Kemah

campingDalam mengisi liburan akhir tahun yang sangat panjang, sejumlah anak muda mengadakan acara kemah bersama. Mereka memilih tempat yang cukup dingin, yaitu di daerah Cibodas. Tempat ini memang dari waktu ke waktu selalu menjadi salah satu pilihan tempat untuk berkemah. Alasannya tentu kerena tempatnya yang strategis, mudah dijangkau, dan mudah untuk menemukan sumber air bersih, karena hal itu menjadi syarat utama pemilihan tempat kemah.
Berkemah atau juga disebut dengan kamping ini merupakan kegiatan yang diadakan di luar ruangan. Biasanya mereka akan melakukan di daerah pegunungan atau pantai. Kegiatan berkemah adalah mendirikan tempat tinggal sementara. Mereka akan memasang tenda sebagai tempat tinggal sementara dan berlindung dari hujan, udara dingin atau panasnya terik matahari. Tempat tinggal sementara inilah sebenarnya definisi dari kata kemah. Akan tetapi, melalui kegiatan berkemah ini tentu seseorang akan belajar dan mendapatkan banyak hal.

Mandiri
Kemandirian merupakan salah satu modal untuk mencapai kesuksesan. Seseorang akan belajar mandiri ketika mereka melakukan kegiatan berkemah. Mereka tidak akan bergantung kepada orang, tetapi harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Selain jiwa kemandirian melalui kegiatan ini, seseorang juga menjadi lebih berani. Melalui kegiatan ini, jiwa kepimpinan pun secara tidak langsung akan terasah, hingga akhirnya terbentuklah seseorang yang mandiri, berani, dan bertanggung jawab.

Menghargai
Dalam kegiatan lapangan seperti ini, masing-masing karakter akan mudah terlihat. Orang yang cenderung egois dan mementingkan diri sendiri pun akan mudah kita saksikan. Namun, dengan kegiatan ini kita bisa melatih cara menghargai. Kita juga dapat melatih diri cara bekerja sama yang baik. Tentu bukan sekadar menghargai orang lain atau teman. Akan tetapi, melalui kegiatan di lapangan ini seseorang juga bisa diarahkan untuk menghargai lingkungan. Dalam kegiatan berkemah sebenarnya manusia akan sangat merasakan ketergantungannya dengan alam. Nah, karena factor tersebut maka dengan mudah menanamkan pentingnya menjaga dan menghargai alam dan sesama. Tanpa adanya kesadaran tersebut suasana berkemah tentu tidak akan menghasikan kegembiraan, tetapi rasa kesal saja yang akan ditemukan. Melalui kegiatan ini berarti seseorang akan belajar mencintai sesama dan juga mencintai alam dalam arti yang sebenarnya.

Pengendalian Diri
Pengendalian diri merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki oleh peserta kemah ini. Emosi yang tidak terkontrol dapat mengacaukan kegiatan berkemah. Dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dalam keluarga maupun di lingkungan kita akan selalu dituntut untuk mampu mengendalikan diri atau menjaga emosi. Memang rasa senang dan marah adalah perasaan yang manusiawi. Perasaan ini muncul kapan saja dan di mana saja dan tentunya semua orang pernah merasakannya. Namun, dampak yang akan terjadi tentu bergantung cara kita menyikapi perasaan tersebut. Kegiatan berkemah ini bisa menjadi salah satu cara dan sarana belajar mengendalikan diri agar suasana kemah tetap menyenangkan. Dengan demikian, kemah pun telah membantu kita untuk belajar menjaga emosi. Berbagai hal positif dapat dilakukan dan dirasakan oleh peserta kemah. Walaupun tak jarang hal negatif kita saksikan dan temukan seperti halnya merusak alam. Mereka mungkin mengaku sebagai pencinta alam, tetapi justru merusak alam tatkala mereka berkemah. Mereka mencorat-coret atau mengukir nama diri di batu, pohon, hingga merusak berbagai situs bersejarah. Akan tetapi, mereka yang mampu mengendalikan diri dengan baik tentu tidak akan melakukan hal yang negatif tersebut.

Jika kita refleksikan, dalam melaksanakan kegiatan perkemahan tentu sudah ada rancangan sebelumnya. Kadang acara perkemahan bisa berjalan sesuia dengan rencana, tetapi ada kemungkinan juga tidak sesuai dengan harapan. Meskipun demikian, ketika acara tidak berjalan sesuai dengan rencana tidak serta merta kita putuskan untuk pulang. Tentu akan mencari berbagai solusi agar kegiatan tetap berjalan sesuai harapan. Kalau pada akhirnya tetap tidak ada solusi, perkemahan itu tentu akan tetap berlangsung hanya tentunya persaan kesal dan kecewa yang ada. Berbagai keuntungan pun sebenarnya masih dapat diperoleh walau dengan segala keterbatasan. Seseorang akan menjumapai suka dan duka dalam berkemah hingga akhirnya harus membongkar kemah untuk pulang karena waktunya sudah habis

Berkemah ini sebenarnya juga bisa kita analogikan dengan kehidupan. Tubuh kita ini adalah “kemah” bagi jiwa kita. Kalau kita mendirikan kemah tentu karena kita akan tinggal sementara di sana. Tuhan pun mendirikan kemah agar jiwa kita bisa bersemayam untuk sementara, sebelum akhirnya akan tinggal di rumah yang permanen atau abadi. Dalam sebuah perkemahan tentu kita sudah mengatur dan merancang berapa lama waktu yang akan kita habiskan dalam kemah. Begitu pula” kemah” jiwa kita juga sudah dirancang untuk berapa lama boleh berdiri. Dengan kata lain Tuhan lah pendiri ”kemah” itu dan tentunya Tuhan sendiri juga yang akan membokar “kemah” itu.

Berbagai pengalaman hidup kita ini sebenarnya tak ubahnya dengan pengalaman seseorang ketika berkemah tergantung cara kita menyikapinya. Sesuatu yang tak akan bisa terulang pada kesempatan lain pastinya. Oleh karena itu mengisi kehidupan ini merupakan suatu pilihan seperti halnya ketika sedang berkemah. Apakah kita akan belajar banyak hal dan berbagi serta menjaga lingkungan atau kita pun akan menjadi pengacau atau perusak alam. Mari kita tentukan pilihan hidup itu sebelum kita menyesal karena “kemah” kita telah dibongkar oleh pemilikNya. Salam-AST 23072014

Facebook Comments

About Anita Godjali

6 comments

  1. katedrarajawen

    Mbak Anita, seumur umur saya belum pernah ikut acara berkemah, ketika jaman sekolah entah mengapa saya selalu bisa lolos untuk tidak ikut acara kemping hehhe..tapi biar begitu saya cukup mandiri, menghargai, soal pengendalian diri ini yang tanda tanya ha ha ha

    • Jadi inget dulu semasa masih jadi anggota pramuka, persami di lereng gunung Lawu..
      Nice post https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
      Bikin kangen masa lalu..

    • Anita Godjali

      Idealnya memang gitu Bro…tapi semuanya orang lain yang menilai. Yang penting kita sudah melakukan yang terbaik. Salam

    • Anita Godjali

      Wah…komen untuk Ko Kate masuk di tempat Admiin. Trims ya Min, jadi bernostagia dengan lereng Lawu

  2. waah seru sekali sepertinya yaa ;)

  3. Anita Godjali

    Bung Wildan, berkemah memang seru….salam

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif