Home » Rubrik Khusus » Kata Kate » Berselisih

Berselisih

fight1Siapa yang belum pernah berselisih dengan teman, saudara, suami atau istrinya? Dalam kehidupan berselisih paham itu sudah biasa terjadi, sebab setiap orang memiliki sudut pandang sendiri terhadap suatu hal.

Berselisih paham tentu tidak masalah, yang jadi masalah adalah bila ada salah satu pihak yang memaksakan sudut pandangnya sebagai yang paling baik dan benar, sehingga semua harus mengikuti sebelum ada kesepakatan bersama.

Berselisih dengan orang – orang terdekat atau yang tidak kita kenal memang tak bisa kita hindari, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikannya dengan tanpa emosi alias dengan kepala dingin. Sebab setiap masalah pasti ada jalan keluarnya untuk kebaikan bersama. Kalau berselisih saling mengeluarkan emosi bisa – bisa yang ada bonyok bersama. Tentu itu bukan kabar baik bukan?

Belum lama ini saya harus berselisih paham dengan istri mengenai satu hal. Yakni kehilangan satu celana jualannya yang diduga diambil.

Saat itu saya menemani si dede di rumah, sementara istri ada urusan di luar. Si dede kedatangan teman yang rumahnya tak jauh dan mereka bermain bersama. Tidak lama datang mamanya teman si dede _teman istri juga_ sambil ikut menemani bermain. Saya kurang memerhatikan karena tidak begitu kenal dan kebetulan saya sedang ada kesibukan sendiri.

Sekilas saya juga melihat ia melihat – lihat titipan jualan pakaian yang tergeletak di luar. Ketika saya selesai beres – beres di dapur saat ke luar saya melihat ia membawa sesuatu. Kenapa tidak bilang? itu yang jadi pertanyaan saya. Saya masih berpikir baik, mungkin sudah ada komunikasi dengan istri atau saya jangan – jangan salah lihat.

Itu sebabnya saat istri pulang langsung saya konfirmasikan dan setelah dihitung stoknya ternyata memang kekurangan satu. Istri juga heran. Mengapa temannya itu tidak konfirmasi ketika membawa barang tersebut.

Awalnya kami berkompromi menanyakan hal tersebut. Tetapi istri tidak menyertakan kesaksian saya. Cuma pura – pura bertanya : Apakah membawa celana dari rumah karena ada kekurangan satu helai?

Sayangnya ia tidak mengakui dan keukeuh bilang tidak tahu. Kami masih kompromi, anggap saja sedang apes dan ini sebagai pembelajaran tentang sifat teman tersebut.

Tetapi pikir punya pikir istri saya tidak terima. Dalam keadaan ekonomi yang sulit jualan bukannya untung malah buntung. Istri keukeuh ingin menanyakan lagi dan minta saya jadi saksi.

Saya menyarankan agar masalahnya tidak usah dilanjutkan. Kalau ia memang berniat mengambil walau dengan kesaksian saya tetap berkeras tidak mengakui juga jadi susah masalahnya. Ujung – ujungnya malah ribut. Saya bilang ikhlaskan saja, bila perlu kerugiannya saya yang ganti. Saya pikir ini solusi yang baik.

Tentu istri tidak terima dan berkeras untuk menanyakan melalui telepon dan jawabannya tetap tidak mengakui Tak puas kembali istri mendatangi rumahnya dan saya sudah tak mau ikut campur. Sebenarnya saya mulai emosi melihat kengototan istri untuk menyelesaikan dengan caranya. Karena saran saya tidak diterima.

Apa yang terjadi kemudian? Akhirnya teman istri ini mengembalikan celana yang hilang tersebut dengan dalih barang tersebut terbawa anaknya. Kecurigaan saya kalau masalahanya bakal kacau tidak terjadi.

Karena barangnya sudah kembali ya sudah kami tidak memermasalahakannya lagi dan hubungan yang sudah terjalin selama ini tetap jadi baik. Yang penting tidak rugi lagi dan hubungan tidak berakhir dengan emosi.

Satu lagi yang penting, saya yang tadinya sudah menahan emosi bisa kembali tersenyum dan mengakui ternyata cara yang ditempuh istri bisa berakhir dengan damai.

 

 

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

foto : wolipop.detik.com

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

About katedrarajawen

2 comments

  1. Hmm yaa..kadang-kadang ‘mempertahankan hak’ dan ‘Ikhlas’ juga beda… tergantung suara hati… dalam hal ini istri ingin mempertahankan hak…. tapi itu ya pernah saya bahas tentang ‘mental maling’ — ditulisan CONTOH DARI ATAS KEBAWAH — https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif

  2. katedrarajawen

    Ya jadi dua sisi ya Ci Jo, ikhlas kalau memang hilang tapi perlu juga mempertahan kan hak..eh jadi bingung ha ha hahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif