Home » Rubrik Khusus » Kata Kate » Cara Mudah Bahagia di Media Sosial

Cara Mudah Bahagia di Media Sosial

happy

Siapa yang tidak mengenal media sosial saat ini? Dengan kemajuan teknologi dan mudah serta murahnya untuk bermedia sosial, maka siapa saja saat ini bisa menjadi bagian dari dunia  media sosial. Yang fenomenal sampai saat ini tentu adalah Facebook dan Twitter. Walau sekarang muncul berbagai jenis lainnya. Seperti Wechat, Path, Line, Whatsapp dll.

Berinteraksi di dunia maya yang memungkinkan diri kita untuk bersembunyi di balik identitas asli membuat sebagian orang memanfaatkannya untuk melakukan apa saja. Di dunia maya seakan menemukan kebebasan yang tidak didapatkan di dunia maya.

Setiap orang tentu ingin bahagia dan bisa memiliki kebebasan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Saat ini dunia media sosial bisa menjadi salah satu tempat yang paling mudah dan murah untuk menemukan kebahagiaan itu.

Caranya? Cukup menulis beberapa kata saja. Misalnya :

Bikin status tentang keberhasilan atau mendapat bonus jalan-jalan, maka ucapan selamat dan pujian berdatangan. Membahagiakan, bukan?

Tulis status bahwa  istri melahirkan bayi yang mungil dan lucu, pasti teman seantero jagat akan mengucapkan selamat dan mendoakan. Apakah ini tidak membahagiakan?

Membuat status anak juara kelas, itu sudah sebuah kebahagiaan. Apalagi kemudian ucapan selamat berdatangan. Pasti ada kebanggaan tersendiri. Bukankah itu menjadi sumber bahagia?

Tidak ada yang salah, bukan? Membagi kebahagiaan  kepada para sahabat dan kebahagiaan pula yang datang dari mereka. Walau semua belum saling bertemu dan berjabat tangan.

Kini, bahkan untuk  mendapatkan kebahagiaan bisa dengan membuat status menyebarkan kesalahan para pejabat atau orang-orang yang tidak disukai. Bukan hanya kesalahan, fitnah pun jadi.

Dengan menulis status demikian, maka akan hadir suka-cita dan tawa meriah dari puluhan bahkan ratusan dari mereka yang mencari kebahagiaan atas kesalahan orang lain. Kebahagiaan pun bisa hadir dengan melampiaskan hinaan dan caci maki.

Apakah ini salah satu cara bahagia di zaman media sosial? Bisa jadi  menghina, memfitnah dan menyebarkan kesalahan orang lain akan menjadi sebuah kebenaran bagi para pelakunya.

Tidak heran demi meraih kebahagiaan ini mata semakin tajam memantau pejabat mana lagi yang membuat kesalahan. Kalau tidak ada, kesalahan bisa dicari-cari. Kalau ternyata kesalahan itu hanya isu belaka. Cukup berdiam diri. Buat apa merasa bersalah? Itu akan menghilangkan kebahagiaan. Wong tujuannya mau mencari bahagia.

Jadi tidak heran akan terus lahir status-status menertawakan, menghina atau bahkan menghina orang lain yang bertebaran di media sosial sebagai arena untuk bersuka-cita untuk memroleh sebuah kebahagiaan.

Sadar atau tidak sadar, bisa jadi kita adalah menjadi salah satu pelakunya. Karena sering kali kita kehilangan kontrol untuk mengambil bagian untuk berbahagia di atas hinaan dan kesalahan orang lain.

Apakah pilihan kita ketika hadir sebuah kesadaran?

katedrarajawen@pembelajarandarisebuahperistiwa

Facebook Comments

About katedrarajawen

2 comments

  1. kadang tak bisa dihindari…sosial media intinya ‘cewawakan abis’– tentu saja yang salah adalah si penyebar berita salah atau penulis berita palsu…wajar ‘NETIZEN’ punya arus masing-masing… ada negara Obama, ada negara Jokowi ada negara Putin. Yang pro- bela mati-matian, yang kontra cela mati-matian…untungnya kalo di sosial media : dibunuh kayak gimanapun manusianya masih idup…

    saran saya : hindari debat kusir…tapi saya ngga menampik juga kalo ‘jagoan’ saya dicela ya kesal juga dan kalo ada ‘berita jelek’ tentang musuh jagoan saya, ikutan seneng dan tepuk tangan…namanya juga warga dunia maya…. dont take it too serious lah…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. katedrarajawen

    ya fisik masih hidup tapi mungkin rasanya yang mati, ci Johttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif