Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Matinya Seorang Diva

Matinya Seorang Diva

Beberapa hari yang lalu saya dengar memang ia menderita gawat ketika sedang dioperasi pita suara. Tetapi tak menyangka jika akhirnya ia berpulang juga. Namanya Joan Rivers, wanita 81 tahun yang masih terus berjaya di panggung hiburan dunia. Di tanah air mungkin tidak terlalu banyak yang menyaksikan penampilannya, karena sesungguhnya Joan bukanlah bintang film. Ia lebih banyak tampil sebagai komedian dan host acara wawancara. Tetapi ciri khas yang dimilikinya adalah banyolan-banyolan yang super sengak. Salah satu acaranya yang dulu sering saya tonton adalah Fashion Police, atau polisi fashion. Wow, caranya mencela saltum atau ‘salah kostum’ para bintang Hollywood bikin panas telinga!

joan1Dunia barat dan timur memang berbeda adat-istiadat. Orang yang bicara terlalu menyengat dimanapun akan tidak disukai. Joan termasuk orang yang bicaranya demikian. Herannya ia justru ditunggu oleh karena komentar-komentarnya yang pedas itu. Membuat banyolan sarkastis tidak mudah. Orang gampang bicara kasar dan menyakitkan dengan perbendaharaan kata-kata yang tak pantas. Tetapi Joan bukanlah wanita yang demikian. Ia membuat banyolan yang menyindir dengan kata-kata pedas yang telak. Sehingga pada akhirnya orang akan tertawa terbahak mendengar komentar dan ekspresi wajahnya yang mendukung. Wanita yang masih cantik di usia 81 tahun itu tidak menyangkal bahwa dirinya banyak melakukan facelift (penarikan kerut dimuka) bahkan juga operasi wajah agar terlihat muda dan cantik. Ia bahkan mampu membuat lelucon tentang hal itu. Sebagai entertainer ia sadar bahwa penampilan cantik dibutuhkan untuk terus muncul sebagai penghibur di televisi dan ia sangat menggemari pekerjaannya sebagai penampil di berbagai talkshow.

Orang-orang menjadi tua dan lemah oleh karena mereka tidak melakukan sesuatu yang mereka cintai. Atau bahkan dipaksa untuk pensiun dini dan menikmati masa pensiun dengan bersantai saja dirumahnya. Padahal bukan itu, seseorang masih mampu terus bergerak dan berkarya sepanjang ia memiliki ambisi dan mengejarnya dengan semangat berlimpah. Dan hal ini tentu akan mempertahankan stamina dari orang yang bersangkutan untuk terus bekerja. Sebagai contohnya adalah Joan Rivers ini. Komentar-komentar pedasnya tidak terbatas pada orang tertentu, dengan penuh keberanian Joan mampu mengolok Elizabet Taylor, Demi Moore, Ratu Elizabeth, Ann Frank dan banyak lagi. Orang-orang justru ingin tahu apa komentar konyol yang keluar dari mulut Joan tentang seseorang, karena butuh kecerdasan untuk menyindir atau mengolok-olok secara tepat.

Joan juga seorang fashionista, penggemar fashion kelas dunia. Sehingga jangan harap Anda tampil acak-adul dihadapannya dan selamat tanpa celaan. Walaupun tidak sama persis dengan Joan, saya juga cenderung menyukai orang-orang yang tampil rapi dalam berbusana. Seorang sahabat pernah mengatakan sebuah tips fashion yang sederhana namun sungguh benar, “Jangan sekali-kali menggunakan busana two-pieces atau dua potong dengan motif yang berbeda. Misal bagian bawah bermotif garis-garis dan bagian atasnya bermotif kembang-kembang. Itu judulnya ‘Tabrakan’. That is so true,… ! Walaupun bangun kesiangan, walaupun tinggal di dusun, tentang fashion lakukanlah amal sedikit. Menyenangkan pandangan orang lain dengan tata busana yang tepat. Cara Joan mengolok-olok busana seseorang memang bisa jadi keji, misalnya ia akan berkomentar, “Apa yang ada dibenak Anda ketika menggunakan busana itu? Apakah Anda kehabisan kain sehingga serbet Anda gunakan sebagai corak busana?” Yup, keji ya! Buat saya lucu, salah sendiri,… Pake baju kok kacau,… Nope, jangan masukkan pada konteks orang miskin, gelandangan dst. Ini bicara tentang konteks manusia yang sewajarnya. Yang sesungguhnya memiliki waktu untuk tampil rapi & memukau.

joan2Beberapa komentar Joan pada media adalah sebagai berikut. “Saya suka internet dan saya suka bahwa bahwa kita bisa bicara sembarang apa saja yang kita inginkan!” Katanya kepada The Boston Globe, November tahun lalu. Wah, untung Joan tidak tinggal di Indonesia ya? Jika iya, bisa jadi nasibnya 11-12 dengan Florence Sihombing yang masuk penjara gara-gara tak menjaga ucapannya. Tetapi ucapan kasar dan ucapan sarkastis memang sedikit berbeda. New York Daily Times menyebutkan salah satu ucapan konyol Joan Rivers lainnya di Laurie Beechman Theatre tepat pada malam sebelum ia masuk rumah sakit adalah, “Saya berusia 81 tahun. Saya bisa pergi kapan saja. Saya bisa jatuh dan mati disini, lalu Anda semua dapat berkata, yup..saya disana saat Joan mati!” Benar-benar wanita yang nekad membuat lelucon tentang dirinya sendiri. Empat tahun sebelumnya Joan Rivers juga mengatakan pada The Times of London, “Saya tidak ingin hidup jika saya tidak dapat tampil lagi sebagai entertainer. Itu adalah wasiat saya. Saya tidak ingin dibangkitkan dari kematian, kecuali saya dapat melakukan acara stand-up komedi lagi. Saya tidak takut.”

Salah satu komentar pedas Joan dialamatkan pada Rihanna – penyanyi R&B ternama. Dirilis melalui Twitternya di tahun 2012 adalah sebagai berikut, “Owh, … jadi Rihanna mengaku pada Oprah Winfrey bahwa dia masih mencintai Chris Brown? Idiot! Sekarang giliran saya untuk menggamparnya.” Pasalnya Rihanna sudah bolak-balik menjalani hubungan yang putus sambung dengan Chris Brown, kekasihnya itu kasar dan suka melakukan kekerasan dengan memukul. Dengan cara sarkastis Joan memberitahukan pada Rihanna bahwa adalah sangat bodoh bagi wanita muda yang cantik dan sangat sukses untuk terus mengaku bahwa ia mencintai pria kasar seperti Chris Brown. Helloooo?… Lahir 6 juni 1933 dan meninggal pada 4 September 2014 di Mount Sinai Hospital. Selamat jalan diva ‘nylekit’ Joan Rivers,…. No one can talk the way you do….

Facebook Comments

About Josephine Winda

4 comments

  1. katedrarajawen

    Untung saya gak pernah ketenu Mrs Joan ya, soalnya saya berpakaian paling apa adanya, tapi melalui kalimat ini sudah terwakili

    “Walaupun bangun kesiangan, walaupun tinggal di dusun, tentang fashion lakukanlah amal sedikit.”

    https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

  2. Anita Godjali

    Memang ada orang yang ingin tampil karena merasa itu fashion walau tidak nyaman, tapi ada yang penting nyaman walau tidak sesuai fashion.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif