Home » Rubrik Khusus » Timba Sumur » Kreativitas Kemenparekraf

Kreativitas Kemenparekraf

Senin, 18 Agustus 2014 dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 69, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau akrab dikenal dengan Kemenparekraf mengadakan pawai budaya. Berbagai usaha yang menggambarkan bentuk kreativitas dan perkembangan perekonomian daerah ditampilkan. Sebanyak 34 provinsi yang ada di tanah air ini telah ikut berkiprah dengan menampilkan keunggulan dan kelebihan daerah masing-masing. Peserta pawai budaya dari berbagai daerah ini berusaha menampilkan keunggulan daerahnya tidak hanya tentang keunggulan ekonomi lokal, tetapi mereka juga menampilkan berbagai kesenian yang berkembang di daerahnya baik seni tari maupun seni musik. Dalam perhelatan ini berbagai kreativitas seniman muda maupun tua di berbagai penjuru tanah air ikut terlibat.
Penampilan kreativitas budaya tanah air ini tentu merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang positif. Suatu usaha yang dapat mendorong semangat generasi muda untuk selalu berkarya dan mau melestarikan segala bentuk kekayaan budaya yang mungkin hampir punah. Peran pemerintah khususnya Kemenparekraf ke depan memang sangat diperlukan. Pergelaran pawai budaya kreatif, harapannya ke depan mampu meningkatkan kreativitas karya seni pertunjukan seniman muda Indonesia. Di samping itu, kegiatan karnaval mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya asli Indonesia. Dengan kata lain, kegiatan karnaval ini menjadi sangat positif jika mampu menjadi sarana hiburan gratis bagi masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya termasuk para wisatawan manca Negara.
Program-program yang ditawarkan tentu agar dapat menghibur masyarakat atau khalayak umum. Berbagai kreativitas itu tampil dengan menggunakan mobil hias yang melaju di jalan protokol. Tujuannya tak lain agar menginspirasi generasi muda supaya dapat berkreasi yang lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya. Namun, program yang positif ini bisa menjadi kurang positif ketika dalam mengeksekusi program kurang tepat. Kegiatan tersebut tentu akan sangat berdampak jika lebih banyak lagi masyarakat yang menikmati. Program yang baik ini akan menjadi lebih baik lagi dan bermanfaat jika dieksekusi pada waktu yang tepat.
Pergelaran karnaval sebagai ajang kreativitas para seniman dan sarana hiburan masyarakat memang sudah sering diselenggarakan. Pada saat perayaan ulang tahun kota Jakarta dari waktu ke waktu Pemprov DKI juga menyelenggarakan kegiatan serupa. Masyarakat akan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan perhelatan tersebut karena menjadi sarana hiburan gratis. Dengan demikian acara ini memang sangat dinantikan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di sekitar ibu kota ini. Alhasil danpak positif yang diharapkan oleh panitia penyelenggara memang sungguh dapat dirasakan.
Namun, dampak yang berbeda juga dirasakan ketika Kemenparekraf memiliki hajatan yang serupa. Tidak banyak rakyat yang merasakan manfaat kegiatan tersebut. Program yang sudah digagas dan tentunya memerlukan dana yang besar ini tidak memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya pertimbangan dalam mengeksekusi program. Justru dampak kemacetan yang luar biasa parah ketika program itu dilaksanakan. Selama ini pemerintah kota Jakarta selalu disibukkan dengan kemacetan arus lalu lintas pada hari kerja. Pemerintah masih sibuk mencari solusi yang paling tepat untuk mengatasi kemacetan tersebut dan belum mendapatkan formula yang paling jitu. Dalam situasi seperti ini panitia penyelenggara karnaval mengadakan kegiatan pada hari kerja. Sesuatu yang tidak masuk akal dan terkesan yang penting program jalan. Padahal, program ini akan menjadi sangat positif jika bisa dinikmati oleh lebih banyak lagi anggota masyarakat. Seperti halnya, Pemerintah DKI selalu menyelenggarakan pesta rakyat dengan memilih hari libur. Harapannya, tak lain agar lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat. Tentunya sekaligus untuk menghindari dampak kemacetan yang cukup parah. Setiap hari dalam kondisi normal saja kita sudah harus bergulat dengan kemacetan, bisa kita bayangkan jika ruas jalan utama ditutup pada jam menjelang orang pulang kantor. Hem….sungguh menjadi sangat ironis.
Sebenarnya program pemerintah pusat dapat dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas jika dilaksanakan secara tepat. Dalam pengertian tepat waktu, tepat tujuan, tepat sasaran. Tepat waktu, artinya kegiatan tersebut diselenggarakan pada waktu masyarakat libur atau tidak bekerja. Pada saat masyarakat libur tentu akan lebih banyak yang mau terlibat dan tentunya kegiatan juga tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan raya tempat kegiatan dilaksanakan. Tepat tujuan, kembali pada tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan krativitas dan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia. Apabila anggota masyarakat sedang bekerja bagaimana mungkin tujuan itu dapat tercapai? Tentu tujuan tersebut tidak akan berhasil atau tercapai secara optimal. Sedangkan kata tepat sasaran, tentu juga masih jauh dari harapan atau ekspektasi penyelenggara. Setidaknya, sasaran masyarakat luas juga tidak bisa terjaring semua mengingat mereka juga sibuk di tempat kerja masing-masing.
Berkaca dari kegiatan karnaval yang sering dilaksanakan oleh pemerintah DKI yang sukses, tidak ada salahnya jika Kemenparekraf juga lebih kreatif dalam mengeksekusi program. Mungkin bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Setidaknya seperti kegiatan yang sering digelar pemprov DKI yang dilaksanakan pada hari libur, ternyata mampu menghibur masyarakat. Kegiatan karnaval yang diselenggarkan Kemenparekraf, ke depan mungkin akan lebih menarik jika dilaksanakn pada hari libur sehingga sungguh menghibur  tidak terjadi sebaliknya mengganggu kenyamanan warga Jakarta. Salam Kreatif!

AST 19082014

Facebook Comments

About Anita Godjali

2 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Ekonomi kreatif perlu dipromosikan dengan cara yang kreatif pula

  2. Anita Godjali

    Kreativitas, konon memang kunci keberhasilan Mas Romo….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif