Home » Rubrik Khusus » Armand's Esai » Bercinta di Thailand

Bercinta di Thailand

No comment

Sesama warga Thailand, beda negara hahaha

Cewek Thailand, miliki kecantikan unik. Mata nyaris sipit, kulit putih, fresh. Menggoda memang! Kususuri Pantai Pattaya, banyak wanita dijual-pajang-seksi. Sangat terbuka. Deal or Not Deal. Pengunjung dari Indonesia, salah satu negara terbanyak peminat bisnis erotik itu. Malam itu, penjaja seks Pattaya, menyangkaku Warga Negara Thailand, mereka segan menghampiri sebab pikiran mereka: “Orang ini tak mungkin mau booking saya”.

Kugunakan bahasa Indonesia, masih juga belum percaya jika Ketiker ini asli Indonesia. Untuk menambah keraguannya, kupakai bahasa Thai terbata-bata. Biar dia bisa nyaman. Karena serumpun dengan mereka.

Yakin juga akhirnya jika penulis ini wong Indonesia, Melayu. Semangatlah dia, ramah dan bergelora untuk ‘merampok’ Bath di dompetku, malam itu, pukul 23.07 (Waktu Bangkok-Jakarta). Namanya, Buppha Chailai. Manis sekali, masih terkategori Anak Baru Gede. Centil dan bebas rokok. Cukup mengerti komunikasi Indonesia, ini simbol bahwa Chailai banyak berinteraksi dengan pendatang dari Indonesia. Pelancong Indonesia memberi corak bahasa di sini. Walau ciri khas orang Thailand memutarbalik huruf R dan L. Jika mereka hendak berkata: “Jangan buru-buru”, maka yang mereka ucapkan: “Jangan bulu-bulu”. Dan bila mereka berkata: “Ada burung di sangkar”, ia bilang: “Ada bulung di sangkal”. Terkesanlah penulis bahwa warga Thailand berbahasa Indonesia persis anak kecil yang baru belajar bertutur.

Lalu, keakraban itu tercipta dengan sempurna. Hingga bersentuhan dekat, dan ia berbisik: “Kamu mau pake saya tidak?”. Aku tersenyum, karena ia tak mengenalku, apa profesiku dan apa tujuanku ke Pattaya. Aku adalah pengamat AIDS. Manalah mungkin pengamat merangkap pelaku transaksi seks bebas! Yah mbok, kan lucu kalau besok-besok justru saya yang diamati oleh NGO.

“Kalau kamu, bayar saja 200 Bath”, bujuknya. 200 Bath itu dikonversi ke rupiah setara dengan Rp.80.000,-. Dia tegaskan lagi: “Mulah…mulah kok”. Kujawab: “Emang mulah, cuman 200 Bath. Tapi ongkos pengobatan kelaminku bisa sampai 10 juta atau 2.500 Bath Thailand”. Ia ngakak…^^^

 

Facebook Comments

About Muhammad Armand

4 comments

  1. katedrarajawen

    KOk tahu murah Bro? Emang biasa yang dipakai berapa tarifnya hihihi

  2. Anita Godjali

    Syukurlah, saudaraku tak suka membeli barang murah apalagi murahan https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif