Home » Rubrik Khusus » Fey's Corner » Hati-hati Scammer Pembuat Dollar Palsu Kini Makin Canggih

Hati-hati Scammer Pembuat Dollar Palsu Kini Makin Canggih

14108849081462781607Picture ( www.facenfacts.com)

Tadi malam ada pesan dari sahabat FB saya dari wanita cantik berinitial TN. Ia menceritakan bagaimana terjebak scammers pembuat dollar palsu. Beruntung ia keburu sadar dan selamat kembali ke Medan. Cara mereka bekerja makin canggih saja.

Saya teringat jaman tahun 2004 punya usaha di Jakarta Pusat. Saat itu memang sudah ada scammers pembuat dollar palsu dan cara mereka cari mangsa bukan lewat email tapi kaki tangannya ngajak berteman dengan pura pura datang ketempat usaha saya. Lalu beralasan ada boss bernama John yang  ingin investasi di Indonesia karena kebanyakan duit. Saya yang waktu itu belum banyak tahu tentang scammer, dengan lugunya datang bersama kawan bernama Wati menemui si boss tadi.

Sampai di apartment dimana si John menginap, saya ditunjukan cara membuat dollar palsu dengan cairan kimia. Langsung otak saya bekerja dan teringat kisah teman India yang tertipu oleh komplotan scammers. Dia kehilangan 5000 dollar asli yang kata mereka bisa dibuat berlipat ganda. Saat itu juga saya mengerti bahwa kami dalam bahaya namun alhamdulilah saya dapat mengatasinya.

Dalam perjalanan pulang, kepala saya sempat dijitak oleh Wati karena telah membuatnya ketakutan setengah mati, padahal sayapun ketakutan juga. Katanya gimana kalau saat itu polisi datang menggrebek, pasti kita dikira kaki tangan mereka. Oh bener juga  ya?  Once is enough kata saya dalam hati. Kapok deh ah  ogah lagi ketemu komplotan scammers.

Atas izin TN maka saya share kisahnya untuk kita semua :

“ Bunda, seorang scammer ada juga yang tak pakai FB dan photo palsu tapi mereka menipu lewat kaki tangannya yang berteman dengan calon korban. Ini adalah pengalaman saya sendiri pada tahun 2013. Kalau tidak waspada dan pura pura mengikuti permainan mereka entah apa yang terjadi pada saya.

Saat itu saya punya usaha di Jakarta dan tinggal bersama sekretaris saya di apartemen Kalibata . Lalu saya berkenalan dengan seorang pria Nigeria bernama GZ. Dia punya usaha export pakaian dari Tanah Abang ke Jimbabwe.

Suatu hari dia datang menemui saya dan menceritakan bahwa GZ punya teman bernama D yang saat itu masih di Singapore dan memiliki uang dollar Amerika yang sangat banyak.

Penyebab D lari ke Singapore karena dia mau di habisi oleh keluarganya demi untuk mendapatkan uang tersebut. Alkisah orang tua D meninggal dan mewarisi uang di bank dan hanya bisa diambil oleh D sendiri

Sayapun bertanya apa masalahnya dan mengapa menceritakan ini semua. Lalu GZ menjawab bahwa dia butuh orang yang sangat terpercaya untuk menyimpan uang D, karena tak mungkin disimpan di bank Indonesia.

GZ lalu mempercayakan saya untuk membantu D. Apabila D mengambil kembali uang tersebut maka saya akan diberi imbalan 40% dari jumlah uang yang ada. Kata GZ, D ingin membuka usaha di Indonesia.

Tak lama kemudian D datang ke Indonesia setelah saya menyatakan sanggup menerima titipan tersebut. Tiga hari setelah kedatangan D , saya bersama GZ menemuinya disebuah bungalow di Jalan Tenggiri, daerah Ancol. Sepanjang jalan diam diam saya sms sekretaris saya agar tahu dimana posisi saya saat itu. Setelah saya dan GZ tiba disana, kami bertemu dengan D yang ternyata berasal dari Nigeria juga.

Setelah berbincang bincang sebentar lalu D berdiri menuju sebuah lemari dan mengeluarkan 2 buah koper yang dibukanya dengan kode tertentu. Ternyata isi kopernya penuh uang dollar Amerika yang satu sama lain tersambung oleh plastik.

Saya berpikir apa benar uang ini mau dititipkan pada saya? Saat itu saya belum sadar kalau sedang berhadapan dengan komplotan scammers. Mengingat selama ini kebanyakan dari mereka menipu lewat FB dengan photo palsu.

Tak lama D mengeluarkan 5 renceng uang dollar yaitu 100 USD dan 50 USD. Lalu diletakkan diatas meja sambil cerita bahwa semua uang ini asli tapi tidak bisa diputuskan sambungannya. Lalu saya coba memutuskan tapi memang tidak bisa.

Kata D rencengan uang tersebut bisa di putuskan dengan minyak tertentu yang hanya dijual di Amerika. Iapun membawakan contoh minyak tsb lalu dipercikan pada tiap sambungan uang. Setelah uang terpisah maka harus direndam air untuk menghilangkan bau minyak tsb. Tak lama ia keringkan dengan handuk, saya pun membantunya. Lalu saya disuruh memilih secara acak lima ratus dollar agar tak dianggap uang palsu. Tak lupa D berpesan agar saya menukar uang tersebut ke Money Changer dalam perjalanan pulang nanti.

Saat saya hendak pulang, D mengingatkan bahwa ia membutuhkan minyak untuk memisahkan semua uang yang ada dan minta saya membantu meminjamkan uang untuk membeli minyak tersebut dengan alasan uangnya tak cukup. Saya pura pura bertanya berapa harganya, katanya perliter 100.000 dollar USD dan perlu dua liter untuk semua yang yang ada di koper tsb

Saat itulah saya baru sadar dan otak mulai menangkap sinyal kalau mereka adalah scammers pembuat dollar palsu. Saya berusaha menenangkan diri karena masih berada diantara mereka. Tak ingin jiwa saya terancam jika melakukan tindakan yang mencurigakan, misalnya menolak apa yang mereka inginkan.

Sayapun mendapat akal dengan mengatakan bahwa saya sanggup meminjamkan uang sebanyak 200.000 USD dalam minggu ini tapi saya minta bukti dulu kalau uang dollar yang mereka berikan itu asli. Kata D silahkan tukar dan buktikan bahwa dia tidak bohong. Sayapun pulang dengan terus mengucap syukur Alhamdulillah

Dengan menumpang taxi, saya dan GZ menukarkan uang ke Money Changer dan ternyata memang benar uang itu asli. Total yang saya dapat Rp 5.500.000. Sayapun meyakinkan GZ bahwa uang akan secepatnya saya carikan dengan maksud agar dia tak curiga. Kamipun berpisah dan pulang ke rumah masing masing.

Setengah bulan berlalu dan saya sudah kembali ke Medan. Tiba tiba GZ menelpon menanyakan uang yang saya janjikan. Habislah dia saya maki maki dengan mengatakan bahwa dia dan D adalah komplotan scammers.

D dan GZ yang berniat menipu saya tapi malah memberikan uang 500 dollar. Hanya hingga saat ini saya berpikir dari mana mereka mendapatkan uang sebanyak itu? (TN)

Kesimpulan penulis dari kisah diatas :

  • Cara mereka memancing korban hampir mirip dengan yang saya alami. Kalau saya dengan iming2 seorang boss ingin investasi di Indonesia, sedang TN dengan titipan uang warisan.
  • D sebenarnya tak ada di Singapore tapi di Indonesia. Mana mungkin semudah itu lolos membawa uang palsu dalam koper dari Singapore.
  • Saya diperlihatkan cara membuat dollar palsu dari berbentuk kertas lalu diteteskan cairan kimia, di cuci dan di setrika. Sedang TN diperlihatkan cara memisahkan uang palsu tsb dengan minyak tertentu.
  • Teman India saya yang jadi korban dijanjikan bisa melipat gandakan uang dollar sedang TN dijanjikan semua uang rencengan bisa dipisahkan dengan membeli minyak tertentu.
  • Dulu mereka menyewa apartement dan sekarang sewa bungalow seperti yang diceritakan TN

Cara mereka menipu:

Menurut kisah teman India berinitial GB yang tertipu scammers. Ia menyerahkan uang 5000 USD dan akan menerima 10.000 USD. Saat itu ada 3 orang di dalam apartment. Uang dibawa masuk kedalam kamar dengan alasan uang asli akan dicampur cairan kimia dan tempelkan ke kertas yang sudah disediakan. Lalu dicuci dan dikeringkan.

Tak lama keluarlah salah satu dari mereka dan menyerahkan bungkusan pada GB dengan pesan boleh dibuka setelah dua jam karena saat itu uang masih basah. GB menunggu di ruang tamu dan dia tak tahu komplotan tsb telah kabur satu satu dengan membawa uang asli 5000 USD. Setelah dua jam GB membuka bungkusan tsb yang ternyata isinya potongan kertas seukuran uang dollar.

Begitu juga kisah TN, jika saja dia menyerahkan uang 200.000 USD maka iapun hanya menerima uang uangan alias uang palsu. Sedang uang asli pasti dibawa kabur.  Untunglah dia keburu sadar dan tetap tenang saat bersama mereka.Sayapun berpesan pada TN agar jangan lagi tergiur dengan tawaran yang tak masuk diakal.

TOO GOOD TO BE TRUE? ITU SIH MAU NIPU!

Semoga kita dijauhkan dari kejahatan dunia nyata dan maya. Amin.

SALAM WASPADA!

Facebook Comments

About fey down

One comment

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Pelajaran berharga, semoga tidak ada yang jadi korban lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif