Home » Rubrik Khusus » Tjipta Dinata's Life Story » Jangan Menghina Diri Sendiri

Jangan Menghina Diri Sendiri

SAMSUNG DIGITAL CAMERASetiap orang yang waras,pasti  akan merasa tersinggung,bahkan marah bila di hina orang. Karena merasa harga diri dilecehkan. Kita akan berani menghadapi siapapun,untuk mempertahankan harkat diri. Tetapi anehnya,sadar ataupun tidak ,cukup banyak orang yang meremehkan dirinya sendiri.

Kita tidak usah mencari terlalu jauh,karena tipe orang seperti ini ada dimana mana. Mungkin saja ada dalam lingkungan kita. Bahkan mungkin juga tanpa sadar kita terperangkap di dalam fenomena ini.
Dalam perjalanan saya keliling Indonesia ,untuk memimpin seminar , banyak sekali menjumpai orang orang yang kehilangan rasa percaya diri. Mereka sepertinya sudah berhenti berharap,karena berbagai alasan.Ciri ciri tipe orang seperti ini adalah selalu berkeluh kesah,seolah minta dimengerti .Atau bahasa kasarnya:”minta dikasihani”.Ucapan klise yang terucap,hanya berkisar sekitar kata kata ini:Saya sudah tua
Saya bukan sarjana
Tidak mungkinlah saya bisa
Saya hanya orang kecil
Saya terlalu muda
Saya belum berpengalaman
Tidak ada yang mendukung usaha saya
Saya kurang sehat
Saya tidak berani mengambil resiko
Saya sangat kuatirOrang orang seperti ini ,tanpa sadar telah mendistorsi mentalnya sendiri . Tanpa sadar ia melakukan pengrusakan batin,sehingga lama kelamaan ia percaya ,bahwa memang ia tidak mampu melakukan apa yang orang lain bisa.

Agaknya hal ini sudah menjadi semacam penyakit akut dalam masyarakat kita,yaitu melecehkan diri sendiri . Dan memberikan negatif sugesti kepada diri,bahwa mereka tidak mampu untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Mereka berpikir,kalau sudah bisa makan sehari 3 kali ya sudah,mau apa lagi? Disinilah letak tugas kemanusiaan kita,yaitu saling berbagi dan saling mengingatkan. Berbagi tidak harus dalam bentuk materi,tapi bisa juga dengan berbagi pengalaman hidup,yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang lain, Sehingga mampu melakukan transformasi diri atau mereka akan menanggung rasa sesal sepanjang hayat.

Jangan Membebani anak cucu ,dengan kehidupan kita.
Ada satu hal penting,yang sangat sering dilupakan orang,yaitu: siapapun kita,mustahil bisa bekerja seumur hidup. Suatu waktu kita harus berhenti,karena kodrat manusia sudah jelas dan nyata: lahir-dewasa dan menjadi tua .  Makan sudah  menjadi kewajiban kita untuk mempersiapkan hari tua yang mapan. Andaikan kita terlarut dalam cara berpikir”tidak mungkin”,maka dipastikan dimasa tua,kita akan menjadi beban anak cucu.

Sebagaimana halnya ,muda mudi wajib merancang masa depannya,maka setiap orang dewasa sudah seharusnya merancang mas atua yang mapan. Sehingga ,setidaknya .jangan sampai menjadi beban anak dan cucu kelak dibelakang hari

Hidup adalah sebuah pilihan.

Inspirasi dan motivasi,akan menjadi tidak berarti apapun,bila tidak disikapi dan dimaknai secara bijak.Tentunya hal ini menjadi hak kita masing masing untuk menentukan jalan hidup.
Hidup adalah sebuah pilihan. Dan kita harus memilih,hidup seperti apa yang ingin kita jalani kelak,bila dikaruniai usia panjang. Inginkah kita menjadi berkah dalam kehidupan anak cucu kita ataukah kita tega menjadi beban bagi kehidupan mereka?
Pilihan ada ditangan kita.Tapi jangan lupa,apa yang kita pilih,akan menjadi hidup kita.
The choice is yours. Your choice is your life.

Wollongong,01 Desember ,2013
Tjiptadinata Effendi

winner3

Facebook Comments

About tjiptadinata effendi

18 comments

  1. Artikel yang bermanfaat sekaligus menggugah semangat hidup agar lebih percaya diri.

    Nice post, sir ! https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • tjiptadinata effendi

      Aduh.maaf mas Admin,baru jawab. terima kasih .Sebuah apresiasi bagi saya.Salam hangat

  2. Muhammad Armand

    Betul sekali Bang Tjipta
    Kok saya baru sadari saat ini

    • salam pak Tjip, sorry komennya nyundul…, menyimak dengan sepenuh hati…salam kereria…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    • tjiptadinata effendi

      Saudaraku Armand ,maaf ya ,baru jawab. Terima kasih supportnya..salam hangat untuk keluarga saya di Makasar yaa.. Suatu waktu kita makan ikan bakar di Losari Beach..

  3. Rudy Sebastian

    Banyak orang tanpa sadar mensabotase dirinya sendiri, selamat berjumpa kembali pak Tjiptahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

    • Bung Rudi, mana artikelnya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

    • tjiptadinata effendi

      Akhirnya berjumpa juga disini ya Pak Rudi,terima kasih sudah singgah. Benar,yang paling sering menghalangi kita untuk meraih sukses,sebenarnya adalah diri kita sendiri “Ah nggak mungkinlah saya bisa seperti itu.,,, maka terjadilah”
      You are what you think.” terima kasih dan salam damai pak Rudi

    • tjiptadinata effendi

      Pak Rudy ,selamat malam waktu di australia…sorry ,baru jawab..terima kasih supportnya..salam hangat dan sukses selalu

  4. ImasSitiLiawati

    Hai Opa, nice article. ;-)

    • tjiptadinata effendi

      Mbak Imas,,senaang sekali bisa jumpa disini.,,teria kasih sudah mampir yaa..salam hangat utk keluarga di Bandung dan Lampung?

  5. katedrarajawen

    saya punya prinsip hidup begini Pak Tjipta, orang lain boleh menginaku tapi aku tak boleh menghina diriku sendiri. Jadi sekali lagi mengingatkan dan meyakinkan diri saya. Terima kasih

  6. tjiptadinata effendi

    saya punya prinsip hidup begini Pak Tjipta, orang lain boleh menginaku tapi aku tak boleh menghina diriku sendiri
    Falsafah yang hebat Pak Kate…saya puas dihina dan dilecehkan orang…di usir dari bank juga sudah sudah. Tapi bersyukur saya bisa melewati semuanya dengan selamat…Saya doakan pak Kate juga sukses melebih saya

  7. Terima kasih Pak Tjipta…..
    Salam hangat…..
    Pasti ada foto :)

    • tjiptadinata effendi

      ya mas Edy,foto profile sudah saya tempelkan,terima kasih sudah mengingatkan ,salam hangat

  8. artikel yang bermanfaat pak… like it

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif