Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Filosofi » Tempatkan Kecewa Sesuai Porsinya

Tempatkan Kecewa Sesuai Porsinya

expectingSeringkali kita dikecewakan oleh orang lain. Bisa orang yang kita kenal dengan baik, bisa juga orang yang tidak kita kenal dengan baik. Rasa kecewa pada orang yang tidak kita kenal dengan baik barangkali lebih simple. Sudah jauhi saja orang tersebut, hindari dan jangan sampai bersinggungan. Namun bagaimana jika yang mengecewakan kita adalah orang – orang terdekat? Jika itu adalah pasangan hidup kita? Anak? Orang – tua? Saudara? Atau sahabat dan teman – teman dekat kita? Bagaimana kita akan menghilangkan kecewa yang ada di hati kita ini? Katanya ‘the people you love most are the on the best position to hurt you.’ Orang – orang yang paling Anda cintai akan menjadi orang yang paling mudah mengecewakan dan menyakitkan hati. Hal ini sering saya alami khususnya dalam pertemanan. Banyak teman atau sahabat yang pada akhirnya membuat saya kecewa,..

Kita lupa bahwa ada nasihat agar kita tidak mengandalkan manusia, namun berharaplah hanya kepada Tuhan. Inilah penyebab manusia tidak layak banyak berharap pada manusia lain. Atau jika harapan itu ada, maka seharusnya tidak menjadi muluk – muluk atau berlebihan. Harapan harus ditempatkan seimbang dengan kekecewaan. Sehingga jika tak mau terlalu kecewa maka jangan terlalu banyak berharap. Bagaimana dengan optimisme? Jika tidak boleh terlalu berharap artinya mematikan optimisme bukan? Optimis harus, tetapi yang harus dikendalikan adalah rasa ketergantungan dan mengandalkan orang lain untuk pencapaian suatu keinginan atau cita – cita. Optimis adalah semangat untuk berkarya dan mempersembahkan yang terbaik. Tetapi harapan agar orang lain yang memenuhi optimisme kita adalah sia – sia belaka. Manusia selalu memiliki kekurangan dan kelemahan.

Pada awalnya saya mudah kecewa. Kecewa pada si A, si B dan si C. Rasa kecewa ini berlanjut bisa jadi kecewa hingga Z. Jika terus begini maka takkan ada satu manusia pun yang cukup sempurna untuk memenuhi harapan saya, untuk menjadi teman dan sahabat saya. Karena saya ingin mereka selalu membantu, menolong dan melihat itikad baik saya. Saya membuat rambu – rambu yang menjadikan diri saya benar, baik maka harus dimenangkan. Saya membuat dalil bahwa si putih harus selalu menang dari si hitam. Tetapi apakah cerita kehidupan demikian dan sungguh benar adanya? Bahwa kebaikan selalu menang dari kejahatan? Ya, dalam dongeng! Kalaupun kebaikan menang, maka dalam waktu singkat kejahatan berikutnya akan muncul dan mengambil alih kebaikan yang sebelumnya meraja. Dunia ini panggung sandiwara, semuanya mudah berubah,… Itu kata Bung Ahmad Albar dan Mba Nicky Astria dalam sebuah tembang lawas. Tetapi kenyataan itu benar!

Manusia harus sering berhening dan tafakur pada Tuhannya. Menyadari bahwa manusia lain bukanlah tumpuan sebuah harapan, namun upaya diri dan ijin Tuhan. Itulah yang memudahkan kita mencapai tujuan tanpa gampang kecewa berlebihan. Pada manusia yang takdirnya tidak memenuhi harapan kita, tidak perlu kita merasa kecewa berlebihan. Memang tidak mudah, namun bisa dilatih. Pergilah pada manusia selanjutnya, go to the next person! Adalah hal yang akan membimbing kita untuk terus maju berjalan. Gagal, ditipu dan dikecewakan oleh seseorang. Berdiri, bangkit, tinggalkan dan temukan orang selanjutnya yang mungkin akan menjadi penolong kita. Terus demikian hingga akhirnya sebuah keinginan terpenuhi. Itu semua adalah proses yang seijin Tuhan dan bukan sekedar pertolongan manusia. Karena jika kita mengandalkan manusia, maka kita berhenti pada orang pertama yang mengecewakan kita. Kita akan berhenti lama dengan rasa sakit hati, umpat dan kutuk. Padahal waktu dibumi ini tidaklah banyak, kita harus segera bangkit dan terus berjalan maju. Go to the next person, .. but always remember that the people you love most are on the best position to hurt you,…

foto: pinterest

Facebook Comments

About Josephine Winda

4 comments

  1. indri permatasari

    he em bener banget ini mbak heuheuheuheuheinspiratif, pas banget abis kuciwa soalnya wkwkwk

    …..tak ada yang tak berubah di dunia ini…ketemu lagi kita disini ;)

  2. Anita Godjali

    Tapi saya juga akan tetap berharap pada Presiden Baru kita
    nanti Jeng Winda hehehe….salam

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif