Home » Rubrik Khusus » Armand's Esai » Survei-surveian, Cabe-cabean

Survei-surveian, Cabe-cabean

wallpaperd.com

wallpaperd.com

Hummmmm Universitas Indonesia kembali heboh dengan hasil surveinya. Sejumlah capres, katanya ditolak. Itu sesuai analisa orang-orang cerdas, 61 jumlahnya.

“Indonesia ini kok makin mengaku cerdas makin jelas bodohnya. Sukanya merasa mewakili perasaan orang lain, merasa pikirannya itu sama dengan ratusan juta jiwa yang bermukim di Indonesia. Aku malu dengan kelakuan UI”, ucap Si Tarno yang tinggal di Sidodadi, Wonomulyo, Sulawesi Barat.

Kita ini dianggap apa coba? Emangnya hasil survei itu Tuhan? Emangnya absolut? Tidak, bukan? Si Tarno kian geram atas cabe-cabeannya orang pintar, latah, ikut-ikutan, heboh-hebohan. Gak mau kalah, si itu lakukan survei, ia juga selenggarakan survei. Padahal tepi-tepinya duit, bayar-bayaran, order-orderan dan pesan-pesanan.

Hancur memang negara ini, kata Tarno. Komplit dah. Tak lama lagi, kita harus buat induk lembaga survei, ini bertugas untuk mensurvei. Siapa yang disurvei? Itu loh, lembaga-lembaga survei yang disurevi, sepertinya ada penyakit jiwa di sana, kita coba buatkan hipotesa: “Benarkah mereka sakit jiwa?”.

Jika mereka mereka marah dicurigai sakit jiwa, devian, kelainan psikis. Maka kita akan jelaskan kepada mereka: “Nah seperti itulah tersinggungnya rakyat Indonesia yang merasa diwakili oleh responden yang hanya se upil¬†itu?”. Jika mereka masih tak terima juga, kita akan suruh mereka untuk mensurvei diri sendiri sebelum mensurvei orang lain, orang banyak, orang yang pikiran dan perasaannya beragam.

Indonesia memang aneh, negeri 1001 keanehan. Budaya numpang tenar jadi trend terbaru, ada tokoh numpang tenar kepada almarhum Gus Dur, ada lembaga numpang tenar kepada Jokowi. Ini benar-benar negeri miskin kreatifitas, latah-latah dan dungu-dungu tapi kok ngaku pintar yah?^^^

Facebook Comments

About Muhammad Armand

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif