Uang

Siapa tidak ingin memiliki banyak uang? Bahkan demi beberapa lembur uang pun ada yang dengan mati – matian mendapatkannya sekalipun melanggar aturan dan ajaran agama? Apalagi demi  memiliki banyak uang! Bisa bayangkan sendiri.

Uang pun adakalanya menjadi lebih penting dari segalanya. Tak segan ‘menyingkirkan’ Tuhan demi mendapatkan uang. Ini bukan omong kosong. Realitanya jelas ada dalam kehidupan kita. Siapa yang membantah?

Teori mengatakan uang bukan segalanya, tetapi realita memperlihatkan manusia mau melakukan segalanya demi uang. Bila ada menemukan orang – orang yang jujur dan tidak serakah akan uang, malah mendapatkan cibirin sebagai orang bodoh. Memang manusia tidak dilarang untuk memiliki banyak uang asal mendapatkannya dengan cara yang baik dan benar.

Pada zaman sekarang kehidupan yang penuh beban dan desakan kebutuhan serta keinginan membuat kita gelap mata dalam hal mendapatkan uang. Tidak peduli lagi bagaimana mendapatkannya.

Ada yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan uang dengan haram saja susah apalagi yang halal. Inilah kemudian menjadi sebuah pembenaran yang penting bisa mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan, masalah benar atau salah tidak menjadi pemikiran lagi.

Keingina untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keserakahan akan uang memang tak jarang membutakan mata hati, sehingga melakukan hal yang tidak diperkenankan.

Namun di antara keserakahan akan keinginan itu ternyata masih ada bagi kita untuk bercermin. Dimana uang benar – benar dijadikan sesuatu hal bukan segalanya.

Saya mengenal seorang yang suka menolong dalam hal spiritual dan penyembuhan. Orangnya sederhana dan bekerja layaknya orang biasa. Pakai motor tua dan HP lama yang sudah ketinggalan zaman. Kata teman yang suka mengantar ia untuk menolong orang, seringkali diberi uang tapi tidak diterima.

Pernah setelah menyembuhkan orang ia diberi amplop tapi diserahkan ke teman. Ternyata isinya 2,5 juta. Tetapi cuma diambil satu lembar buat beli bensin, beberapa lembar untuk dimasukkan ke kotak amal sisanya diberikan  ke teman.

Bahkan pernah menolong orang yang berpunya ia diberi satu mobil tapi tetap tidak diterima. Serius, ini mobil benaran bukan mainan.

Anggapan kita ini tentu hal yang bodoh, dikasih malah ditolak. Padahalapa yang kita lihat belum tentu kebenarannya. Ia yang menolak karena cuma ikhlas menolong bisa jadi memiliki kepuasan dan kebahagiaan sendiri. Kita yan melihat justru tak rela dan mengatakan ia bodoh.

Jadi sebenarnya dalam hal ini siapa yang bodoh? Keserakahan kita bahkan membuat kita membuang energi untuk memiliki sesuatu yang sudah diikhlaskan orang lain. Sekali lagi, sesungguhnya yang bodoh itu siapa?

[email protected]

Facebook Comments

About katedrarajawen

8 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Setuju ! uang cukup masukkan dalam kantong jangan dalam hati agar mudah diambil kembali dengan hati yang lapang

  2. katedrarajawen

    jawaban yang mantaff mas Romi hehhe

  3. Anita Godjali

    Ko Kate, uang memang bukan segalanya tetapi segalanya perlu uang hehehe….
    Memang orang yang benar-benar tulus tak akan mau menerima imbalan uang ketika menolong, sayang itu sekarang sangat langka. Bahkan saudara pun bisa saling menyerang atau membunuh ketika sudah berurusan dengan uang. Jadi, jawabannya yang bodoh adalah orang yang tak lagi menggunakan nuraninya….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  4. katedrarajawen

    Jadi kita termasuk yang mana nih mbak Anita? Saya sangat perlu uang tapi gak mau berbuat segalanya demi uang hehhe salaman

  5. Orang iniii prioritasnya bedaaa.. dia udah sadar beneer –> kita ga bs bawa apa -apa ke liang kubur kecuali rasa bahagia dan ngumpulin pahala buat bekal ke surga…

    • katedrarajawen

      Saya sepakat ini masalah prioritas, kalau kita masih prioritas pada materi maka akan selalu tergoda mendapatkannya dengan cara apapun

  6. Uang adalah majikan yang jahat, tetapi ia bisa menjadi hamba yang baik di tangan orang yang bijak.

    • katedrarajawen

      Pak Budi, kata kata yang sangat bijak dan memang ada benarnya demikian, kita bisa menjadikan uang sebagai alat tapi jangan sampai diperalat uang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif