Home » Rubrik Khusus » Ocehan Odi » Belajar dan Bekerja Untuk Indonesia

Belajar dan Bekerja Untuk Indonesia

Lama nian tidak berkunjung dan memposting di sini. Pada saat perbincangan dengan para warga Desa Rangkat, saya diingatkan. Ada rasa bersalah lantaran “menghilang’ tanpa pesan. He.he.he.he.

Tentulah harapan yang tidak terlalu aneh, jika saya berharap bahwa kawan-kawan di sini senantiasa terjaga kesehatan dan semangat, untuk belajar, bekerja dan berkarya.

Keletihan secara fisik dan mental lantaran gairah yang sangat tinggi mengarungi perjalanan masa-masa pemilihan presiden, ya  hingga kini-pun tampaknya masih “panas”. Gairah warga yang sangat jarang terjadi dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia. Tentu ini merupakan perkembangan yang menggembirakan, bahwa warga memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara ini. Diakui, saat warga terbelah ke dalam dua kubu, maka “pertarungan” menjadi sangat keras. Memang patut disayangkan, gairah tinggi warga, sadar atau tidak sadar telah dicederai dengan maraknya kampanye hitam, cenderung berupa fitnah dan terus bergulir sehingga seakan menjadi informasi nyata. Saling balas dengan komentar pedas, atau kreativitas banyak warga bermain dalam media gambar dan film. Ya, saya kira, itu salah satu faktor asumsi bahwa ada keletihan secara fisik dan mental yang kita alami.

Keletihan yang barangkali bertambah dengan gairah tinggi pula (bukan sekedar bagi umat Islam) pada upacara mudik tahunan yang bersamaan dengan peringatan hari Raya idul Fitri. Arus mudik dan arus balik, yang bagi warga Jakarta, menjadi bagian hidup sehari-hari, tidak terlepas dari kemacetan.

Tepatlah kiranya, saat-saat panas, diakhiri dengan kemenangan hati, bagai orang yang dahaga mendapatkan segelas air minum. Rasa panas di hati saat dalam pertarungan (pilpres ataupun mudik), semoga saja terbuang dalam suasana bahagia, saat kita saling bersalaman dan bersapa serta menyampaikan permohonan maaf lahir batin.

Kembali ke dunia normal, dalam kehidupan yang melekatkan semangat belajar dan bekerja, sebaik mungkin dalam batas kemampuan kita, yang nisacaya memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara ini.

Memang, kita masih harus menunggu kepastian persidangan MK untuk mengetahui siapakah pemimpin Indonesia. Kita tunggu dengan senyum dan dialog hangat diantara kita, agar “perseteruan” yang terjadi, kita tempatkan sebagai dinamika bagi kehidupan demokratis yang manis.

Salam hangat selalu dari Yogya,

(Yogya, 3 Agustus 2014)

Facebook Comments

About Odi Shalahuddin

2 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Tetap tersenyum apapun hasil keputusan MK

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif