Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Rosa, Sigadis Cantik Hampir Tertipu Scammer Cinta

Rosa, Sigadis Cantik Hampir Tertipu Scammer Cinta

Senang rasanya hati ini ketika mendengar curhat dari seorang gadis cantik Rosa (samaran) tentang bagaimana ia memakai logika saat mulai jatuh cinta pada bule maya. Ternyata dia sering membaca artikel artikel saya tentang scammers yang menurutnya sangat bermanfaat sekali untuk menghadapi scammers Dumay dan Duta. Alhamdulilah.

Sebut namanya Rosa, wanita cantik ini tiba tiba kirim pesan pada saya lewat FB:

“ Salam kenal dari teman FB. Saya melihat mbak seorang pemerhati scammer. Saya mau curhat boleh ngga? “

Tak lama kemudian Rosa berkisah :

Awal perkenalanku dengan lelaki bule ini pada Agustus 2013. Mengaku bernama Gregory Anderson asal Norwegia dan tinggal Escondido , America. Seorang kontraktor minyak yang sukses, istrinya meninggal dan punya anak satu. Mulanya aku cuekin tapi akhirnya bulan October kami mulai dekat. Bulan Desember 2013 dia bilang cinta dan kamipun resmi pacaran.

Tadinya aku cuma iseng meladeni tapi lama lama aku tertarik juga. Pertengahan Januari lalu Gregory janji jika menang tender di China akan ke Bali menjemputku lalu ke Jakarta.

Minggu ke 3 di bulan Januari , dia bilang menang tender dan akan berada di China selama 3 minggu. Aku mulai was was dan tetap waspada perhatiin gerak geriknya.

Di akhir minggu ketika Greg bilang kontraknya di China sudah mau selesai dan akan balik ke UK menemui client serta ambil cek kedua. Lalu balik ke Amerika untuk mengurus kedatanganku. So sweet banget dan sempat terbayang mau honeymoon kemana ya?

Sebelum pulang dari China Greg akan kirim hadiah Imlek untukku, lalu aku disuruh kirim ukuran sepatu, cincin dll. Anehnya belum sampai 24 jam dari kukirim list, dia bilang hadiah sudah dipaketin. Dalam hatiku kapan belanjanya? Dia minta alamat lalu saya kasih alamat palsu. Sudah kubilang agar kirim barang pakai courir yang bagus seperti DHL, TNT atau FedEx, tapi dia kirim pakai Global Express Courir yang Head Officenya di Benin Africa.

Dibawa kolom chat aku lihat providernya MTN di South Africa bukan di China. Aku cek juga courier servicenya, kutelpon dan mereka bukan di Benin tapi negara lain. Website dan email address semua beda.

Dari sinilah aku mulai sadar bahwa pasti sebentar lagi aka ada email untuk track cargo dan ujung ujungnya suruh bayar. Benar saja aku diminta bayar 750 USD. Aku diminta mengirim uang lewat Western Union, dengan data sbb :

Receiver’s name : Chukwudebelu Arinze Emmanuel

Receiver’s address: Benin Republic Cotonou

Question : Colour

Answer : Pink

Sender’s name:

Sender’s address: Canada

Mtcn/Refrence Number: ……………………………….

Aku ngga ladenin lalu Greg chat denganku dan bertanya apakah barang sudah sampai karena dia sudah keluar uang banyak untuk Global Express Cargo. Kujawab belum kuambil karena courier minta fee dan aku ngga punya uang. Masa cargo minta bayaran kiri kanan?

Seperti yang saya duga, Greg merayu rayu agar saya mau membayar fee tsb tapi aku tetap bilang tak punya uang. Akhirnya dia marah marah katanya aku mempermainkan cinta dia dan ngga percaya sama dia. Lalu bicara sangat kasar padaku dan terakhir sekalian aku maki maki.

“ Hey kenapa loe yang marah udah gagal nipu orang! Kamu kira aku bodoh bisa dikibulin? Ngga bakal kena lah sama aku!! “

Sejak itu Greg ngga berani kontak lagi.

Hal hal yang aku temukan selama menjalin kasih dengan si scammer :

1. Waktu pertama online video chat dia telanjang dada dan diatas kepalanya ada ceiling fan. Aku tanya dong, waktu itu mid December kan di US dingin masa pakai fan?

2. Waktu aku suruh kirim photo, dia kirim kayak editan dan cuma sekali , sisanya cuma bunga bunga aja.

3. Waktu dia bilang menang tender di China, dia kirim bukti sertificate tender senilai 3,6 juta poundsterling plus cek senilai 1,6 million poundsterling dari sebuah perusahaan di Scotland namanya Morrison untuk supply minyak . Saya cek perusahaan Morrison itu basisnya super market walau ada juga divisi gas station. Anehnya lagi, kontrak sebesar itu masa dimenangkan oleh kontraktor perorangan.

4. Suatu hari di China Greg bilang lagi lunch, aku suruh kirim photo makanannya. Ternyata yang dikirim nasi goreng dan disebelahnya ada menu. Saya zoom menunya ternyata dalam bahasa Malaysia. Padahal dia bilang ngga suka makanan Asia. Jika benar dia di China dan berada diresto Malaysia, pastilah menunya dalam bahasa Inggris dan China. Itu menurut pemikiranku.

Membaca curhat Rosa diatas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa :

1. Scammers sabar menunggu kalau merasa mangsanya empuk. Ada yang menunggu sampai 6 bulan

2. Iming2 hadiah adalah modus lama, untung Rosa pintar dengan mencari website courier tersebut yang ternyata palsu.

3. Makannya nasi goreng dengan menu bahasa Malaysia. Maka jelas si scammer ada di Malaysia.

4. Nama penerima uang : Chukwudebelu Arinze Emmanuel, bisa keluarganya atau gangnya di Benin Africa.

5. Sertificate dan cek yang diperlihatkan adalah palsu.

6. Jika gagal menipu, si scammer akan memaki dengan kata kata kasar seolah dia sangat dirugikan karena sudah keluar uang ribuan dollar untuk mengirim hadiah. Jika dia berhasil maka akan tertawa berkipas dengan uang jarahan sambil terus minta tambahan lagi untuk biaya itu ini. Kalau ngga dikasih maka dia menghilang tanpa jejak. Hapus FB, ganti photo, ganti email dan ganti hp.

Lalu dalam kata penutup ada pesan lagi untuk saya :

“ Benar kan bun, Greg itu scammer? Cuma koq dia sabar banget nunggu sampai 3 bulan. Makanya saya percaya ngga percaya tapi tetap waspada karena sering baca update tentang scammers dari bunda. Aku mau membantu sesama wanita agar tidak tertipu scammers yang kerjanya cuma nipu uang orang, bermodal photo dan kata kata gombal. Terima kasih banyak ya bun, aku sangat tertolong dengan oleh artikel artikel bunda tentang scammers. Semoga kebaikan bunda dibalas oleh Tuhan YME. Amin. (Rosa)

Teringat kata kata seorang scammer bernama M asal Nigeria :

” Wanita Indonesia yang mudah ditipu bukanlah karena mereka bodoh, tapi karena mereka terlalu percaya dan serakah pada tawaran kegantengan walau cuma modal photo, kekayaan dan jabatan walau itu sekedar kata kata dan rayuan walau cuma gombal saja. “

Lain lagi kata seorang pria Indonesia bernama K yang kini jadi penipu maya :

” Aku jujur, wajahku pas pas an tapi aku pekerja keras dan bertanggung jawab. Herannya tak ada satupun wanita yang mau aku dekati. Akhirnya aku coba coba pakai ID palsu di FB. Kupasang photo pria ganteng yang kudapat dari internet, ku bilang aku pengusaha kaya plus rayuan gombal. Ternyata begitu banyak perempuan tergila gila. Mereka siap aku suruh apa saja. Ku pura pura butuh uang, mereka kirim. Kusuruh pose telanjang mereka mau. Aku tidak bodoh aku cari wanita yang tidak tinggal di Indonesia jadi ngga ada alasan untuk jumpa. Ternyata banyak wanita yang lebih suka dibohongi lalu ditipu. Dari pada jujur cuma bikin hatiku hancur.”

Kita tak mampu menghentikan kejahatan didunia maya dan nyata, baik oleh penipu lokal atau international. Maka kitalah yang harus melindungi diri, berdoa dan gunakan logika saat jatuh cinta.

Mari saling mengingatkan agar berhati hati pada kejahatan scammers dimana saja. Bersama kita bisa, bersatu kita mampu.

Salam Waspada,

Catatan :

Terima kasih pada ” Rosa ” yang sudah mengizinkan saya menuliskan kisahnya.

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif