Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Antara Gengsi Dan Gemerincing Pundi

Antara Gengsi Dan Gemerincing Pundi

Ini cerita lagi sahibul hikayat. Temannya temanku pergi ke Amerika. Wuah, kesempatan silaturahmi. Kebetulan saudara dan sanak famili banyak yang berada di negeri Paman Sam itu. Tentunya level perjumpaannya minim alias jarang. Kesempatan saling tatap muka tentu senang sekali. Ada tante anu, ada sepupu itu. Komplet semua ingin dikunjungi satu per-satu. Ada saudara yang sudah berkeluarga, ada yang sudah sepuh, ada yang masih bujangan. Semua ingin menyambut juga si tamu agung yang datang dari Indonesia. Pertemuan dari kota ke kota. Keliling deh!

prideSalah satu sepupu pria terlihat sangat menonjol. Bayangkan saja, pria muda, bujangan dan naik mobil yang pintunya terangkat bagaikan pintu mobil batman dari kota Gotham. Waduh kalau di desa Umbulrejo pasti sudah dipesan buat menikahi anak gadis Pak Lurah! Tapi karena domisili di Amerika, who knows lah ya. Apakah punya kekasih atau berdekatan dengan mahasiswi atau artis. Gak ada yang tahu dan gak ada yang melacak gerak-geriknya. Negara bebas, bro. Hak individu, suka-suka.

Tamu dari Indonesia tentu sangat terkesan dengan sepupu bermobil Batman ini. Apalagi dalam acara makan-makan ia sanggup membuka dompet dan membayar tagihan senilai 200 USD. Berapa tuh? Jika dibulatkan saja dollar pada angka Rp. 10.000 itu artinya dengan murah hati ia mentraktir tamunya senilai dua juta rupiah. Makin kagumlah si tamu dari tanah air. Gile,… ada bujangan kayak gini kok available sekaleeee,… Sayang tamunya pasutri dan sodara sepupu sendiri pula! Maka kekaguman hanya berhenti pada rasa penasaran, apa kunci kesuksesannya sebagai orang muda di negara manca?

Ketika keesokan harinya para tamu berniat pulang menuju ke kota selanjutnya, si Batman berkata dengan gaya relawan, “Saya akan antar kalian ke Bandara.” Para tamu menjawab, “Kami sudah ada pengantar si anu.” Si Batman menjawab, “Ayolah kuantarkan kalian, sekali ini saja. Sudah lama kita tak bersua. Masakan kalian tak memberi kesempatan padaku?” Para tamu menjawab, “Hmmm,…pesawat kami pagi hari. Mungkin kita harus jalan ke Bandara dua jam sebelumnya, apakah kau sanggup?” Si Batman menjawab santai, “Jalanan di kota ini lengang, pasti mudah untuk menuju ke Bandara. Satu jam adalah waktu yang cukup untuk menuju kesana.” Sedikit ragu, namun para tamu tak ingin mengecewakan Batman yang sudah sangat menebar pesona itu.

Keesokan harinya Batman menjemput mereka satu jam sebelum keberangkatan pesawat. Dan karena aslinya ia tinggal di kota yang berbeda, rupanya ia tak begitu paham jalanan yang ada disitu. Dengan sukses mereka tersasar! Para tamu mulai merasa was-was. Setelah bertanya sana-sini masih tak ada jalan. Batman mulai menampilam keasliannya, ” Maaf sepupu, apakah kalian punya kartu kredit. Tampaknya bensin kendaraanku habis. Kita harus membelinya, pom bensin disini harus menggunakan kartu kredit…”… WHAT? Seolah mimpi buruk mulai berjalan merambat perlahan. Berangkat kesiangan, nyasar dan masih harus beli bensin dengan kartu kredit? Perasaan para tamu mulai berkeringat dingin. Tak seorang pun memiliki kartu kredit. Lalu mobil berjalan berputar-putar mencari bensin yang mau membayar dengan kartu kredit. Ternyata tak ada. Waktu keberangkatan pesawat tinggal beberapa menit. Gila,…

Para tamu kemudian menilpon saudara lain yang memang tinggal dikota itu dan tahu persis cara menuju bandara. Saudara tersebut datang dengan tergesa, menjemput para tamu dan mengebut ke Bandara. Antrian penumpang sudah tidak ada, bagasi dilempar ke conveyor belt yang akan membawa barang-barang ke pesawat. Lari masuk ke antrian boarding sambil minta maaf dan menyela pada banyak orang. Setibanya didepan, “Tiket bagasi Anda tidak ada, silahkan kembali ke depan!” Para tamu berlarian kembali kedepan dan mengambil tiket sambil dikomentari oleh penjaga loket, “Tadi saya pikir Anda sudah mengambilnya?” Para tamu cuma tersenyum pucat dan berlari lagi menuju antrian boarding untuk kedua kalinya. Lagi-lagi menyela orang lain sambil minta maaf karena sudah sangat terlambat. Ketika akhirnya menuju ke pesawat, jalanan sudah sangat lengang. Semua berlarian ketakutan. Hingga tiba dipesawat, mereka adalah orang terakhir yang masuk ke dalamnya!

Ketika menghubungi saudara yang mengantar ke Bandara, ia menyampaikan suatu fakta yang mengejutkan. Batman ternyata tidak punya uang sama sekali untuk membeli bensin! Dan bensin dibelikan oleh saudaranya itu dengan menggunakan uang cash. Jadi demi gengsi agar sungguhan terlihat seperti Batman; si Batman hampir saja mengorbankan tiket senilai ribuan dollar bagi para tamu. Seandainya sejak awal ia minta uang saja untuk beli bensin maka setidaknya akan mempercepat satu step perjalanan agar para tamu dapat segera tiba di Bandara. Pelajaran berharga untuk dipetik : GENGSI BATMAN ADALAH SEGALANYA, TETAPI UANG BENSIN ADALAH YANG UTAMA. Gengsi akan runtuh dan tidak laku jika terbongkar keaslian yang sesungguhnya…

Facebook Comments

About Josephine Winda

6 comments

  1. Romi Febriyanto Saputro

    Seharusnya batman minta bantuan robin, Mbak….https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

  2. katedrarajawen

    Makan tuh gengsi biar kenyang hehhe…ada tuh yang ke pesta makannya sedikit aja biar gak dikira kelaparan..eh begitu keluar gedung makan lagi di pinggir jalan, cuma makan ketoprak hehhe padahal yang di pesta enak2, nyesal jadinya…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif