Home » Rubrik Khusus » Tjipta Dinata's Life Story » Transformasi Diri

Transformasi Diri

SAM_0649Tranformasi Diri

Kata “transformasi ” ,berasal dari bahasa Inggeris :”transformation”,yang kalau kita simak pada Oxford Dictionary,berasal dari kata dasar “transform” .yang berarti :”make a thorough or dramatic change in the form,appearance, character,etc.,yang dapat diterjemahkan secara bebas:” segera membuat sesuatu perubahan total,baik dalam bentuk penampilan,karakter dan sebagainya.

Setiap orang berpeluang untuk mengubah hidupnya ,agar menjadi lebih baik. Tidak peduli dari suku bangsa mana dan apapun latar belakang kehidupannya. Masalahnya adalah tergantung pada pribadi masing masing: “Mau atau tidak”.Melakukan suatu perubahan ,memerlukan suatu keberanian. Berani mengambil resiko. Ibarat sekeping mata uang, yang selalu memiliki dua sisi,demikian juga setiap perubahan menghadirkan :dua hal yaitu : harapan dan resiko.Harapan adalah sebuah kekuatan yang amat dahsyat. Demi untuk sebuah harapan, manusia mau berusaha,bekerja keras siang dan malam,karena yakin ,suatu waktu harapannya akan jadi kenyataan.

Dalam sebuah harapan terkandung unsur keyakinan. Yakin kepada Tuhan,yakin kepada diri sendiri. Yang sedang menderita sakit,yakin ia akan sembuh. Yang masih hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan, yakin, bahwa segala penderitaannya suatu waktu akan berachir dan hidupnya berubah. Namun antara keyakinan dan terwujudnya suatu harapan, masih ada jurang yang harus diseberangi. Bisa singkat,bisa panjang atau bisa juga tidak pernah sampai keseberang sana. Disinilah manusia diuji oleh alam,diuji keyakinannya,diuji kesabaran dan ketabahannya dalam masa penantian yang tidak pasti. Karena didunia ini tidak ada yang pasti,kecuali satu,yaitu bahwa :setiap manusia yang dilahirkan ,achirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Tidak peduli dari manapun asalnya.

Harapan Adalah Sebuah Kekuatan
Tahun 2008,Penulis mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan Pimpinan Spiritual Tibet, Dalai Lama XIV , di Melbourne. Tokoh yang mendapat Hadiah Nobel Perdamaian Dunia ini, mengawali sambutannya dengan mengatakan:” Saudara saudara, tidak seorangpun didunia ini tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Tetapi semua orang berharap, bahwa masa depan akan lebih baik. Harapan adalah energi. Energi adalah kekuatan. Karena memiliki harapan, orang mampu menahan rasa sakit,penderitaan, hinaan dan sebagainya,karena yakin,suatu waktu semuanya akan menjadi kenyataan.

Harapan merupakan sumber inspirasi dan motivasi bagi setiap insan.Oleh karena itu orang yang tidak memiliki harapan ,dikatakan :” putus asa”. Dan orang yang putus asa,dapat dikatakan sudah mati,walaupun masih hidup. Kita dapat memperhatikan disekeliling kita, tiap hari menyaksikan kehidupan dengan berbagai profesi. Seorang tukang beca,menarik beca dari hari ke hari . Bahkan sudah bertahun tahun, dengan harapan anak anaknya kelak akan sukses. Dan bila hal tersebut jadi kenyataan, berarti kehidupannya akan berubah ,menjadi lebih baik.
Tetapi antara sebuah harapan dan terujudnya menjadi kenyataan,ada suatu rentang waktu,yang bisa singkat, tapi bisa juga panjang.

Kita tidak dapat menutup mata, bahwa tidak jarang harapan demi harapan berguguran karena berbagai sebab. Ketika harapannya tidak terkabul,maka disinilah orang merasakan resiko dari kegagalannya. Karena itu banyak orang yang tidak berani mengubah hidupnya ,karena takut gagal. Padahal kegagalan,bukanlah berarti segalanya sudah berachir,selama hayat masih dikandung badan. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju perbaikan nasib.Orang tidak mungkin dapat meraih kesuksesan ,bila takut akan kegagalan.Tetapi pada kenyataannya,cukup banyak orang hanya mampu meratapi nasibnya.Hal ini amat tergantung pada mental seseorang.

Sikap mental menentukan siapa kita sebenarnya. Orang sukses,bukanlah orang orang yang menyandang banyak gelar, melainkan orang orang biasa yang memiliki mental luar biasa.
Bila kita sungguh sungguh ingin mengubah nasib, maka mulailah dengan mengubah cara berpikir. Merombak cara berpikir, dari negatif menjadi positif,akan mengubah sikap mental. Dengan mengubah sikap mental,maka langsung atau tidak langsung,akan membawa perubahan yang amat mendasar dalam diri kita.,yang akan tercetus dalam cara berpikir dan bertindak seseorang.

Kita sudah sering membaca, mendengarkan,bahkan mungkin sudah membicarakannya :” You are what you think” . Tapi kalimat tersebut, hanya sebagai sebuah slogan yang tidak berarti apa apa,karena tidak dihayati maknanya dan tidak dipraktekkan dalam hidup kita.
Kita terlalu sibuk menjalani rutinitas hidup,sehingga tidak jarang lupa akan tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Padahal kalau kita mau meluangkan waktu untuk diri kita sendiri,maka dala kalimat singkat tersebut terkandung konsep pemrograman pikiran (mindset),yang merupakan password atau kata kunci dalam mengubah nasib kita.

Apa yang kita tanamkan akan tumbuh. Dan pikiran kita adalah ibarat ladang kita. Mau kita biarkan dipenuhi rumput liar atau menanamkan sesuatu yang kelak dapat kita petik buahnya.
Mengubah sikap mental,sangat mudah diucapkan,tapi tentunya tidak semudah itu dalam mempraktekkannya. Karena persepsi hidup yang sudah tertanam selama bertahun tahun,bahkan mungkin selama belasan,bahkan puluhan tahun. Kata “tidak mudah” disini,mengingatkan kita ,bahwa ada tantangan yang harus kita hadapi . Tidak mudah bukan berarti tidak bisa.Setiap perubahan ,menghantarkan kita pada dua sisi kehidupan: sukses atau gagal.Namun kegagalan terbesar dalam hidup manusia adalah tidak berani mengambil resiko.
Pilihan ada ditangan kita .

Perth, 04 Januari ,2014

Tjiptadinata Effendi

Facebook Comments

About tjiptadinata effendi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif