Sejati

Hanyalah sebuah lagu. Yah, Sejati. Dilengkingkan oleh Wing’s. Remaja kita tinggalkan, sampai pada bahasa rapuh: Gagal semua impian. Ini lagu miris. Persis ayam, tadinya gagah perkasa, tanduk kaki yang kokoh-runcing, pial yang memerah. Semua atribut ke-macho-an itu, raib. Itu potret kehidupan, setinggi, sekuat, segigih dan rupa kekuatan lain. Ujung-ujungnya akan rebah juga. Semua itu teramatlah alamiah pada nafas hidup manusia.

“Waduh, kenapa jadi begini bentuk tubuhmu? Tak sekekar lagi seperti dulu”, tegur seorang sahabat yang telah terpisahkan selama 30 tahun. Sang Penegur alpa, itu berpotensi mengecilkan hati sang Pemilik Tubuh -yang kekar dulu- sebab ia akan terkenang akan kuat dirinya, 30 tahun yang lalu itu.

Yang demikian itu, tak setiap orang bisa dengan ikhlas menerima keadaan tubuh. Onderdil yang ia miliki, dimodifikasi, diperbaharui, diremajakan dengan beragam tips, merayu kulit wajah agar kembali kencang seperti di masa mudanya. Memudakan diri pun tak dilarang, tiada undang-undang anti muda, anti kuat atau anti gagah dan anti cantik.

Hanya saja, manusia kerap sangat lupa, lupa bersyukur atas apa yang telah diberikan padanya. Ia lupa sekali, bahwa tiada pantas manusia merasa cantik hanya kaarena ‘dibuatkan’ kecantikan oleh modus operasi plastik, membesarkan itunya dengan silikon dan macem-macem. ia tak boleh menyandang kata cantik kecuali jika ia jujur bahwa ini adalah kecantikan palsu, kegagahan palsu. Artinya, ia terima kepalsuan itu. Apa adanya!

Sejatinya, manusia bermodalkan perilaku saja, sebab sudah sudah terlalu banyak manusia mengeluh akan ketuaannya, ia lagi-lagi lupa bahwa masa tua adalah masa indah, closing age, masa senyuman. Lalu, ada dua tipe manusia di usia senja: Orang tua dan Orang lama. Orang yang tua, benar-benar bernasehat, sedang orang lama lain adalah obyek nasehat. Orang tua seperti ini, tak layak disebut orang tua, tetapi orang lama. Hidupnya lama, tetapi tak bisa dijadikan model yang baik untuk kelanjutan hidup generasi berikutnya. Itu kata pamanku, yang baru saja bertandang di rumahku^^^

Facebook Comments

About Muhammad Armand

2 comments

  1. katedrarajawen

    kok kayak mirip merek rokok bro

  2. Muhammad Armand

    hahahahahaha
    Bro
    emang bikin bangga :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif