Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Terjerat Mas Yoga

Terjerat Mas Yoga

yoga

foto :www.dreamstime.com

Bukan terjerat lelaki muda bernama Yoga. Walaupun saya memang punya teman lelaki muda bernama Yoga dan impian para wanita (deuhh :roll: ). Ini tentang investasi masa depan yang saya sebutkan. Yoga adalah seni olah tubuh. Asal muasalnya dari India. Olah – raga jenis ‘robics yang ada di Indonesia memang beraneka – rupa. Dari sejak jaman aerobik hingga BL. Anda ingat Lisa Natalia? Yang seksi dan pandai bersenam Body Language (BL)? Saya pernah sekali ke studio-nya, entah apakah sekarang masih ada? Senang saya, dengan olah tubuh yang demikian, hobby saja. Makanya saya nggak terlalu suka sepak bola, basket dan volley. Karena memang tidak masuk dalam agenda olah raga yang saya suka. Sorry!  :-(

Pertama kenal yoga (nggak pake mas), itu ketika sahabat saya Losya mengirimkan pesan singkat, “Win, aku buka studio dengan temanku di Jakarta Selatan. Datang ya, gratis pertemuan ini sekaligus perkenalan.” Saya malas datang, lha wong jauhnya ngga kira – kira. Eh, kali kedua ia mengirim pesan lagi, “Win, kok waktu itu nggak datang? Sekarang datang ya, ada gratis session lagi dalam rangka agustusan.” Waduh, saya kalau sudah di’semi paksa’ gitu apalagi ini sahabat masa kecil, saya nggak enak banget. Akhirnya saya datang. Olah tubuh terakhir yang saya lakukan adalah aerobik, yoga pernah coba tapi menurut saya sulit sekali. Itu jaman dulu ketika yoga belum begitu cetar – membahana. Dari session yang gratisan itu, saya kok merasa cocok dengan yoga.

Yoga itu simple, dan bukan hanya tubuh kita yang adjust (menyesuaikan) ke yoga tetapi yoganya bisa diadjust ke tubuh kita. Yoga bisa khusus kids, wanita, orang-tua, pria. Bahkan bisa untuk koreksi tulang atau bentuk tubuh, seperti kecenderungan skoliosis, tubuh bungkuk dan sebagainya. Asal dilakukan dengan guru atau trainer yang handal serta berpengalaman. Karena jika pengetahuannya dangkal atau trainernya ngasal, bisa jadi salah urat, terkilir dan sebagainya. Saya kemudian ikut kelasnya Losya, teman saya itu. Sepuluh kali pertemuan membayar relatif murah untuk sanggar yang khusus yoga. Sanggarnya nyaman, lengkap dengan aneka alat – alat yoga, dua shower, dua toilet dan meja rias serta rak lockers. Itu karena gurunya teman sendiri dan sedang diskon 50% dari harga studio yoga kelas Jaksel.

Kemudian setahun saya tidak melakukan yoga, karena teman saya mengundurkan partnership dengan rekannya yang memiliki studio tersebut, ibu saya juga sakit, lah pokoknya 1001 alasan! Itulah ya, olah – raga kok cari teman, cari alasan, cari nyaman? Singkat kata, diwilayah tempat tinggal saya tidak mudah menemukan sanggar yoga lagi (dengan harga bersaing). Yoga cukup menguras dana, karena sifatnya yang khusus dan alat – alatnya. Guru juga harus mumpuni (biasanya bersertifikat). Again, penduduk urban pinggiran Jakarta, tak semuanya serba ada dan tersedia. Lama, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti guru lain, sebut saja Merry. Tadinya saya ragu karena sebelumnya dengan Losya, saya mengikuti kelas semi privat, tidak ada murid lain. Jadi muridnya ‘kelas kecil’, seringkali hanya saya. Jadi sangat diperhatikan, dimanja dan diurus (halah!). Nah, Merry ini mengajar ‘kelas besar’, saya pikir bakal kacau dan urakan karena sekali ngajar muridnya 80 orang. Dapat Anda bayangkan? Mengajar ‘yoga’ yang adalah olah tubuh cukup rumit dengan murid sekitar 80 orang? Bagaimana cara menghandle-nya? Butuh kematangan dan jam terbang!

Biaya kursus di tempat Merry malah sangat murah, jauh dibanding dengan Losya dan jauh lagi dibandingkan  dengan club – club besar seperti Gold Gym dan Celebrity Fitness. Saya mikir, apa iya, beliau mumpuni mengajar yoga? Kok murah banget? Maju mundur-nya saya dan berkomunikasi dengan Merry, didorong oleh dia. “Kalau belum punya matras, pinjam punya saya, boleh!” (Matras yoga paling murah ratusan ribu, yang mahal jutaan). Akhirnya saya ikut dengan Merry. You know what? Hingga kini saya terkagum – kagum dengan Merry! Menurut saya pribadinya luar biasa! Ia wanita pengajar yoga dengan mind, body and soul, completely! Ia mengajar yoga tidak sekedar olah – tubuh, bukan sekedar cari duit dan ‘mancing manusia.’ Ia mengajar dengan sungguh – sungguh dan kecintaannya pada yoga sangat menginspirasi. Ia tidak ‘menjual’ yoga dengan cara mahal, eksklusif dan plesir – plesir. Ia mengajar karena ia cinta yoga, ingin orang – orang sehat dan ia juga ingin mengamalkan ilmu. Menurut saya, Merry layak disebut ‘master’ yoga di wilayah tempat tinggal saya. Cerita selanjutnya,..to be continued ya! ;-)

Facebook Comments

About Josephine Winda

8 comments

  1. Muhammad Armand

    hemmmmmmmmmmmmmmmmmmmm :D

  2. Yoga memang enak mabk. Tapi kalau ngga biasa, pegel semua habisnya. :D

  3. katedrarajawen

    Saya yang myrah meriah aja deh dengan bermeditasi Ci Jo, cukup dalam kamar atau di pinggir kolam di pabrik dan sehari bisa beberapa kali, pikiran dan badan memang ada perubahan, lebih segar hehhe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif