Home » Rubrik Khusus » Ocehan Odi » Ajarkan Aku untuk Belajar

Ajarkan Aku untuk Belajar

 

Sungguh, aku sangat ingin mengikuti apa yang engkau sarankan. Belajar… Ya, belajar… Belajar dari mana saja. “Semua orang adalah guru. Semua tempat adalah sekolah,” itulah provokasimu mengutip pernyataan dari tokoh Pendidikan Indonesia: Ki Hajar Dewantara.

Ya, aku ingin belajar. Bagaimana bermula?

“Belajarlah dari pengalaman hidupmu, pengalaman masyarakatmu, pengalaman bangsamu. Petik pembelajaran terbaik dan terburuk. Hal baik harus ditingkatkan, hal buruk menjadi kewaspadaan agar tidak terulang,” demikian katamu lagi, yang memang terkesan normative.

Bagaimana dapat memaknakan pembelajaran, jika tanpa dasar pijakan yang jelas?

“Ah, engkau macam anak sekolahan saja. Bukankah engkau ingin belajar untuk mendapatkan sesuatu yang bukan sekolah?  Ya belajar saja, hal-hal yang engkau ingin tahu. Dasar pijakannya, ya niatmu itu. Ilmu tersebar di semesta raya ini, tinggal bagaimana engkau menangkapnya, sesuai kepentinganmu”

Nanti dianggap tidak ilmiah?

“Ilmiah seperti apa yang engkau maksud? Seorang petani, pasti paham tentang tanah, musim, membajak, bertanam, dan sebagainya yang sesuai dengan ketrampilan yang dibutuhkan. Seorang nelayan, juga pastilah paham tentang perahu, gelombang, jala, dan arah mata angin. Mereka tidak peduli pengetahuan dan ketrampilannya ilmiah atau tidak, terpenting lekat dengan kebutuhan perjalanan hidup mereka,”

Tapi bukankah berbeda?

“Berbeda? Otakmu sudah keracunan tentang sesuatu yang sesungguhnya tidak penting bagi dirimu. Itulah yang menghambat dirimu untuk belajar.  Belajar,agar kita mendapatkan pengetahuan dan saat dipraktekkan ia menjadi ketrampilan,”.

Ya, ya, ya, saya paham. Justru itulah saya ingin belajar. Persoalannya saya sulit menentukan apa yang akan saya pelajari.

“Itu menunjukkan bahwa dirimu belum menentukan arah hidupmu sendiri. Segeralah tentukan, agar engkau tidak terombang-ambing dalam perjalanan hidup ini,”

Bagaimana caranya?

“Hanya engkau yang tahu. Sebelum engkau menyelesaikan hal itu, maka engkau tidak akan tahu apa dan bagaimana belajar,”

Jadi?

“Sudahlah. Sekarang belajar untuk menentukan apa yang hendak kau pelajari!”

Yogyakarta, 5 Agustus 2014

Facebook Comments

About Odi Shalahuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif