Home » SOSIAL BUDAYA » Bahtera Rumah Tangga » Romantisme Dalam Kemasan

Romantisme Dalam Kemasan

juskawaime.wordpress

juskawaime.wordpress

Menonton “wedding game” sebuah film lama yang dibuat tahun 2009 dengan Pemeran utama Fann Wong dan Christopher Lee membuat saya terkenang masa lalu. Ketika film Hongkong masih merajalela. Okay, sekarang barangkali kepungan film Korea memiliki efek yang sama ketika kami dulu terkepung film – film Hongkong itu. Dengan segala pesona Andy Lau, Aaron Kwok, Bridgitte Lin, Rosamund Kwan dan sebagainya. Biasanya kalau saya bercerita demikian, orang lalu mulai menebak – nebak usia. hehe..!

Dunia berganti, bumi berputar. Korea dengan perkasa menggeser Hongkong. Ketika disebut Jerry Yan, putri saya akan bertanya “huh? Sapa itu Mam?” Tetapi ketika disebut “Chen- Exo” Ia akan menjawab. “Wuah.. itu idolaku.” Sebenarnya apa bedanya? Para pria dan wanita oriental ini menjajakan hal yang sama yaitu “romantisme dalam kemasan”. Yang membedakan hanya masa dan tahunnya saja. Dulu Jerry Yan berjaya dan membuat saya bertengkar dengan ‘mantan pacar’ karena ngotot pengen nonton konser F4. Dan kini saya bertengkar dengan anak saya karena ia mulai malas belajar sejak menjadi fans berat K-Pop khususnya Chen – Exo.

Romantisme dalam kemasan adalah dagangan yang sangat laku dijual, terutama pada pasar konsumen wanita muda, remaja, ABG dan sebagainya. Mereka yang mudah terharu, berharap cinta sejati dan percaya tentang “happily everafter” tidak akan segan – segan merogoh kocek untuk menonton film, membeli memorabilia dan segala tetek – bengek terkait aktor/ aktris pujaan. Ini sudah hukum alam perdagangan film, bahwa peran fans sangat besar, alias orang – orang yang haus ‘bahagia’ walaupun semu. Fans pasti akan menyikat habis segala dagangan romantis. Saya dulu memborong VCD dan Buku Asli F4 alias Meteor Garden yang baru datang dari Taiwan dengan bahasa mandarin totok, yang saya sendiri sama sekali nggak mudheng satu katapun! Harganya? Ratusan ribu rupiah saat itu. Sekarang cuma teronggok dilemari!

Romantisme dalam kemasan yang diedarkan industri pasar Asia otomatis memang cocok bagi orang – orang Asia juga. Orang bule barangkali akan mengerutkan kening dan heran. “Ini pacaran model apa kok sok imut dan serba kiyut?” Menurut saya Romantisme dalam kemasan yang dipasarkan oleh industri Hongkong, Taiwan maupun Korea (dan juga India) itu indah, menarik, ringan dan menggemaskan. Tidak kasar, tidak terlalu ‘to the point’ dan nyaris tidak pernah menunjukkan adegan sex-sadistis atau hal – hal yang menjurus demikian. Biasanya pertengkarannya masalah sepele, salah paham yang konyol, pengorbanan tulus ikhlas, berbaikan dengan kado boneka, datang menjemput dengan sepeda, mengirim bunga diam – diam. Name it, lah 1001 triks romantisme dalam kemasan.

Perkara kami ini sebagai penggemar atau fans terlihat bodoh dan tidak bernalar itu masalah kedua. Yang terpenting adalah bahwa para penggemar masih percaya adanya cinta sejati (sekalipun itu hanya tersaji dalam film) sudah TOP markotop deh! Setidaknya masih ada harapan bahwa perkara jatuh cinta dan lembaga perkawinan masih bakal berumur panjang! Dulu saya percaya tentang cinta sejati, sekarang pun masih! Tetapi cara pandang saya tentang cinta yang dulu hanya terlihat bahagianya saja, sekarang sudah ketemu kenyataannya. Tentu banyak pahitnya juga! Ketika semakin sering bertengkar dengan putri saya masalah fans – idola bintang pujaan. Saya kemudian ingat tentang pengalaman diri sendiri. Pada akhirnya saya angkat tangan dan coba pahami. Kadang remaja dan para gadis belia tidak butuh nasehat. Mereka butuh ‘mengalami’ dan ‘mengerti’ tentang keindahan cinta melalui romantisme dalam kemasan itu. Tetapi pengalaman dan pengertiannya sampai dimana? Nah, itu kontrol penuh orang tua! Aih,..Gak terasa almost Valentine’s Day lagi.. :roll:

Facebook Comments

About Josephine Winda

4 comments

  1. Muhammad Armand

    cinta sejati ni yeeeeeeeeeeeeee
    hihihihi

  2. Anita Godjali

    Jeng Winda, cinta curah pasti lebih murah ya? hehehe….

    • josephinewinda

      wkwkwkw…ada ada saja mba Anita…murah banget ..lha plastikan yaa..warnanya butek pula..eh cinta curah yaa..bukan minyak curah..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif