Maaf

Apakah kita termasuk orang yang sudah terbiasa meminta maaf ketika menyadari apa yang kita lakukan salah atau saat ada yang mengingatkan atas kesalahan kita? Syukurlah, pada mengangguk-angguk tandanya punya jiwa besar. Bersalah dan berani mengakui itu memerlukan kerendahan dan ketulusan hati. Tidak semua mampu melakukannya. Berbeda dengan sekadar basa – basi.

Apakah kita termasuk orang yang sangat jarang _bahkan tidak pernah karena merasa tidak perlu_ meminta maaf karena selalu merasa benar dan ketika ada yang mengingatkan satu kesalahan kita, maka sudah ada seribu alasan untuk membenarkan apa yang kita lakukan yang orang lain anggap sebagai kesalahan?

Kalau ini pertanyaannya pasti susah jawabnya dan bikin sewot. Orang yang selalu merasa tidak bersalah ditanya kesalahannya. Bagaimana ini? Ini pasti yang salah yang bertanya. Pantasan ada yang matanya melotot.

Memang sulit untuk bisa mengakui kesalahan yang telah kita lakukan apalagi sampai minta maaf segala apabila kita selalu merasa benar.

Ketika ada yang menunjukkan kesalahannya, alih Рalih introspeksi diri, malah  menyalahkan orang lain yang mengingatkan kesalahan dirinya. Kita akan sakit hati karena tidak  terima disalahkan. Sebab, sekali lagi, tidak ada kamus bersalah dengan seribu satu pembenaran.

Ketika keangkuhan ada di dalam diri, kita akan menjadi orang yang merasa tidak pernah bersalah _yang ada malah merasa selalu disalahkan. Tetapi sebaliknya kita akan selalu menyalahkan orang lain karena merasa berhak. Orang benar pantas menilai yang salah. Bukan begitu?

Apakah ada di antara kita memiliki sifat seperti ini?

Mengapa kita sulit menemukan kesalahan yang ada pada kita walaupun sudah diingatkan? Mengapa selalu ada penolakan dari dalam diri? Sebab kita lebih mengedepankan emosi dan menutup nurani untuk menerima kebenaran yang ada.

Bila demikian selamanya kita akan merasa tidak pernah bersalah. Padahal kesalahan demi kesalahan sudah menjadi tabungan hidup kita. Menyedihkan bukan?

Apakah ada kesembuhan?

Pasti! Hidup ini penuh dengan kemukjizatan. Ketika kesadaran diri telah datang dan mata hati telah terbuka. Ketika ketenangan jiwa telah datang. Ketika Tuhan telah berkenan dengan cara-Nya mengajar kita yang akan menggetarkan jiwa kita, sehingga sadar seketika.

Semoga masih ada tersisa setitik cerah di jiwa kita yang akan menerangi hidup kita selanjutnya dengan sebuah kesadaran untuk melihat kebenaran dan kesalahan secara jelas dan benar.

katedrarajawen@refleksihatimenerangidiri

Facebook Comments

About katedrarajawen

2 comments

  1. H,,h,,h,,, maaf itu satu kata sederhana tapi sarat makna dan tidak semua orang bisa melakukannya mudah di ucapkan tapi susah di lakukan https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

  2. katedrarajawen

    Ya mbak Ika, apalagi bisa mengucapkannya dengan tulus dan sungguh2https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif