Home » Rubrik Khusus » Ocehan Odi » Bangsa Indonesia itu Luar Biasa

Bangsa Indonesia itu Luar Biasa

 

Jika ada yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bodoh, maka patutlah kita anggap si pembuat pernyataanlah sebagai orang yang bodoh.  Jika ada yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan jati dirinya sebagai makhluk sosial, dan gotong royong sebagai salah satu cerminannya, maka kita anggap saja bahwa si pembuat pernyataan adalah orang yang tengah berbicara tentang dirinya sendiri.

Bangsa Indonesia sejatinya memiliki kesadaran penuh atas situasi kehidupan yang melingkupinya.  Sebagai bangsa yang pernah terjajah, maka bangsa Indonesia benar-benar dapat memaknai secara mendalam tentang hakekat kemerdekaan.

“Bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena  tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” demikian pernyataan sikap tegas yang terumuskan di dalam mukadimah Undang-undang Dasar 1945.

Perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya saat proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.  Memang, proklamasi kemerdekaan bukan lantas menjadikan kita sungguh-sunggu menjadi manusia merdeka.

“Kemerdekaan itu adalah jembatan emas. Di dalam Indonesia merdeka itulah  baru kita memerdekan rakyat kita,” demikian dinyatakan Soekarno dalam pidatonya, 1 Juni 1945.

Enam puluh sembilan tahun kurang tiga belas hari, Indonesia telah Merdeka. Kendati diakui banyaknya kemajuan yang telah dicapai, upaya memerdekan bangsa indonesia belum sepenuhnya tercapai. Sebagian besar bangsa ini belum mendapatkan kesejahteraan yang menjadi salah satu cita-cita Negara Republik didirikan.

Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang bodoh. Ia belajar dari pengalaman yang dijalaninya. Saat masa kemerdekaan ternyata stuasinya tidak berbeda jauh dengan kehidupan masa penjajahan, maka kerap terlontar: “masih enak masa penjajahan,”. Pun saat masa reformasi hingga saat ini, bangsa kita juga memperbandingkan dengan periode sebelumnya, yang tak jarang memunculkan (malah kemudian menjadi kampanye massif), tentang hidup yang lebih enak di masa Orde Baru.

Pemilihan kepemimpinan nasional yang baru saja berlangsung, kita dapat melihat adanya kejutan-kejutan di berbagai wilayah. Bermunculannya organisasi Relawan yang memiliki jaringan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten, ataupun terbatas pada komunitas kecil di lingkungan tempat tinggalnya, menunjukkan gairah bagi bangsa ini untuk menentukan sikap. Pada masa itu, kita dapat melihat solidaritas sosial yang tinggi  bagi banyak warga untuk menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikirannya serta juga dana.

Gairah tersebut, menunjukkan hadirnya harapan tentang kehidupan bangsa dan Negara ini yang lebih baik. Maka, merupakan pengkhianatan bagi para wakil rakyat dan pemimpin nasional jika mengabaikan amanah dan mandat dari kekuasaan yang mereka miliki.

Bangsa ini tidak bodoh, dan akan melihat sejauh mana Negara ini dikelola. Bangsa ini tidak akan segan menegur, mengingatkan secara halus atau dapat lebih jauh lagi tidak percaya dengan kekuasaan. Saat ini, bangsa Indonesia yang luar biasa, tengah menanti dan bersiap diri. Belajar dan bekerja, sejauh yang dibisa, sebagai kontribusi nyata bagi hadirnya Negara dalam kehidupan bersama.

(Yogyakarta, 4 Agustus 2014)

ilustrasi : sunaridewata.com /admin

Facebook Comments

About Odi Shalahuddin

6 comments

  1. katedrarajawen

    Tulisan luar biasa , Pak Odi, bangsa luar biasa dan hebat, apalagi mengingat sejarah kita dahulu dengan kerajaan2 besar , harusnya kita memang bisa menjadi bangsa yang besarhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    • Tapi memang sungguh luar biasa..
      dibohongi, ditindas, tetap saja bersabar…
      walau pasti ada saat untuk melawan
      dengan kreativitas yang kadang tak terduga
      pastilah luar biasa..

      sama halnya dengan Bung katedra
      yang sungguh luar biasa pula..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif