Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Lebaran Non Moslem

Lebaran Non Moslem

Hari lebaran pun tiba, dikira yang sibuk umat moslem saja? Salah. Keluarga kami yang non moslem juga cukup sibuk. Pertama mengirim kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada semua kawan yang merayakannya. Kedua, kemudian menilpun Ayah dan istrinya yang berada di Batam untuk menyampaikan ucapan yang sama. Ketiga, memenuhi undangan berlebaran di kediaman adik ipar yang merayakannya. Jadi sedikit curang, puasa engga tetapi ikut makan-makan adalah keharusan!

Dalam perjalanan berlebaran ke rumah ipar, saya menyampaikan pada suami, “Ayah membayarkan zakat saya dan adik. Entah apa maksudnya ya? Apakah keharusan? Kasihan ayah harus membayar zakat untuk empat anak.” Saya punya satu adik kandung dan dua adik tiri (berbeda ibu). Suami dengan sok tahu menimpali, “Lho kan ayahmu sudah punya keluarga baru dengan dua anak. Untuk apa membayar zakatmu dan adik kandungmu?” Saya juga menjawab, “Ayah berkata bahwa ia bertanya pada Ustadz bagaimana aturannya, jika punya dua anak yang non moslem. Zakatnya harus dibayarkan, demikian katanya. Lagian saya dan adik kan memang anaknya. Masakan hanya karena punya keluarga baru lalu kedua anak dari pernikahan sebelumnya dianggap tidak ada?” Suami yang Manado ini masih sok tahu (kedua adiknya menikah dengan gadis moslem, jadi masuk Islam juga), “Adik-adik tirimu kan moslem dan sudah menikah. Seharusnya bayar zakat sendiri.” Saya masih mengangguk bingung, “Kurang tahu juga, mungkin karena saya dan adik non moslem jadi masih dianggap single dan harus dibayarkan zakatnya? Saya hanya merasa nggak enak karena ayah khusus melakukannya untuk saya dan adik.”

PicsArt_1406462423274

foto : doc.pri

Pembicaraan itu lalu menguap terlupakan, ketika akhirnya tiba dirumah adik ipar. Sang istri yang wanita asli Wonosobo itu sudah menyediakan aneka masakan. Setiap tahun selalu mengundang kami makan-makan bersama pada hari pertama lebaran. Dan setiap tahun pula kami datang mengunjungi rumahnya, walau jaraknya nggak kira-kira, Tangerang Selatan ke Bekasi Utara. Masih untung bukan dari kutub selatan ke kutub utara! Paling suka acara makan-makan lebaran karena jujur saya sangat payah dalam hal memasak. Suami yang pria Manado dan ayah yang lelaki Bugis, keduanya lebih pandai memasak daripada saya dan ibu. Tapi diantara kami berempat ayah-ibu dan suami, saya yang terburuk. Sementara adik ipar saya yang wanita ini memang jago memasak. Semua masakannya enak-enak. Kebetulan saya sangat suka opor ayam dan di Jakarta jarang menemukan orang yang menjual masakan opor ayam. Masak sendiri? Waduh,… He-he, enaknya dimasakin sajalah. Kalau pulang dari rumah ipar juga sudah ditanya, “Yang mau dibungkus apa saja Kak?” Hehe,…

Lebaran menurut saya sangat menyenangkan. Apalagi karena memang sebagian besar penduduk tanah-air memeluk agama Islam. Bahkan yang non-molsem pun turut sibuk ikut acara buka bersama dan berlebaran seperti saya. Beruntungnya bertanah-air Indonesia. Bagi saya lebaran benar-benar diingatkan agar kembali fitri, berpikir jernih dan bersyukur bahwa kami mendapat banyak kebaikan dan cinta dari teman-teman serta kerabat yang memeluk agama Islam. Dan saya percaya perjalanan keimanan seseorang memang ditentukan menurut suratannya, bukan menurut sesuatu pengetahuan yang dangkal dan dipaksakan. Sulit diterima memang, jika ada orang-orang yang beralih keyakinan. Tetapi menurut saya itu adalah suratan mereka. Asalkan yakin dan bertanggung-jawab bukan sekedar ikut-kutan atau mudah terpengaruh, menjadi indah. Di Amerika bertanya tentang agama dan bahkan mengindoktrinasi agama dapat dianggap pencideraan terhadap hak azazi, namun pada akhirnya banyak yang melupakan Tuhan. Di Indonesia, sejauh ini lima agama diakui, dilindungi dan dibina dengan baik. Dan semua orang diingatkan untuk terus mengamalkan kebaikan agamanya. Pinter mana? Indonesia atau Amerika?

Facebook Comments

About Josephine Winda

7 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Lebaran untuk semua lintas suku, agama, ras & golongan

  2. Romi Febriyanto Saputro

    Lebaran itu untuk semua

  3. katedrarajawen

    Keren Ci Jo, biar saya ikut merasakan tolong kirimi juga dong yang enak2 hehhee

  4. Indahnya keberagaman dalam damai.
    Salam kenal….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif