Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Anak Satu Saja Rempong

Anak Satu Saja Rempong

daughter

foto: www.amazon.com

Hari ini pulang sekolah, putri tunggal saya, Lola langsung masuk kamar, setel AC dan menggulung diri di kasur. Saya lalu bertanya pada ayahnya yang sekalian menjemput dari sekolah, “Kenapa tuh si Lola?” Dan dijawab, “Kayaknya dia sakit deh, …tadi sepulang sekolah lesu, terus badannya anget.” Lola itu sudah bukan bayi atau balita. Ia sudah menanjak remaja, pre-ABG. Semasa kecil saja jarang sakit. Sakit yang ia selalu berlangganan adalah ‘demam’ dan hanya itu saja. Biasanya mau tumbuh gigi. Udah lama nggak demam, ini sekarang usia sudah mau nenek – nenek, kok mendadak sakit deman lagi? Ada apa gerangan?

You know what, perasaan orang – tua terhadap anak atau anak – anaknya itu akan selalu sama! Usia berapa pun mereka, orang – tua akan selalu kebingungan jika anaknya sakit atau terjerumus dalam suatu permasalahan. Ini terjadi pada saya. Pada usia 30th lebih, saya masih disuapi vitamin oleh ibu, hicks!…Setelah menikah pun jika ada masalah tanpa sadar, saya akan bercerita kepada ibu. Walhasil, tidak menyelesaikan masalah tersebut. Malah ibu menjadi terbeban dan kebingungan. Sejak itu saya sadar, sudah menikah, ya sudah; saya harus pecahkan sendiri permasalahan bersama dengan suami. Bercerita pada ibu percuma, hanya menambah kegundahannya. Kasihan ibu sudah tua, seharusnya memikirkan yang baik – baik saja. Permasalahan duniawi yang tak pernah selesai, tidak harus selalu menjadi konsumsi orang – tua yang seharusnya sudah pensiun lahir – bathin.

Ketika Lola sakit, ada sebagian dari diri saya yang merasa ‘linu.’ Takut jika sakitnya serius atau apa. Padahal kadang ketika diperiksa, ya hanya tumbuh gigi atau campak. Hal – hal yang biasa menimpa anak – anak. Sebagai orang – tua biasanya saya akan mengamati dengan teliti (ini sih kebiasaan saya saja), apa yang terjadi sehingga menyebabkan anak sakit? Ini anak gede kok bisa sakit juga sih? Dan inilah kenyataan mengejutkan yang saya hadapi, bahwa Lola terlalu lelah dan banyak kegiatan! Makjlebs! Ini juga benar, karena Lola sudah besar kadang saya tak menyadari bahwa ia ‘bukan besar – besar amat, usia 23 atau 33’. Besarnya Lola, hanya besar satu level diatas bayi dan balita, pre-ABG. Karena Lola gayanya dewasa dan sangat mandiri, dengan mudah saya membebaskan dia beraktivitas. Padahal seharusnya saya batasi. Saya benar – benar bukan ibu yang baik, ya? Ini karena saya sibuk nge-blog sendiri. Byuuh!

Saya pikir – pikir, hari Jumat lalu Lola pergi dengan saya seharian sepulang sekolah. Menemani saya bereuni dengan kawan lama. Pulang sampai rumah hingga tengah malam. Lalu sabtu pagi, Lola pergi mengajar piano dari jam 7 hingga jam 10 pagi. Kemudian sore jam 5 hingga jam 9 malam ia sibuk dalam kegiatan keagamaan remaja. Lalu minggu pagi jam 11 hingga jam 2 siang (telat makan), ia lagi – lagi ikut organisasi remaja di dekat rumah. Lalu senin, sepulang sekolah ia menemani saya dan ayahnya pergi makan malam ke sebuah tempat dan pulang pukul delapan malam. Hari Selasa ini tak heran, … tenaganya mulai terkuras habis dan sepulang sekolah langsung tumbang!… Sore ini seharusnya ada kursus bahasa, terpaksa bolos. Ia masih terbaring tidur seperti kepompong dari jam 3 siang tadi. Untung sekarang sudah saya suapin, minum panadol dan bergelung tidur lagi. Kasihan Lola yang malang! Anak satu saja saya rempong, … nggak becus ngurus. Gimana banyak anak??..

Daughter-quote

foto: picturesquotes.com

Facebook Comments

About Josephine Winda

8 comments

  1. kacian kacian kacian semoga Lola cepet sembuh dan mamanya cepet insyaf kwk kwk kwkhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  2. kacian kacian kacian semoga Lola cepet sembuh dan mamanya cepet insyaf kwk kwk kwk

  3. katedrarajawen

    orang – tua akan selalu kebingungan jika anaknya sakit atau terjerumus dalam suatu permasalahan.

    bu saya banget, saya udah empat puluh lebih masih dikhawatirkan, termasuk anak2 yang lain, padahal saya udah bilang, gak usah pikirkan kami, mama nikmati masa tua aja, tapi ya begitulah

    • josephinewinda

      semua ibu kayak gitu Bung Kateee….hehehe..kesian ya…begitu punya anak – otakknya langsung ambil space buat mikirin anak – anaknya..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif

  4. :D Mamiiiii……. makannnn dongggg…. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif