatan yang muncul dan ribut-ribut ketidakpuasan berasal dari celah yang dibuat oleh KPU sendiri. Rekam jejak dan test kesehatan (khususnya psikologis) harus menjadi dasar dan acuan kuat bagi pemilihan calon pemimpin negara. Jika diadakan sebuah ajang lomba seringkali diberikan syarat-syaratnya. Bisa jadi sebagai berikut, usia maksimal, karya yang dilombakan, latar belakang edukasi, dll. Milih jodoh aja milih-milihnya setengah mati, mosok milih presiden ngasal? Kan tidak mungkin,…

Ketika tidak memenuhi syarat, jangan lalu dipaksakan masuk dalam sistem pemilihan. Gagalkan saja : tidak lolos! Begitu. Akibatnya kini timbul masalah baru yang berlarut dan bahkan menjadi polemik. Yang parah masalah ini seakan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Padahal mekanisme kerjanya saja jauh dari itu. Belum pernah dalam sejarah saya menyaksikan gugatan yang sangat lucu seperti yang terjadi ditanah air baru-baru ini. Sepertinya pamor Srimulat bisa jadi tersingkir dengan aneka kelucuan yang diselenggarakan oleh kelompok yang bersangkutan.

Dimulai dari meminta pencoblosan ulang di 5000 TPS. Hellooo?…. Mungkinkah 5000 TPS menyelenggarakan pemungutan suara ulang? Bagaimana mekanismenya dengan meminta ribuan atau barangkali jutaan orang datang kembali, meluangkan waktu dan mencoblos ulang? Sempatkah mereka? Biayanya bagaimana? Lalu menggugat sistem noken yang berasal dari Papua. Riwayat dan keunikan wilayah bagian dari tanah air sendiri tidak dimengerti? Tidak disadari? Mau disalahkan? Berani menyalahkan para ketua suku di tanah Papua? Minta disumpit tombak racun? Bukti yang sebanyak sepuluh truk ketika tiba di MK juga hanya empat bundel dan menjadi lelucon yang tak kalah dengan kulit manggis, sudah ada ekstraknya! Belum dukun yang muncul berdoa dan memukul – mukul tiang gedung MK, maksudnya apa? Supaya mendadak ada gempa dan pilarnya ambruk?

Setelah itu saya sudah malas mengikuti. Jujur tak habis pikir dengan pamor jendral ganteng yang dulu saya sukai. Mas Joko tidak ada apa-apanya dibanding Pak Jendral. Wajahnya ndeso dan memelas, tidak layak dipercaya sebagai pemimpin. Tetapi kejadian seperti ini membuat saya sudah tidak bisa kembali, walau pada satu titik pernah yakin pada wibawa sang jendral. Bicara dan membuka mulut saja sudah membedakan siapa pemimpin dan siapa pemimpi. Dengan segala hormat, yang saya harapkan hanyalah agar masalah ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Petani tetap bisa ke sawah. Nelayan tetap mencari ikan. Penjahit tetap menjahit. Dan saya tetap menulis. Menggugat kebenaran, baik juga. Sehingga rakyat bisa melihat, ‘becik ketitik ala ketara.’ Bukan ‘ala ngaku becik.’

Semalam saya menonton film ‘Knife Fight’. Sayang setengah film saya sudah tidak kuat menonton, karena mengantuk lalu tertidur. Tetapi luar biasa ketika melihat permainan politik yang dicerminkan dalam film tersebut. Bagaimana ‘manager kampanye’ ternyata kenal dengan semua pihak/calon politisi dan mengatur permainan. Sehingga siapa dapat muncul sebagai apa. Membuat saya jadi ngeri juga, apa benar dunia sudah sedemikian bejat? Sehingga pemenang dalam papan percaturan politik dapat diatur sedemikian rupa? Sungguh-sungguh menghalalkan segala cara. Semua kisah masa lalu akan diungkit dan diekspose habis-habisan. Disusun menjadi rangkaian dramatisasi. Betapa kata-kata dapat menjadi setajam belati. Paling hebat adalah episode pembuatan iklan kampanye. Luar biasa! Video yang dibuat sangat menyentuh bahkan dapat membuat penonton menangis haru. Politisi ternyata tak kalah aktingnya dibanding pemain sinetron.

Kata-kata Rob Lowe sang pemeran manager kampanye, aktor lama yang (dulu) sangat ganteng cukup menyentak, “Di dunia politik Anda harus berani mengeluarkan pistol ketika pertandingan hanya sebatas adu pisau.” Maksud yang saya tangkap adalah jika pertarungan secara halus yang hanya menyayat sudah tidak mempan untuk memenangkan pertandingan, segala cara harus dilakukan. Bahkan mungkin cara yang paling kotor, tidak etis, tidak jantan dan tidak diduga. Waduh? Semua masa lalu dikorek dan dicongkel. Hal yang tidak ada diadakan. Yang ada bisa jadi dihilangkan juga. Pokoknya terstruktur, sistematis dan masif. Sedapat mungkin menjatuhkan lawan. Mungkin suatu hari nanti saya akan mencoba menyewa manager kampanye, kalau saya berniat menjadi ketua RT. Hanya ingin tahu, bagaimana sih cara kerjanya?

Facebook Comments

About Josephine Winda

9 comments

  1. terkesan banget sama tulisan ini, mengingatkan saya sama pilihannya bapak dulu..
    Dulu sekeluarga udah mantap banget mau milih sang jendral, tapi setelah memilih kawan koalisi dan kampanye berjalan, pada berubah haluan semua..
    Jadi sadar mana yang eemang bener-bener mau memimpin dan siapa yang ambisi dengan kekuasaan https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • Iyaa sih ‘termakan’ iklan ganteng + gagah + tegas de el el… waduh maafkan aku pak Joko..dulu melihat sampeyan bingung,… ini mas mas dari manaaa? Sekarang?… yo wes manstaaaf lah!https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Itulah politik…….

  3. saya menjadi mengerti sekarang https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  4. katedrarajawen

    Ehm menggugatkebenaran ya> bagi pendukung setia sang jenderal, apa yang mereka lakukan pun menggugat kebenaran bahwa ada yang salah dengan kekalahan mereka, kebenarannya kesalahan itu bukan pada pihak mereka tapi pada pihak lain yang membuat mereka kalah, gimana nih Ci Jo?

    • okay..biarkan saja yang masih ‘ngeyel’ sok aja – kepepet kepepet ada TNI … saya rasa yang suara hatinya nggak buta cukup bertanya pada diri sendiri… tanyanya gini “TANYA KENAPA?” — and then maju ke NOMER 3 : persatuan indonesia… udah ceeeppp! maju…bangun negeri…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif