Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Ketemu Artis, So What?

Ketemu Artis, So What?

Semasa kecil dan remaja saya banyak menghabiskan waktu duduk didepan pesawat televisi dan membaca. Nah, masalah membaca, membuat saya ceriwis dan banyak menulis. Tapi masalah nonton TV dan film saya jadi hafal banyak wajah selebriti serta artis. Beberapa kali saya ketemu selebriti dan artis. Setelah di jajagi, sifat saya yang berasal dari desa masih saja ndeso dan norak-norak bergembira kalau ketemu artis atau selebs yang saya sukai.

rima

rima melati

Sejujurnya kalau wajah sang artis begitu sengak bin sangar, atau wajah yang berbunyi, ‘gue mau sombong soalnya gue artis!’ Ya sudah saya mundur teratur! Males lah dekat-dekat nanti dikira saya mau mengemis atau mencopet. Padahal di kampung saya termasuk artis juga. Diledek oleh sahabat saya, iya kamu kayak ‘ngatemi’ (peran Suzanna dalam film jadoel ‘wanita harimau). Sial! Who cares ya yang penting dalam hati selalu percaya diri, ‘saya jennifer anniston.’ Dah, pokoknya kalau ada artis kesukaan saya terbit rasa pengen foto bareng. Padahal hati ini sudah menasihati, ‘Tingkahmu kok kayak pembantu rumah tangga’. Tapi gimana ya, semasa kecil saya rajin menonton TV dan aneka acara film tentu girang saat melihat tokoh yang sebenarnya muncul dan ada didepan mata.

Nah, ini tadi saya ketemu Rima Melati. Pasti yang muda-muda nanya, siapa Rima Melati? Waduh, ceritanya panjang Nak,…waktu kamu belum lahir Rima Melati dan Widyawati itu top-markotop. Artis lama yang anggun, cantik-jelita dan actingnya mempesona. Saya ketemu Rima di depan sebuah pusat perbelanjaan. Dalam hati udah semangat pengen berfoto bersama. Mau negur tapi malu. Apalagi mau minta berfoto bersama bener-bener nanti dikira nama saya Ngatemi, padahal nama saya kan udah mentereng Josephine? Akhirnya, saya gagal minta foto bareng dengan Bu Rima Melati! Dan sekarang nyesel tujuh turunan!

Oya, saya suka artis-artis lama. Bukan masalah karena saya jadul. Of course saya tahu Dude Herlino, Jesica Iskandar, Nikita Mirzani, Raffi Ahmad dan seterusnya. Tetapi perasaan tak dapat dipungkiri. Saya lebih suka artis lama, film lama dan naskah lama. Bukan berarti yang baru nggak ada yang bagus. Pastinya ada. Hanya saja episode film-film lama itu saya tonton ketika kanak2x dan remaja, tentunya berkesan sekali. Dan ketika melihat wajah -wajah mengesankan yang dulu hanya dilihat dilayar kaca, kini ada di depan mata. Rasanya terhipnotis antara norak dan ingin berkenalan.

classic

foto – pinterest

Jaman dulu artis tidak sebanyak sekarang. Ada banyak tetapi yang ‘papan atas’ mudah dikenali. Hanya itu-itu saja. Sudah langganan main film. Anda tahu yang jadi Ndoro di “Sentilan Sentilun” yaitu Slamet Rahardjo? Anda mungkin tidak percaya, tetapi beliau pernah sangat muda, ganteng dan bermain di film yang super romantis. Yup, people get olds all the time! Semua orang bisa muda and looks good, tetapi menua dengan anggun/gracefully tidak mudah melakukannya. Menjadi tua dan tetap memiliki kharisma. Itu terlihat di aktor-aktor lawas seperti Rima Melati, Widyawati dan Slamet Rahardjo. Dan mungkin beberapa rekan mereka lainnya. Saya juga menyesalkan aktris Suzanna yang kini telah tiada, wanita yang sangat cantik dan tidak ada yang menandingi actingnya sebagai ratu horror. Setiap melihat penampilan Suzanna, rasanya takjub. Kok bisa wanita cantik ini begitu pantai mengolah auranya untuk menjadi tokoh yang ditakuti dalam aneka peran di film. No one – no one like her! Dan sekarang ia telah tiada.

Sesuatu yang lawas itu bukan sekedar jadoel, tetapi classic and rare. Mereka tahan uji, tertempa waktu, memorable serta banyak hal-hal yang bisa dipetik dan dipelajari. Saya rasa naskah-naskah film lama pun sangat kuat dan ceritanya ‘nyambung banget’. Itu bagi saya, santapan yang saya ‘lahap’ ketika kecil dan remaja. Film-film dulu dapat membuat merinding ketakutan, menangis haru, tertawa kocak dan sebagainya. Film dan sinetron sekarang ada yang bagus tentu saja. Tetapi sisanya, serasa ingin teriak, “BAH!” Cerita nggak nyambung, dandan nggak nyambung, wajah nggak nyambung. Akh, sudahlah saya juga bukan ex mahasiswa perfilman atau kritikus seni. Hanya nenek-nenek tua yang suka nyinyir sambil nginang. Nonton TV sekarang sembari dikunyah-kunyah, kalo enak, ya bolehlah. Kalo engga enak disepah dan dibuang, Bah! Tadi kok ngga jadi foto dengan Rima Melati…nyeseeel!

 

Facebook Comments

About Josephine Winda

10 comments

  1. Ya sepertinya emang beda ya film sekarang sama film dulu :D // Semoga mba josephinewinda bisa bertemu dan berfoto dengan artis favoritnya di lain kesempatan https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. katedrarajawen

    Kalau sekarang saya malah bingung siapa artis2 yang top hehhe..dulu kalau lihat artis dari jauh saja sudah senang hehhe..waktu tinggal dan kerja di lebak bulus dan pondok indah saban hari ketemu artis jadi biasa2 saja gak kepikiran buat moto segala, cuma ngobrol2 aja..karena waktu itu di bengkel suka ada artis yang mampir hehhe

  3. Anita Godjali

    Klo artis dl emang sepertinya wow…banget, tapi klo sekarang biasa aj ya? Malah pernah demo bareng artis tapi gak minta foto bahkan anak saya dielus2 katanya lucu. hehehe….

    • hahaha..iyaa artis dulu ‘rare’ nggak banyak ..saya sih tetep kagum…sama yg dulu-dulu… yg sekarangg… ada juga ..tapi lupa yang mana yaaa… milih dulu deh ntar liat pelemnya…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  4. Menurut hemat saya, rahasia artis jadul tetap disukai adalah konsistensi dalam penghayatan perannya. Sudah barang tentu, kecantikan/kegantengan, dan keindahan postur tubuh semasa muda, ikut memengaruhi respons penonton. Biar bagaimanapun juga, seni peran itu melibatkan unsur fisik plus segala perangkat pelengkapnya, dan akting.

    • Bener Pak Budi jaman dulu artis lama komplet, fisik dijaga natural, kedalaman acting diasah dan sikap membumi.. ngga aneh-aneh.. sekarang fisik dipermak, acting ngga jelas, beritanya banyaaaaak beneeer… rasanya baru kemaren nonton Roy Marten dan Rae Sita dalam “Cintaku di Kampus Biru” — kok sekarang Gading Marten ngga bisa beracting maksimal dan bikin film box office yang berlusin-lusin kaya bapaknya siiiiiy… #ngarep# https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  5. Romi Febriyanto Saputro

    Sinetron kita memang gak nyambung sama sekali dengan upaya membangun moral bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif