Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Ikan Baru Dalam Kolam

Ikan Baru Dalam Kolam

acquisitiondemotivator

foto: www.despair.com

Tulisan ini sedikit sulit untuk saya mulai, karena saya jadi tak yakin. Bijaksanakah saya menuliskannya? Intinya dalam kehidupan selalu akan ada ‘ikan baru’ atau pemain baru dalam kolam. Ini termasuk rekan kantor yang baru, teman sekolah yang baru dan teman berkomunitas baru, bahkan tetangga baru. Kadang tanpa sengaja dibuatlah perbedaan ‘lama’ dan ‘baru’ tersebut dengan sangat mencolok. Perbedaan ini kontras seolah yang lama menjadi senior dan penguasa, sedangkan yang baru menjadi junior dan menurut saja adanya. Kontradiktif lama – baru juga banyak intriknya. Kadang anak baru sengaja baik – baikkin orang lama, diam – diam cari celah supaya dapat mengunggulinya. Disisi lain bisa jadi tetangga baru punya TV flat seluas lapangan bola, sementara kita yang orang lama masih memakai TV tabung dengan kunonya. Pahit ya?

Kontradiktif lama – baru, ditandai dengan munculnya ikan – ikan baru di kolam yang sudah lama dikuasai oleh ikan – ikan lainnya, hal ini secara tak langsung membuat suasana berseteru tanpa suara. Iri, curiga, jealous terkumpul menjadi udara dalam wadah pergaulan. Lebih menyedihkan jika ada yang ‘mengenali strategi papan permainan. ‘ Lalu dibuatlah suatu percaturan tanpa sadar. Bahwa yang baru mendadak jadi anak emas, yang lama jadi butut dan tak berguna. Yang baru digadang – gadangkan mampu membawa pembaharuan sementara yang lama siap – siap dilungsurkan. Itulah dunia, jangankan perihal karyawan dalam bekerja, perihal tetangga baru yang mendadak lebih sukses dari yang lama (sampai dicurigai pelihara tuyul), perihal siswa baru di sekolah yang keliatan lebih ganteng atau cantik mempesona, semuanya membuat elemen kejut kecewa pada ikan – ikan yang lama. Ikan – ikan lalu mulai saling bergesekan dan mendorong. Mencari ruang kebebasan dan keleluasaan. Situasi ini pernah terjadi dan sangat menggerogoti rasa percaya diri saya.

Maka dari itu saya menaruh percaya kepada orang yang selalu memperbaharui diri dengan berdoa, belajar dan terus bekerja keras. Karena dalam setiap hari yang baru, mereka adalah ikan baru di dalam kolam. Tidak pernah menjadi ikan lama yang tersisihkan. Dalam setiap aliran air dan gelombang mereka mempelajari cara gerakan serta berenang timbul – tenggelam. Tidak ada ikan baru dan ikan lama, jika yang lama tidak nampak tertinggal dan yang baru ternyata masih memiliki kelemahan. Dunia memang kadang tidak adil, itu kenyataan yang harus diterima. Tapi ketidakadilan tidak lalu menjadikan manusia hanya menyimpan dengki dan kecewa, tidak lalu menyisihkan diri dari yang lainnya. Tidak pula lalu berhenti berusaha. Iya kan?

Ikan baru dalam kolam menjadi ancaman bagi ikan – ikan yang lama. Itu karena mereka semua meyakini saja kolam sebagai wadah untuk berkeliaran dan berkejaran. Padahal ada lautan luas yang mampu menampung semua ikan. Maka ikan lama sering merasa senior dan menganggap ikan baru berkeliaran mengganggu. Tidak ada yang lama dan baru di dunia ini, yang ada orang yang selalu memperbaharui diri, beradaptasi dengan keadaan dan mereka yang diam di tempat. Rasa iri sering menggerogoti orang yang merasa ‘tertinggal’ oleh orang baru. Dari situlah perbedaan ikan baru dan ikan lama muncul. “Gue udah lama kok gini – gini aja, sedangkan dia yang masih baru kok sudah melejit adanya. Apa rahasianya ya? Apa pakai susuk? Apa pelihara tuyul?..” Nah, saatnya mengucap kalimat introspektif, “Tuhan jadikan aku ikhlas menyadari bahwa kehendakMu lah yang terjadi dan bukan kehendakku. Sebab siapakah aku ini? … Hanya debu yang akan hilang dalam pasir waktuMu,…”

Facebook Comments

About Josephine Winda

9 comments

  1. :D Saya ikan baru…

  2. katedrarajawen

    Ikan baru dalam kolam menjadi ancaman bagi ikan – ikan yang lama….Tapi bisa juga loh ikan baru rejeki bagi ikan lama untuk dijadikan santapan ha ha ha

  3. Anita Godjali

    Ikan barunya kecil tapi piranha Jeng Winda, sama seremnya kan?https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif