Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Musibah atau Bukan?

Musibah atau Bukan?

Saya kadang-kadang menonton acara “AIR CRASH INVESTIGATION” dari National Geographic. Acara ini menarik sekali walau disisi lain ada kengerian yang luar biasa jika membayangkan terjadinya sebuah kecelakaan pesawat di angkasa. Kecelakaan di darat saja sudah mengerikan. Apalagi dilaut atau di udara? Siapa yang akan menolong? Acara penyelidikan kecelakaan pesawat udara ini jadi menarik karena banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik. Yang pertama tentu selalu dari sisi spiritual, bagaimana orang-orang yang ‘nyaris’ mati dalam kecelakaan pesawat menjadi seolah mendapat kesempatan kedua dan berusaha menjalani hidup lebih baik lagi. Sementara pada sisi tehnik, layanan penerbangan dapat diperbaiki, data dan informasi justru diperoleh dari pesawat yang hancur berantakan. Jika ditemukan maka kotak hitam akan membantu membuka misteri tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Acara yang dibesut oleh NatGeo itu selalu membuat saya tertarik untuk mengikuti berbagai penyelidikan yang dilakukan oleh team. Mereka akan berusaha mencari jawaban atas musibah yang terjadi, apalagi jika korbannya adalah semua penumpang tewas. Bagaimana team penyelidik dapat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi? Nah, kerja team secara detail, fakta yang dikumpulkan, percobaan yang dilakukan dan merangkai semua data akan menghasilkan sebuah kesimpulan. Saya sering terkagum-kagum dengan hasil yang didapatkan. Ada yang karena masalah kerangka pesawat yang salah design dapat menyebabkan kecelakaan. Ada yang dikarenakan radar yang sudah tua dapat menyebabkan juga potensi celaka. Lalu ada pula pemililihan ketinggian penerbangan akan mempengaruhi pengendalian pesawat jika mesin mati. Banyak hal yang dapat dipelajari seandainya saya adalah pilot. Namun saya hanya penonton biasa yang cukup puas dengan mendapat jawaban atau segala misteri yang menimpa kecelakaan pesawat. Tidak perlu memikirkan tehnik pengendalian pesawat.

540419_388280724544185_361550542_nBeberapa waktu lalu, saya juga sempat berdebat dengan teman mengenai perbedaan musibah dan human error. Menurut semua teman saya, segala hal yang diluar dugaan adalah MUSIBAH. Menurut saya ada benarnya namun ada salahnya. Ada hal yang tidak melulu musibah tetapi HUMAN ERROR atau kecerobohan manusia. Artinya HUMAN ERROR sedapat mungkin dipangkas minimal atau ditiadakan, jika masih terjadi diluar dugaan atau celaka. Itulah musibah yang sesungguhnya! Namun jika ada unsur kecerobohan, asal-asalan, lalu kemudian menjadi pemicu terjadinya celaka. Itu adalah HUMAN ERROR yang sangat disayangkan. Dalam serial  “AIR CRASH INVESTIGATION” berbagai penyelidikan akan mengungkap sebab musabab. Misalnya kecelakaan terjadi karena PILOT kelelahan, sudah beberapa jam Jetlag dan masih harus mengemudikan pesawat itu adalah HUMAN ERROR yang seharusnya dapat diatasi. Dengan memberikan jadwal penerbangan yang tidak terlalu padat pada sang pilot. Namun pesawat yang terbang menembus badai dan hujan es kemudian merusak baling-baling dan mesin pesawatnya sendiri itu adalah musibah karena fenomena alam yang sulit dihindari.

Bagaimana pun juga dalam serial  “AIR CRASH INVESTIGATION” selalu ada solusi yang terus menerus digali dari berbagai kejadian kecelakaan pesawat. Sehingga kecelakaan oleh karena penyebab yang sama dapat dihindari. Para pelaku industri penerbangan tidak mau kehilangan pasar konsumen dengan menyepelekan layanan keamanan. Upgrade body pesawat, pelatihan para pilot/ crew udara terus ditingkatkan. Demikian pula inovasi baru untuk memecahkan masalah yang sekira dapat muncul di angkasa, belajar dari rekaman black box atau penyelidikan  “AIR CRASH INVESTIGATION”.  Memang sih, musibah sulit dihindarkan. Tapi apa lalu semua orang boleh bekerja asal-asalan, tidak ada persiapan terbaik, jika terjadi celaka dengan enteng semua akan berkata, “INI MUSIBAH.” Musibah kok terus-terusan dan kejadiannya sama. Sebagai contoh. Kecelakaan kendaraan mewah yang digunakan untuk mengebut pada jam-jam sepi di jalan tol. Biasanya subuh buta atau jelang tengah malam. Ini seringkali terjadi! Hingga beberapa jenis mobil dan beberapa banyak korban. Apa iya tidak ada yang mau belajar dari pengalaman sebelumnya?

Saya sangat tidak suka kecerobohan, pekerjaan yang serabutan, menimbulkan celaka, lalu akan diklaim sebagai “INI MUSIBAH.” C’mon! Bolak-balik terjadi celaka karena pulang mudik menggunakan kendaraan bermotor roda dua? Tetapi terus saja terjadi di tanah air, tiap tahun selalu ada yang meregang nyawa karena mudik naik motor? Apa tidak ada solusi yang dapat dilakukan? Ini sisi baik untuk meminimalkan HUMAN ERROR, yaitu kecenderungan untuk selalu bekerja maksimal, detail dan hati-hati. Tapi bagi orang lain, saya akan dipandang sebagai orang yang selalu rewel, banyak maunya, miss komplen dan mencari-cari kesalahan orang. Lho, kalau salah ya jangan dibenarkan dong! Kalau salah, katakan salah, kemudian diperbaiki. Selalu seperti itu. Jangan sebuah kesalahan dianulir sebagai ‘ini musibah.’ Jika demikian udah aja segala apes, celaka, nahas, rugi, tekor, pukul rata dikatakan sebagai MUSIBAH. Lalu ketika terulang lagi kejadian yang sama, diklaim sebagai musibah berikutnya. Bah!

Facebook Comments

About Josephine Winda

4 comments

  1. katedrarajawen

    gampangnya karena human error jadi musibah deh, dan tidak salah memang dikatakan bahwa di balik setiap musibah ada hal yang berharga, bukan begitu Ci Jo?

  2. Yup setuju mba kadang musibah itu di sebabkan oleh human Error

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif