Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Masalah Kaki Gatel

Masalah Kaki Gatel

Sejak kecil saya suka jalan-jalan, paling tidak saya rajin bersepeda dan naik motor keliling kota. Ini memang aneh. Mungkin keturunan dari Oma yang juga suka bepergian. Bepergiannya Oma bukan ke luar negeri, tapi keliling kota saja. Dia suka mengunjungi saudara-saudara di kota kecil kami. Ngobrol dan menggosip tentang saudara yang lainnya. Bahkan semasa kecil, saya tidak punya pengertian bahwa mengobrol dan menggosip sesungguhnya tidak memecahkan masalah. Justru memperluas dan merumitkan masalah. Yang dibutuhkan adalah orang yang bekerja dan mencari solusi. Soalnya kalau melihat Oma sedang membahas seseorang, seriuuuuus … sekali, segala sifat dan kelakuan mereka dikupas tuntas. he-he. Tapi saya bukan ingin mempermasalahkan ngobrol dan nggosip, karena sekarang ada penyakit akut saya yang lebih parah dari sekedar nggosip. Nggosip gratis. Penyakit yang ini bikin kantong bolong,… Sekarang saya ingin mempermasalahkan kaki gatel alias hobby travelling.

Saya punya beberapa ‘buddy’ teman jalan se-gank. Campur, bisa lelaki dan wanita. Tapi yang jelas tidak pernah pergi berduaan saja dengan lelaki yang bukan muhrimnya ya! Kata Nenek itu berbahayaaaa,…. Nah, projectnya macam-macam bisa diajak kesini dan bisa diajak kesitu. Bisa di dalam dan di luar negeri. Tidak harus mewah, saya hanya suka jalan-jalan. Dan saya senang, karena melihat tempat-tempat baru, ketemu orang baru, selalu menimbulkan gagasan untuk melukiskannya dalam tulisan. Saya tidak bisa diam saja dirumah dan menjadi ‘buta’ lalu melukis abstrak atau menulis asbun. Bisa saja sih menulis berdasarkan referensi bacaan lain. Tetapi menurut saya menulis berdasarkan referensi lain itu seperti teori melukis yang dipaksakan meniru sang maestro. Pusing! Otak jadi mengepul panas. Sementara menulis karena pengalaman pribadi dan sesuka suara hati, itu menyenangkan saja. Mengalir dan bebas,…

must-know-travel-quotes-for

foto: stickywallpapers

Bulan ini memang baru bepergian ke tiga kota, tetapi sudah ada teman lain yang mengajak bepergian ke negara yang belum pernah saya kunjungi. Tentu saya super excited dan ingin sekali ke sana. Pertanyaan yang saya ajukan kepada pengurus perjalanan sudah bagaikan wawancara bahan skripsi, komplit. Teman saya juga sudah mengajukan cuti dan suami sudah memberikan angin surga, “Kalau kamu suka, silahkan saja,… ” Ternyata pada hari H, biayanya meningkat sekitar 20% dari yang semula diiklankan dan dianggarkan. Alasannya karena ada perubahan harga ticket pesawat dan sudah tidak ada discount. Dan ketika saya masih kepengin juga travelling, bahkan teman saya menegaskan, “Cuti saya sudah keluar!” Saya langsung meminta suami untuk membayarkan sejumlah biaya yang dipersyaratkan. Yang ada beliau diam dan tidak menjawab sms saya! Jengkellah saya! Karena tadinya disetujui mendadak tidak direstui. Akhirnya saya juga jadi ragu, takut bermasalah. Karena beberapa kali saya baca ada kasus travelling yang mengandung penipuan dan merugikan. Rencana indah saya berantakan! Humph,…

Sejak menikah berbelas tahun silam perbedaan ini sangat nyata, bahwa hobby kami tidak sejalan. Dan seringkali saya mengomel karena saya tidak bisa maksimal kemana-mana. Karena selalu dihalangi dan tidak boleh kebanyakan travelling. Sementara saya banyak mengajukan ‘prosposal’. Bagaimana kalau pergi kesini atau pergi kesana? Bagaimana kalau rencana ke kampung Ayah saya? Bagaimana kalau ke kampung Orang-tua kamu? Pokoknya semua proposal yang mengurangi budget inti kehidupan. Lalu saya ikut-ikutan hunting ticket murah dan lapor. Kalau pergi sekeluarga tanggal sekian, biayanya sekian. Pokoknya banyak proposal jalan-jalan yang saya ajukan, dari ratusan barangkali yang disetujui hanya satu atau dua. Itupun selalu ada misi ‘sowan keluarga’, ‘nyekar orang-tua’ atau hal lain yang memang diperlukan untuk melakukan sebuah perjalanan. Saya sering kecewa,…

Dalam kekecewaan saya sering ungkapkan, “Jika saja saya tidak berkeluarga, pasti saya sudah keliling dunia. Melihat kuil di Nepal atau mengenakan baju eskimo, melihat singa di afrika. Whateverlah, karena saya juga punya teman yang tinggal di Africa,….” Suami hanya tersenyum, “Yup bagus juga. Kamu bisa tinggal di tenda sendirian. Tidak punya rumah dan tidak usah berkeluarga. Yang penting kan kamu sudah keliling dunia!..” Saya masih kesal dan tidak mau kalah, “Mungkin itu akan lebih baik, damai dan menyenangkan!” Walaupun saya tahu bahwa sesungguhnya jawaban itu konyol dan sama sekali tidak berdasar. ‘Coz I love my family. Hari ini kembali saya memberikan laporan pada suami, “Eh maskapai anu sedang memberikan tiket murah lho! Supaya kebagian kita harus segera pesan juga! Kalau tidak tiketnya akan segera habis, dibeli oleh orang lain! Kita jadi rugi,….” Ujar saya, lagi-lagi masih berharap penyakit kaki gatel dapat terobati. Suami menjawab kalem, “Kalau gratis gak papa, … Wong beli tiket juga harus keluar duit dan bayar! Kok, bisanya nggak beli mengaku rugi… Jyahhhh!” Jengkel lagi deh saya! Tapi yaaaaahh,..makjlebs juga sih.

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Rupanya Ci Jo ini punya seribu satu jurus untuk mengobat kaki gatelnya, kalau dalam level pastinya sudah level Grand Master ya? Baru kemarin juga seorang teman mengeluhkan istrinya yang sibuk berburu penawaran nginap dengan harga murah di hotel ini atau hotel itu, padahal biar murah juga tetap keluar biaya banyak. emang kalau pergi cuma nginap di hotel doang, sama juga emang kalau jalan cuma bayar tiket murah aja. Hayooo jawab :)

    • Iyaaa emangggg Ko-Katt — INI DILEMA — JIKAAA….tiketnya murah, hotelnya mahal. Atau hotel dapat yang murah, tiketnya mahal… mumet akh memang! hihihhi — tunggu dapat lampu jin aladdin dulu biar ngeluarin pundi pundi emas…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif