Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Perempuan Perempuan Korban Scammer Cinta

Perempuan Perempuan Korban Scammer Cinta

Perempuan korban scammers cinta sudah terlalu banyak, bukan hanya di Indonesia tapi juga di Australia. Mereka bukan saja patah hati tapi uangpun terkuras habis. Demi pujaan hati mereka rela pinjam sana sini, menjual rumah, perhiasan hingga mengambil seluruh tabungan dari hasil kerja seumur hidup. Padahal artikel tentang tipu daya scammers cinta sudah beredar dimana mana dalam berbagai bahasa. Namun masih saja ada wanita yang mudah tergoda dan jatuh cinta pada si scammers cinta.

1362500912474848898_300x254.79452054795

Jette Jacobs semasa hidup suka travelling

Pada bulan Februari lalu, Jette Jacob seorang wanita Australia korban scammer cinta ditemukan meninggal disebuah guest house di Johannesberg, Africa Selatan. Kematiannya sangat mencurigakan dan masih diselidiki oleh pihak kepolisan setempat.

Empat tahun lalu , Jette Jacobs (67 th) berkenalan dengan lelaki asal Africa bernama Jesse Orowo Omokoh (29 th) lewat dating online. Janda beranak enam yang suaminya meninggal 11 tahun lalu mungkin merasa kesepian. Rayuan maut Jesse bukan hanya membuat Jette jatuh cinta tapi juga rela mengirim uang hampir setiap bulan. Total yang terkirim selama empat tahun menjalin cinta sebanyak A$200,000. Anak anaknya sudah memperingatkan Jette bahwa si pria itu Nigerian scam. Mereka juga memperlihatkan artikel tentang scammer tapi si ibu tak pernah mau mendengar nasihat anak anaknya. Cinta telah membutakan pikiran, mata dan hati ibu yang cerdas ini .

13625010351183598288_300x254.79452054795

Tahun 2012 Jesse Orowo Omokoh melamar Jette Jacobs lewat internet dan memintanya datang ke Africa Selatan untuk menikah di sana. Pada bulan November 2012, Jette pun berangkat sendirian ke Africa Selatan walau anak anaknya sempat mencegah. Diduga ia akan menetap di sana setelah menikah dengan sipujaan hati. Tanggal 9 Februari 2013 , ia ditemukan tewas di sebuah guest house, Jette , mengejar cinta sampai ke Africa ,namun harus berakhir dengan kematian. Sungguh tragis nasib ibu ini. Semoga penyebab kematiannya cepat terungkap.

Korban lain wanita Australia juga yang tak ingin diketahui indentitasnya. Suatu hari ia berkenalan lewat dating site dengan “Mike” yang mengaku duda asal Amerika dan menetap di Malaysia. Hampir setiap hari Mike mengumbar kata kata cinta, kadang mengirim bunga, dan menulis surat cinta. Si wanita yang hidupnya kesepian akhirnya jatuh cinta. Hampir setahun mereka menjalin cinta dan setiap Mike mengeluh masalah keuangan, dengan senang hati si wanita mengirim uang. Beberapa kali Mike berjanji akan datang ke Australia, tapi ada saja alasan membuat ia batal datang. Tak lama Mike menghilang setelah si wanita mengirim uang tabungannya sejumlah A$90,000.

Merasa dipermainkan cintanya dan dikuras uangnya, si wanita menyewa seorang private investigator wanita berinisial JR. Sang detektif berpura pura ingin berkenalan dengan Mike lewat internet. Seperti biasa rayuan gombal bertaburan dan akhirnya Mike minta uang A$20,000 dengan alasan yang sama. JR menyanggupi tapi ia mengantar langsung uangnya ke Malaysia. Disanalah akhirnya semua terbongkar, ternyata Mike nama palsu dan aslinya dia orang Nigeria. Komplotan scammers cinta ini tertangkap namun sayang uang si wanita korban cinta Mike tak bisa kembali.

Sungguh hati saya miris dan tidak rela setiap kali mendengar kisah para perempuan korban scammer cinta. Pesan saya, hati hatilah jika berkenalan dengan pria lewat internet. Jika baru kenal sudah sok akrab dan mulai gombal. Tak lama kemudian si dia mulai mengeluh dan minta uang. Percayalah, dia pasti SCAMMER CINTA.

Mari ingatkan keluarga dan teman teman agar jangan terjebak scammers cinta.Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : The West Australian and That’s Life

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif