Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Scammer Makan Korban Lagi, Kali Ini Wanita Bersuami !

Scammer Makan Korban Lagi, Kali Ini Wanita Bersuami !

306706_118615044947862_1421955553_n“ Ibu, bulan July lalu saya punya hubungan di FB dengan orang Amerika bernama Scott. Dia Manager di NC Constration Building Contractors. North Carolina, USA. Statusnya duda anak satu. Dia mengaku jatuh cinta padaku dan entah mengapa aku begitu mudah percaya. Padahal aku sudah menikah. Katanya dia akan datang ke Indonesia dan sebelum datang dia akan mengirim paket sebagai tanda cinta. Didalam paket itu ada hadiah laptop, camera digital, berlian, jam tangan, baju, sepatu dan parfum.”

Demikian pesan yang saya terima dari seorang ibu cantik sebut saja namanya Winda.

Hati saya menduga pasti Winda sudah membaca artikel artikel saya di Kompasiana dan sudah tertipu tapi hatinya masih ragu kalau Scott itu seorang scammer.

Windapun melanjutkan kisahnya,

“ Tanggal 5 Agustus paket sampai di Indonesia, ada petugas yang menelpon katanya aku harus bayar pajak Rp. 9.000.000,- Aku sangat bingung karena tak punya uang sebanyak itu. Lalu kutelpon Scott , katanya aku disuruh pinjam uang dari mana saja, nanti akan diganti karena dia menyelipkan uang didalam paket itu.”

Dengan meminjam dari teman temannya, pada tanggal 6 Agustus 2013 Windapun transfer uang pajak ke bank BNI Cabang Pasar Majestik Jakarta, no account : 0296622XXX, atas nama ElvXXX SaXXXXX

Tanggal 7 Agustus 2013 , Winda menerima email dari seseorang yang mengatakan bahwa pajak sudah di bayar tapi paket tak bisa dikirim ke kota tempat tinggalnya karena ketahuan ada uang didalam paket sebanyak 350.000 USD dan ia terkena pasal pencucian uang.

Kembali Winda menghubungi Scott dan ia diminta menghubungi perusahaan yang mengirim paket tersebut untuk menanyakan langkah apa yang harus ditempuh. Seperti biasa scammer makin serakah, Winda diminta membayar denda sebesar 10 juta rupiah.

Disinilah Winda kembali bertanya pada saya,

“ Ibu, mohon bantu aku, apakah Scott itu scammer? Karena sampai saat ini kami masih chat dan dia masih menanyakan uang yang 10 juta itu. Mohon pendapat dari ibu”

Sayapun menjawab langsung saat itu juga

“ YES, 1000% Scott itu scammer! Jangan kirim uang lagi. Hadiah ngga pernah ada.”

“ Jadi aku benar benar di tipu ? Ya Allah, ibu… aku sangat berdosa pada Allah juga suamiku. Dia ngga tahu aku berhutang dan uangnya kukirim pada jahanam itu! ”

Entah dengan cara bagaimana akhirnya Winda mendapatkan alamat Elv si pemilik rekening lalu minta bantuan aparat untuk menangkapnya, sayang ternyata dia sudah pindah.

Suatu hari Winda pura pura chat lagi dengan Scott dan lagi lagi ia menanyakan uang denda yang 10 juta rupiah. Kata Scott kalau uang ngga dikirim artinya Winda tak serius, maka paket hadiah akan diambil kembali. Disitulah amarah Winda memuncak, ia maki Scott dengan kata kata kasar. Scammer mana punya malu, walau dikatain kayak apa yang penting duit udah dapat diapun berkipas kipas.

Hingga saat ini Winda masih depressi memikirkan cara mengembalikan uang teman teman nya yang ia pinjam, ditambah lagi keadaan ekonomi keluarganya saat ini sedang krisis. Sungguh berat cobaan yang harus ditanggungnya, sedang si scammer berlenggang tenang mencari mangsa baru.

Saya terus memberi semangat pada Winda agar ia tak terpuruk. Semoga kisah Winda menjadi pelajaran bagi kita semua.

Catatan Penulis :

1. Melihat nomor akunnya bank di Indonesia maka dia pasti orang Nigeria yang berada di Indonesia dan pemilik rekening wanita Indonesia yang menjadi kaki tangan scammer.

2. Saat Scott telpon , Winda tak bisa membedakan aksen bule dan Nigerian, pokoknya berbahasa Inggris.

3. Pengirim email yang minta pembayaran denda dan pajak, orangnya satu yaitu Scott. Dia memiliki beberapa email dengan peran berbeda.

Terima kasih untuk “Winda” yang sudah mengizinkan saya menulis kisahnya.

Keterangan photo :

Ngaku bule namanya Scott Mann (FB : https://www.facebook.com/scott.mann.148553)

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif