Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Dimaki Penipu yang Gagal Menjual Tiket Pesawat Murah

Dimaki Penipu yang Gagal Menjual Tiket Pesawat Murah

Bermacam cara orang menipu di Indonesia, dari SMS berhadiah , mama minta pulsa, minta transfer , lowongan kerja dan yang baru saya alami tawarantiket pesawat murah.  Dari pertama si penipu kirim SMS saya sudah tahu bahwa ini penipuan, berhubung sedang ada waktu luang tak apalah ingin tahu  bagaimana cara dia menipu.  Dalam kisah nyata ini saya berperan sebagai ibu Oon Cemplon

Hari Rabu tanggal 28 January 2014 saya menerima SMS dari nomor telpon 085336287957

” Apabila butuh tiket pesawat murah, booking online 24 jam dengan harga promo untuk penerbangan domestik dan international. Hubungi/SMS kami 085351058888. www.bravo-travel.com

Hal pertama yang saya lakukan mengecek alamat website dan ternyata itu biro perjalananresmi di London, UK.Lalu saya kirim SMS kenomor diatas bahwa saya dan tiga orang teman berminat membeli tiket dari travel tersebut untuk berangkat ke Singapore atau Bali.

Lima menit kemudian ada telpon masuk dari nomor 08525108888, mengaku bernama Yoga dengan logat suku tertentu. Katanya kalau kami mau ke Singapore harus berikan nomor passport. Harga tiket ke Bali Cuma Rp. 600.000pp dengan pesawat Lion Air.

Saya ajak bicara panjang lebar biar pulsanya habis lalu pura pura tanya namanya lagi, eh ganti jadi Darmawan dia lupa tadi namanya Yoga.Kalau disambung keren juga jadi Yoga Darmawan. Tentu saja nama tersebut 1000% palsu. Saya bilang atas kesepakatan para emak maka kami akan ke Bali saja. Saya berikan jadwal keberangkatan pagi, Jakarta – Denpasar tgl 1 Feb 2014. Kembali 6 Feb 2014. Daftar penumpang Oon Cemplon, Indah Dinata, Tutut Handayani dan Lily Kabaske (tiga nama asal comot saja, maaf kalau ada yang sama )

Seperti sudah saya duga sejak saat itu pak Yoga jadi rajin telpon dengan nada sangat santun untuk meyakinkan saya, termasuk soal pembayaran katanya ke rekening kasir Lion Air. Sayapun menambahkan bahwa kami para emak baru pernah naik pesawat dan senang sekali bisa ke Bali dengan harga tiket super murah.

Hari menjelang sore, kode booking belum saya terima. Saat saya SMS jawab pak Yoga sedang sibuk meeting dengan clients. Memang pegawai travel cuma satu ya? Mungkin dia lagi bingung cari akun bank orang lain yang bisa diajak kerja sama. Jam 8 malam masuklah SMS dari pak Yoga

“ Lion Air total payment pembayaran tiket Rp. 2.400.000,- ke nomor rekening BRI 0506-0101-3111-506a/n Yulia Santi. No. Rek Mandiri 140-0013-566-006 a/n Warti Aniatun. Time limit satu jam dari sekarang.”

Sayapun SMS lagi , kode booking belum terima koq suruh bayar sih? Tak lama pak Yoga membalas dengan memberikan 4 nomor kode booking , disini saja dia sudah salah. Dimana mana kalau pesan tiket untuk 4 orang bersamaan , ya kode booking hanya satu. Lucunya lagi saya dikejar kejar suruh bayar malam itu juga.

Saat pak Yoga telpon jam 10 malam, saya jawab aja.

“ Ya Allah pak…rumah saya dikampung, jauh ke ATM , teman teman saya juga jauh gimana harus bayar malam ini. Besok saja ya pak? “

“ Wah tidak bisa bu, dari pihak Lion Air ngga bisa kasih waktu, ini tiket promo atau terpaksa kami batalkan saja. Pinjam saja bu sama saudara atau teman teman untuk bayar biar tiket tidak hilang.”

“ Ngga ada yang bisa dipinjamin pak, semua pada susah! Ya udah ngga apa apa pak batalin aja! Kejam amat tuh Lion Air ngga sabar bener!” Jawab saya sambil bilang dalam hati nih orang ngga sabar mau nipu.

Saya diminta menunggu katanya pak Yoga akan bicara dengan atasannya. Tak lama kemudian dia telpon lagi dan pembayaran bisa dilakukan esok hari maksimal jam 10 pagi.

Pagi ini tanggal 30 Januari 2014 jam 9 sudah ada telpon masuk berkali kali ke hp saya yang disilent biar ngga berisik. Saya diamkan dulu sampai jam sepuluh pagi saya miscall pak Yoga.

“ Hallo ini dengan ibu Oon Cemplon? Saya dengan pak Yoga dari Bravo Travel. Apa ibu sudah melakukan pembayaran?”

“ Belum pak, maaf uang belum kumpul semua. Tadi saya bicara sama bu Indah katanya mana nomor tiketnya biar bisa bayar di ATM?”

“ Jadi uang belum kumpul? Gimana sih ibu Oon serius apa ngga sih? Nomor tiket itu kalau sudah bayar baru terima.”

“ Lho bukankah kalau mau bayar berdasarkan nomor tiket pak?”

“ Bu Oon bego bener, saya kan orang travel lebih tahu dari anda!” Hmm sudah mulai naik darah.

“ Oh iya pak maaf, iya nanti segera saya bayar ya pak? Mana alamat kantor bapak, langsung nih saya bawa uangnya. Tapi koq kemarin saya cek online di Lion Air kode bookingnya ngga ada ya pak? “

Tak lama pak Yoga teriak memaki maki saya dengan kata kata

“ Pexxxcur! Anxxxng kamu! bangxxt kamu! Sudah buang waktu saya dari kemarin!”

Dengan tenang saya dengarin saja ocehannya sambil menjawab santai,

“ Lho koq orang travel galak amat? “

eh dia makin ngamuk lalu menutup telponnya. Mudah mudahan saja tuh penipu kagak kena stroke.  Belum puas kali ya, pak Yoga pun SMS lagi dengan makian. Buktinya ada dibawah ini :

13910777661639323426_300x419.73684210526

Sayapun membalas SMSnya :

“ Sudahlah jangan marah marah karena gagal nipu saya. Masa pegawai travel kayak preman! Lagi bapak asal deh, masa sih Bravo travel yang punya orang Inggris ngakunya punya bapak.Mana ada bayar tiket pakai nama perorangan? Bapak ngga takut Tuhan ya? Terima kasih atas makiannya ya pak. Saya doakan semoga Tuhan memberkati Bapak sekeluarga.”

139107784290338008_300x182.53012048193

Sejak itu tak ada lagi SMS balasan dari pak Yoga.

Duh pagi pagi sudah sarapan dimaki  penipu dengan kata kata  kotor karena gagal menipu uang saya. Kalau dipikir pikir penipu di negeriku koq aneh ya? gagal nipu malah memaki. Saya saja yang mau ditipu santai tuh! Mestinya kan saya yang marah.

Saya doakan semoga penipu DUMAY dan DUTA segera sadar, bahwa memberi makan anak istri dengan uang haram tak akan berkah.  Amin.

Salam Waspada!

Facebook Comments

About fey down

One comment

  1. katedrarajawen

    Hahaha lucu dan aneh ya, dia yang nipu dia yang marah:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif