Home » PENDIDIKAN » Edukasi » Filosofi » Maaf dan Kesempatan Kedua

Maaf dan Kesempatan Kedua

A-Second-Chance-Doesnt-Inspirational-Life-QuotesApakah kita harus memberi maaf? Tuhan saja pemaaf. Haruslah kita memaafkan, walau kadang sulit. Rasanya tidak bisa. Tidak termaafkan dan tidak terampuni. Tetapi percayalah perlahan – lahan hati manusia akan mencair larut bersama buaian waktu. Lalu semudah itu memaafkan? Ya memaafkan memang mudah. Kadang saya bercanda sambil berkata, ‘Ambil deh di kemari kayaknya stocks masih  banyak,…’ Menurut saya memaafkan mudah namun kesempatan kedua nanti dulu. Tidak semua orang berhak pada kesempatan kedua. Mengapa? Ini bukan semata pendapat saya. Namun ada peribahasa lama, sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya. Sekali berbuat salah, maka akan menimbulkan waspada dari orang lain yang mengenalnya.

Apakah ini artinya maaf sekedar slogan kosong belaka? Maaf sebenarnya hanya untuk membebaskan rasa pedih dari orang yang dirugikan atau dianiaya. Agarnya hatinya ikhlas dengan sengsara yang pernah dihantamkan oleh si peminta maaf. Maaf bukan berarti serta – merta semua menjadi baik pulih seperti semula. Ada dua sisi tentang Maaf. Maaf dari si pemberi untuk merasakan damai dan menyemaikan cinta kembali dalam hatinya. Dan maaf bagi si penerima adalah introspeksi dan perubahan sikap. Saya mau memaafkan orang tetapi saya tidak lagi meladeni orang – orang yang sikapnya tidak berubah. Menghabiskan waktu percuma! Walaupun dalam kitab kebijakan yang saya baca ada saran untuk memaafkan orang berkali – kali, oke! Namun saya tidak sembarang memberi kesempatan hingga dua atau bahkan tujuh kali. Saya menanti perubahan orang tersebut. Ada alasannya?

Ada! Terjadi berkali – kali dalam beberapa pengalaman kehidupan. Banyak orang yang tidak tahu diri. Sudah dimaafkan lalu mengulang kesalahan yang sama. Sudah diberikan sabar dan kasih sayang lalu menorehkan luka yang sama. Orang – orang ini tidak belajar arti kesempatan kedua dan selanjutnya. Saya ingin menjadi manusia yang baik dengan memberikan kesempatan kedua kepada orang lain. Tetapi jika kesempatan kedua itu kemudian membuka celah agar orang lain kembali menganiaya, menipu, membully, menghina dan hal – hal yang tidak menyenangkan lainnya, apakah saya akan terus memberikan kesempatan kedua dan berikutnya? Tentu tidak. Kebaikan tidak akan menjadi baik jika hanya menyakiti dan justru mengubah rasa jadi benci. Maka lebih baik menghindar dari orang – orang yang tidak mengerti arti kesempatan kedua dan memperbaiki diri.

Membiarkan diri menjadi tumbal dan bantalan tinju orang lain adalah hal yang sifatnya ‘suci’ (holly). Sesuatu yang bersifat ‘martir’ penuh pengorbanan. Bagi yang merasa sanggup melakukannya, saya persilahkan dan berikan applaus. Tetapi bagi yang tidak sanggup, lebih baik menjaga diri dengan tidak bersinggungan lagi dengan orang – orang yang pernah mengecewakan. Bagaimana syaratnya memberikan kesempatan kedua? Biasanya butuh jangka waktu yang cukup panjang, sehingga orang tersebut telah memperoleh pengalaman bathinnya dan sungguh – sungguh ingin berubah. Ada pengalaman yang ingin saya bagikan kali ini. Saya mengenal seseorang yang sifatnya culas dan pengaruhnya tidak baik terhadap saya di tahun 1998. Dan ketika berjumpa lagi 14 tahun kemudian, saya memberikannya kesempatan kedua. Ia kembali melakukan tindakan yang tidak menyenangkan bagi saya dan justru perilakunya kian parah. Setahun kemudian saya mencoba melihat kembali perubahan sikapnya, jadi terhitung kesempatan ketiga. Tidak ada perubahan tuh! Ada yang tidak pernah berubah dan itu adalah sifat jahat manusia serta serakah.

secondchancesLalu bagaimana kita tahu bahwa justru kitalah orang – orang yang tidak memanfaatkan maaf atau kesempatan kedua dengan baik? Mudah! Ketika kita dijauhi. Dalam hidup ini berinvestasilah pada manusia, berbuat baik dan bijaksanalah terhadap orang lain. Ketika manusia lain menjauh, tidak lagi perduli pada Anda dan kian lama seolah Anda tidak lagi diperhatikan. Saatnya introspeksi diri. Sikap apa yang membuat Anda dijauhi oleh orang lain? Apalagi jika yang menjauhi adalah anggota keluarga sendiri. Pasangan, anak, saudara, orang – tua dan sebagainya. Alarm berbunyi keras tentang sesuatu yang tak beres, perilaku Anda harus dibenahi. Memberi maaf itu mudah, memberi kesempatan kedua lihat situasinya dan terakhir, jagalah diri agar kita tak berbuat salah.

foto : www.searchquotes.com, www.quotesfrenzy.com

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Jadi susah ya kalau harus sampai memaafkan 7 x 70 kali ya Ci Jo:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif