Home » Rubrik Khusus » Jepret » [KOBAR] Sapi Dan Anak Ayam

[KOBAR] Sapi Dan Anak Ayam

cow-chicks3

http://319heads.com

 

Dear Ketik’ers
Ini mainan baru kita, judulnya KOBAR (KOmentar gamBAR)
Siapa bisa kasih komentar terbaik
KetikKetik akan kasih duit..

Komentar ditutup tanggal 15 Januari 2014 jam 24.00 WKK (Waktu KetikKetik)

Facebook Comments

About

11 comments

  1. Ada gula ada semut, dimana rezeki berlimpah disitu banyak orang berkumpul

  2. kenapa harus mbuntut kalo bisa mandiri,
    kalo bisa nyari kelebihan yang lebih baik & banyak knapa harus ikutin yang gitu-gitu aja
    #keepmoving :)

  3. ken shara odza

    INi namanya jaman edan, yang tidak ikut edan ya tidak keduman,hehehe… masak ada ada puting susu segitu panjang dan kecilnya sampe si anak ayam ngira itu cacing yang jadi makanannya. hehehe
    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  4. ken shara odza

    Koment lagi : itu mah,gambaran anak2 jaman sekarang yang tidak diperhatikan dan diberi pengarahan oleh orangtuanya (induk ayam), akan tersesat atau salah jalan dalam menentukan atau pilihan hidup, karena mereka bisa salah dalam menafsirkan apa yang mereka lihat, sepertti digambar, sesuatu yang sebenarnya puting susu sapi, dikira cacing yang menjadi makanan kesehariannnya, karena bentuknya yang tidak biasa.

  5. Tuhan Kita itu menyediakan semuanya untuk kita mkhlukNYA, dan itu semua ada pada disekitar kita. Ada sayuran yang bisa dimakan manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya. gambar diatas sangatlah menarik untuk kita lihat, bahwa dari gambar disitu sapi mau berbagi dengan ayam-ayam kecil yang lapar mencari makan. dan si sapi tahu bahwa ayam itu masih kecil jadi ketika susu sapi dipatok sama anak ayam itu si sapi tetap saja diam karena mengerti bahwa anak ayam masih kecil dan belum tahu apa2. dan ini pelajaran juga bagi induk si ayam, seharusnya si induk ayam ( IBU ) mengawasi anak-anaknya jangan sampai melakukan kesalahan. dari gambar ini kita harus meneladani si sapi yang sabar dan berhati besar karena tak marah susunya di patok, dari ayam kecil kita belajar jangan sampai kita menjadi orang yang suka mengambil atau memakan sesuatu yang bukan menjadi hak kita, dan dari induk ayam kita belajar ketika kita nanti kita menjadi orang tua haruslah kita selalu menjaga anak kita dan mengajarinya yang biak supaya tidak terjerumus dalam hal yang salah.

  6. Kodrat anak kecil itu SELALU INGIN TAHU, demikian pula dengan anak-anak mhkluk hidup yang lain, ketika masih kecil kodrat dasarnya itu tak bisa lepas atau dilarang, spontanitasnya akan selalu muncul begitu saja. Itulah salah satu MASA PERTUMBUHAN dan si kecil akan melakukan apa saja yang menarik perhatiannya.

    Dalam gambar di atas, walau terlihat janggal, sebab mana ada SUSU SAPI sepanjang itu? Mana bisa anak ayam mematuk susu sapi yang lagi berdiri?

    Kalau kita mengamati kehidupan induk ayam ketika bersama anak-anaknya, sang induk selalu mengajari cara MENCARI MAKAN dengan mematuk berbagai benda yang biasanya layak dijadikan makanan, bukan memaksakan sang anak untuk mematuk sendiri, apalagi bila tidak terjangkau. Induk ayam akan selalu agresip melindungi anak-anaknya dalam SEGALA HAL, mustahil diam saja!

    Jadi melihat gambar di atas, hanya sebagai karikatural tingkah lucu 2 hewan yang serba berbeda namun berusaha dipadukan dalam mencari MAKNA apa yang tersimpan.

    Lalu apa maknanya?

    Sapi seperti yang biasa kita mengerti adalah hewan yang memproduksi susu selain dagingnya. Susu selalu bermakna cairan yang berwarna putih dan sangat membantu pertumbuhan tubuh bagi SEMUA mahkluk hidup yang BERTELINGA. Sangat jarang hewan yang lahir dari TELUR memerlukan SUSU dalam pertumbuhannya. Tanpa susu mereka bisa hidup besar dan wajar.

    Dan ketika ada beberapa anak ayam yang menganggap puting susu sapi sebagai CACING yang bisa dimakan, itu hanya sekedar keingintahuan anak-anak saja, setelah tidak dapat dimakan akan dilupakan begitu saja.

    Begitulah, dalam kehidupan ini, soal makan dan memakan, semua sudah ada dan disediakan menurut kebutuhannya. Bila melebihi dari kodratnya, hanya menimbulkan masalah dan kelucuan belaka.

    Salam.

  7. lanjut komentar
    di tahun yang sudah seperti ini, lebih dari globalisasi lagi,
    sudah banyak nilai nilai asing yang masuk ke negeri tercinta ini
    sebagai negara yang menerima beragam budaya kita sebagai penduduk yang tinggal dan mendiami bumi pertiwi tidak boleh diam saja

    diam saja mengikuti arus globalisasi yang mulai tidak jelas kemana nilai budayanya ini. seperti pekan kondom yang baru saja kita lewati bersama , betapa lucunya pemerintahan melegalkan perzinaan meskipun tujuannya agar tidak ada HIV yang semakin meluas,

    kasus tersebut sudah menunjukkan kalau kita , negara ini mulai bingung mau mengikuti arus globalisasi yang menggila ini. apakah saudara mengakui sebagai WNI? WNI yang bukan hanya tinggal tetapi yang peduli ?
    tentu saja bangsa ini membutuhkan pemuda dan rakyatnya yang respect terhadap kondisi yang menghawatirkan

    layaknya anak ayam yang menyusu , gambar itu memang mengandung banyak makna, tetapi saya menekankan bahwa kenapa kita tidak bisa melakukan perbaikan, bukannya kita lupa diri kalo ayam takdirnya makan dari tanah, tapi ketika ada sebuah perbaikan boleh dong kita melakukan hal baru yang dimata umum masih aneh, tapi jangan takut bila keanehannya sebuah kebaikan.

    yah begitulah hidup, penuh perubahan seiring perkembangan masa, sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang tinggal harus bisa melakukan filter terhadap perkembangan yang ada, sesuai dengan kodrat manusia dalam agama islam adalah sebagai kholifah di muka bumi (penjaga di muka bumi)

    saya rasa komentar ini cukup untuk menjabarkan gambar diatas :)
    salam ketik :)https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  8. dasyat nih gambar… bila dilihat sepintas memang hanya seperti gambar lelucon dimana anak ayam juga ikut jadi anak sapi dengan meminum susu sapi..tapi kita semua tahu itu nggak mungkin, anak ayam itu nggak perlu susu untuk hidupnya.. inilah intinya ambilalh yang perlu saja dan tidak perlu mengambil yang tidak perlu. untuk mnusia itu kangan lah mengambil hak orang lain.
    dan lihatlah itu induk ayam.. inilah analisa kedua saya, harusnya dia mengajarkan anak nya untuk tidak minum susu, karena itu bukan kebutuhannya. Sebagai orangtua harus mengajarkan anaknya untuk menjalaninya sebagai ayam jangan sebagai sapi.. serperti manusia.. jadilah manusia bukan mencoba menjadi TUHAN.
    dan lihatlah sapi itu.. diam saja saat susunya dihisap oleh anak ayam, padahal dia bisa saja menginjak anak ayam itu dengan mudah dan membunuhnya tanpa khawatir orangtuanya marah.. inilah indonesia.. kekayaan alam negeri ini lebih banyak dimanfaatkan oleh negara lain.. padahal negara lain itu lebih kecil dan mudah untuk di hancurkan..

    demikian komentar sata…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  9. josephinewinda

    KOBAR:

    Menarik,.. bahwa kenyataan dalam kehidupan sekarang ini, yang diangkat menjadi pengayom ternyata adalah siapa yang terbesar dan terkuat, bukannya yang benar dan seharusnya. Bahkan anak – anak itik saja kepengen susu dan sudah tidak doyan cacing tanah! Jaman apa ini?

  10. Anita Godjali

    Anak ayam yang cerdas dan ingin pinter seperti manusia. Buktinya anak-anak manusia yang seharusnya menyusu ibunya harus menyusu sapi, tetapi ia bisa tumbuh dengan sehat dan menjadi pinter. Eh…siapa tahu anak ayam ini nanti juga bisa pinter seperti manusia https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  11. katedrarajawen

    Yang gambar lagi iseng hihihi