Home » Rubrik Khusus » Tjipta Dinata's Life Story » Bagaimana Rasanya di Vonis Mati

Bagaimana Rasanya di Vonis Mati

secangkir capuccino (640x427)

Bagaimana Rasanya di Vonis Mati
Pada waktu vonis mati pertama, saya dalam keadaan parah,akibat jatuh dari pohon dengan posisi kepala terlebih dulu. Lama saya tidak sadar diri. Dan semakin hari kondisi saysemakin menurun. Tidak jarang saya mengigau atau ketawa ketawa sendiri. Antara sadar dan tidak, saya mengetahui ,banyak teman teman dan sanak keluarga yang datang ,karena diberitahu kondisi saya sudah sangat buruk.Untuk membuka mata saja ,tidak mampu. Pikiran antara sadar dan tidak..

Rasa sakit yang tak tertahankan pada bagian kepala dan seluruh tubuh,menyebabkan seluruh daya daya hidup yang ada pada diri saya ,sepertinya sudah tidak berdaya sama sekali.Sementara dari hidung dan mulut saya darah terus mengalir.Serasa setiap jengkal dari tubuh saya tersayat sayat.

Tiba tiba ,rasa sakit itu hilang lenyap. Saya merasa sangat ringan dan merasa tubuh saya melayang..Saya tidak ingat siapa siapa lagi. Saya merasa seperti bermimpi…Sayup sayup terdengar suara musik yang amat indah,yang makin lama semakin jelas. Ketika saya menoleh kearah suara tersebut,terlihatlah pintu gerbang yang bercahaya.Malaikat malaikat memainkan berbagai alat musik.Ada kerinduan yang luar biasa untuk masuk ke gerbang tersebut,tetapi setiap kali saya mau melangkah, kaki tidak mau bergerak.

Pengalaman Aneh
Sesaat kemudian ada suara lain yang kedengaran. Tapi kali ini ada jauh dibawah tempat dimana saya berada. Ketika saya menoleh kearah suara, tiba tiba saya melihat diri saya sendiri terbaring ditempat tidur ,dikelilingi seluruh keluarga.“Apakah saya sudah meninggal?” Saya coba mencubit tangan saya, tapi tidak bisa…saya mencoba berteriak….juga tidak ada suara yang keluar.

Sepertinya saya mendengar nama saya di panggil panggil berulang kali . Dan seperti ada magnit yang sangat kuat,saya tertarik ke arah tubuh saya yang lagi terbaring,Dan sesaat kemudian, saya merasakan sakit yang luar biasa kembali…dan saya mendengarkan suara suara menangis.. dan bersyukur.. rupa rupanya tadi saya koma dan sekarang sudah sadarkan diri, sehingga rasa sakitnya dapat saya rasakan lagi

Belakangan saya baru tahu, karena geger otak akibat jatuh dari pohon,saya beberapa kali koma dan dua orang dokter ahli yang merawat saya, mengatakan pada keluarga saya :” Hanya mujizat yang bisa menyelamatkan “.Saya di vonis mati Ternyata mujizat itu terjadi. Saya tidak meninggal dan beberapa bulan kemudian sembuh.

Sepuluh tahun sudah berlalu…
Sakit saya kambuh lagi..
Kepala sakit luar biasa,hingga kening menonjol. Telinga sakit dan mendengung. Mata sulit dibuka.Saya ke dokter specialis. Disuruh rontgen ,saya patuh.Hasil rontgen menunjukkan bahwa seluruh ruang yang ada dibagian wajah dan kepala sudah penuh terisi cairan,akibat infeksi. Jadi upaya tunggal: operasi.

Saya jelaskan pada dokter, bahwa saya sudah dioperasi 5 kali.jadi saya tidak mau lagi dioperasi. Kata dokter dengan ketus:” Ya. terserah .You kan sudah lihat hasil rontgen. Pertama mata you tidak bisa melihat,kemudian telinga tuli dan sudah itu kalau cairannya sudah masuk ke otak .. ya selesai….”(mati)
“Jadi tidak ada jalan lain, selain operasi dokter?”
“Ya tidak ada. Itu pun siapa tahu operasi ke 6 ini bisa berhasil” kata nya santai.
Saya diam sesaat,saya terpukul.Ini kedua kali dalam hidup,saya di Vonis Mati. Saya tidak bicara sepatah katapun lagi dan setelah membayar biaya pemeriksaan dan rontgen saya pamit..

Bagaimana rasanya mendapat vonis mati ?
Jujur ,hati saya jadi galau.Syukur istri saya dengan setia selalu menguatkan saya.

Kata istri saya :” Tidak ada orang yang berhak menentukan, kapan hidup seseorang akan berachir,selain Tuhan” Malam harinya saya hampir tidak tidur. Saya pikir,apa yang masih bisa saya lakukan? Saya tidak mau tergeletak lagi seperti dulu. Saya berdoa,kalau hidup saya masih bisa memberikan manfaat bagi orang lain,mohon sembuhkanlah saya. Tetapi keputusan ada ditanganMu ya Tuhan.”

Saya jadi tenang dan kemudian tertidur. Saya lalui hari hari dengan tabah dan ikhlas. Saya tidak tahu persis,kapan saya sembuh. Karena setelah 2 bulan kemudian ,saya sama sekali tidak merasakan gangguan kesehatan apapun. Saya selamat dari vonis mati kedua kalinya.
Sungguh Tuhan Mahabesar.. saya rasakan hingga keseluruh sendi sendi kehidupan yang ada dalam diri .Semenjak itu, setiap hari saya selalu ingat, untuk berbuat apa saja ,yang mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena saya merasa sudah diberikan perpanjangan ijin tinggal didunia ini oleh Tuhan dan saya tidak mau membuang waktu saya dengan sia sia. Salah satu jalan yang saya tempuh adalah sharing pengalaman hidup saya melalui artikel ini.

 

Renungan:
Dulu saya adalah orang yang sangat pencemas dan kuatir, Hal hal kecil saja dapat membuat saya tidak bisa tidur dan gelisah. Saya selalu hidup dalam was was,yang menyebabkan saya jarang bersyukur,Selamat dari kematian ,mengubah sikap mental saya. Sejak saat itu, saya selalu mengawali hidup saya dengan bersyukur.

Saya memahami bahwa adalah tidak mungkin setiap hari melakukan hal hal yang besar, tetapi saya bisa melakukan hal hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain, sebagai ungkapan rasa syukur yang tidak berkesudahan.. Salah satu bentuk adalah dengan berbagi kisah kisah hidup,yang mungkin ada manfaatnya bagi orang lain.

Kata orang pintar,belajarlah dari pengalaman hidup anda, karena pengalaman adalah guru yang terbaik.Tetapi kata orang bijak,jangan hanya belajar dari pengalaman hidup anda saja, tetapi belajarlah juga dari pengalaman hidup orang lain,sehingga anda tidak perlu membayarnya dengan merasakan sakitnya.Kisah hidup ini bukanlah hasil imaginasi saya, melainkan cuplikan dari biografi pribadi saya.

Perth,09 Januari,2014
Tjiptadinata Effendi

Facebook Comments

About tjiptadinata effendi

2 comments

  1. katedrarajawen

    luar biasa Pak Tjipta pengalamannya, bahwa hidup ini terlalu banyak khawatir karena akan merugikan sendiri dan jangan berpikir hanya untuk melakukan hal yang besar tapi melakukan hal hal kecil juga bisa bermakna besar :thanks2

  2. tjiptadinata effendi

    Terima kasih pak Kate,sudah berkenan mampir. Jasdi tulisan saya nggak kesepian sendirian ha ha ah..salam hangat untuk keluarga yaa pak

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif